Home / METROPOLIS / Merokok Sembarangan, Penjara atau Denda

Merokok Sembarangan, Penjara atau Denda

BENGKULU – Ini perhatian bagi seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu terutama yang perokok. Pascadisahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), maka Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memberlakukan regulasi tersebut pada 1 Januari 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si mengatakan pemberlakuan Perda dilakukan enam bulan setelah ditetapkan DPRD Provinsi Bengkulu. Dalam waktu enam bulan ke depan pihaknya akan melakukan sosialisasi. Mulai dari lokasi yang dilarang merokok. Hingga sanksi administrasi, pidana, hingga dikenakan denda akan disampaikan ke masyarakat banyak.

‘’Jadi tahun depan (2018,red) masyarakat tidak boleh leluasa lagi merokok sembarangan. Sebab, mulai dari pihak penanggungjawab penyedia rokok, serta penjual bahkan distribusi termasuk sales akan dikenakan sanksi. Jika melakukan kegiatan di wilayah yang sudah ditetapkan kawasan tanpa rokok,’’ ujar Herwan kepada RB kemarin.

Menurut Herwan, adapun beberapa lokasi yang tidak boleh lagi ada aktivitas merokok atau jual beli termasuk iklan tentang rokok sudah diatur dalam Perda. Yakni ada tujuh lokasi kawasan tanpa rokok. Diantaranya di lokasi fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, serta tempat pelayanan lainnya.

Kemudian tempat proses belajar mengajar. Mulai dari di sekolah, kampus serta di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).  Kemudian juga di lokasi tempat anak bermain, seperti di lokasi PAUD, taman Kanak-kanak, penitipan anak serta lokasi lainnya. Lalu rumah ibadah, baik masjid maupun ibadah lainnya. Termasuk di loasi fasilitas olahraga, stadiun, GOR. Yang tak kalah pentingnya di angkutan umum dan perkantoran alias tempat kerja.

‘’Sanksinya itu untuk kurungan disesuaikan dengan jenis pelanggaranya. Untuk yang perusahaan atau pimpinan atau penanggungjawab yang menyediakan rokok selain bisa dikenakan sanksi administrasi pencabutan izin, juga bisa dipidana. Ancamannya kurungan 15 hari atau denda Rp 10 juta,’’ terang Herwan.

Lanjut Herwan, untuk sales atau distributor yang melakukan pengiklanan atau penjualan rokok serta mempromisikan di kawasan tanpa rokok juga ikut dikenakan sanksi. Penjara 7 hari atau denda Rp 5 juta. Serta untuk yang melakukan pelanggaran merokok langsung atau membeli di lokasi KTR dikenakan kurungan paling cepat penjara 3 hari dan paling lama 3 bulan atau denda Rp 50 ribu paling sedikit dan maksimal Rp 1 juta.

‘’Nantinya yang bertugas melakukan penindakan Satpol PP Provinsi. Khusus di lokasi KTR itu tetap akan disediakan lokasi khusus tempat merokok. Artinya bukan berarti tidak ada sama sekali lokasinya. Namun tidak bisa sebebas seperti selama ini. Harus masuk ruang khusus yang memang tidak akan membahayakan kesehatan orang lain,’’ pungkasnya.(che)

Kawasan Tanpa Rokok

No Keterangan

  1. Faslitas Pelayanan Kesehatan
  2. Tempat Proses Belajar Mengajar
  3. Tempat Anak Bermain
  4. Tempat Ibadah
  5. Fasilitas Olahraga
  6. Angkutan Umum
  7. Tempat Kerja atau Kantor

Baca Juga ...

Tiket Pesawat Ludes

BENGKULU – Terhitung H-3 hingga kemarin, puncak harus mudik mulai terjadi. Terutama arus mudik yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *