Home / BERITA UTAMA / Peringkat 3 Besar Provinsi Peraih Nilai Tertinggi US SD

Peringkat 3 Besar Provinsi Peraih Nilai Tertinggi US SD

Rahmi (peringkat 3) Pagi Hari Sarapan Ruhiyah, Siang Les Tambahan

Hasil Ujian Sekolah (US) Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Provinsi Bengkulu diumumkan kemarin. Tiga siswa dari Kota Bengkulu meraih nilai tertinggi. Yaitu Muhammad Irfanny Friyadi (peringkat 1) dari SD IT Al Aufa, Muhammad Fraka Hidayatullah (peringkat 2) dari SDN 20 Kota Bengkulu dan Rahmi Meftriani (peringkat 3) dari SDN 52 Kota Bengkulu. Berikut laporannya.

LAPORAN

VIVIN, HARMOKO dan IKSAN

Munculnya nama siswa dari SD IT Al Aufa Kota Bengkulu sebagai peringkat 1 boleh dibilang sebuah kejutan. Sebab, sekolah ini sendiri ujian menginduk ke sekolah lain.

SDIT Al Aufa yang berada di Jalan Padat Karya 18B ini baru pertama mengikut sertakan siswanya US. SDIT Al Aufa yang menginduk SDN 82 saat ujian, punya program bernama Sarapan Ruhiyah.

Saat ditemui RB, Kepala Sekolah Endang Isturina, S.Pd.I yang sempat tidak menyangka siswanya meraih nilai tertinggi ini mengatakan setiap hari di awal pagi siswa kelas 4, 5, dan 6 diberi santapan ruhiyah sebelum belajar.

“Dari koordinator keagamaan yang setara dengan wakil kepala sekolah ini membuat program yang  belum ada pada sekolah-sekolah IT yang lainnya. Namanya sarapan ruhiyah. Kami mewajibkan kepada seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 ini bertilawah minimal 1 jus, sholat dhuha dan zikir setiap hari selama 45 menit,” beber Endang.

Endang lebih lanjut mengatakan, guru kelasnya sangat mengontrol akan program tersebut. “Di kelasnya Irfan, Ustad Ardiansyah selaku guru kelas sangat serius mengontrol sarapan ruhiyah anak,” tambah Endang.

Selain penekanan pada ruhiyah, Endang juga menerangkan bahwa pada sistem belajar sekolah ini di semester pertama fokus kepada penuntasan semua mata pelajaran. Dan di semester ke dua fokus pada soal ujian. “Trik kami dari segi pembelajaran adalah jika di semester awal kami habiskan semua pelajaran dan di semester duanya kami lanjut dengan pembahasan soal-soal ujian,” tambah Endang.

Muhammad Irfanny Priyadi (11) mengoleksi dua nilai sempurna 100 dari tiga bidang studi dengan total nilai 296. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) nilai 100 sedangkan Bahasa Indonesia nilai 96. Irfan sapaan akrabnya ini selalu menjadi utusan sekolah berbagai lomba cerdas cermat baik tingkat kota maupun provinsi dengan prestasi berasa di 3 besar.

Irfan putra dari Supriyadi seorang kontraktor di PT Waskita Karya Persero tbk dan Esterlita, PNS di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi memiliki cita-cita menjadi penghafal Quran. Dia ikut belajar tambahan di luar sekolah. Ia mengaku lebih menyukai belajar les di luar. “Lebih enak belajar les karena tidak banyak orang jadi tidak malu untuk bertanya jika belum mengerti,” ujar Irfan.

 

Fraka Peringkat 2

Sementara itu, Fraka, panggilan akrab Muhammad Fraka Hidayatullah, anak yatim dari Kampung Bahari ini, tidak begitu tenar di lingkungannya. Pasalnya Fraka anak rumahan yang lebih mengutamakan belajar daripada bermain. Didukung sang mama, Susi Susanti menyediakan fasilitas bermain di rumah dan tak mengizinkan Fraka bebas keluar. Fraka meraih runner Up nilai Unas SD tahun 2017 se Provinsi.

Hari-harinya, Fraka tidak merasa Sepi. Meski papanya, Koptu. Arif Sudarmanto, meninggal sejak dia berusia 6 tahun, atau saat dia masih duduk di kelas 1 SD. Dia masih ingat dengan wajah papanya, setiap rindu dia selalu melihat lukisan foto papanya yang ada di dinding rumah. Meski sejenak, tapi itu menjadi kekuatan baginya untuk terus belajar dan tidak mengenal malas, karena dia selalu dibimbing ibunya, Susi.

Kemarin saat RB mengunjungi rumahnya, Fraka sangat sopan dan santun dalam berbicara. Ibunya, Susi Susanti yang cukup supel melayani pertanyaan wartawan. Fraka mengaku, satu-satunya anak kampung Bahari belajar  jauh hanya dirinya. Nekat bolak balik dari Kampung Bahari ke SD ke Jl P Natadirja. Untuk menghindari terlambat tiba di sekolah, Fraka diantar rutin ibunya pakai motot pukul 06.30 WIB.

Papanya yang mendukung Fraka sekolah jauh hingga ke P Natadirja. Papanya yang meninggal serangan jantung selalu berpesan dengannya, belajarlah di sekolah yang memang kualitas bagus. “Masa hidupnya, papa mengakui keunggulan SD Negeri 20. Jauh tidak jadi masalah. Beliau selalu berpesan. Lebih baik lulus dari sekolah yang unggul. Karena anak lelaki menjadi panutan untuk adik-adiknya,” kata Fraka.

Fraka menyatakan dirinya tidak menduga keluar sebagai runner up Ujian nasional tingkat SD. Pasalnya dalam kelas unggul nilainya naik turun, apalagi pesaing di SD 20 cukup banyak. “Saya kelas A. Saya tidak menjadikan pesaing teman-teman yang ada. Saya anggap mereka teman yang saling support. Selama Unas saya lebih fokus ke ujian. mengulang soal Unas 2013 hingga 2016,” ujarnya.

Begitu juga kata ibunya, Susi Susanti. Berkali-kali mengucapkan syukur, kata Susi didikannya tidak sia-sia. Pesan suaminya menitipkan anaknya mengejar masa depan daripada masa kecil. “Suami saya meninggal 6 tahun yang lalu. Saat saya hamil 6 bulan anak kedua saya. Fraka ini ingat betul papanya. Papanya pesan waktu itu. Biarlah masa kecil hilang, kejarlah cita-cita yang tinggi,” tegas Susi.

Susi mengaku selama ujian nasional, dia selalu mengingatkan Fraka untuk terus belajar. Bahkan siang dan malam. Untuk malam, dirinya yang menjadi guru dan mengajari Fraka bila menemukan soal yang sulit. “Saya juga aktif kontak gurunya di sekolah. Apapun kendala yang ditemukan Fraka, langsung saya cari solusi. Ternyata kerja keras juga menghasilkan sesuatu yang terbaik,” tutupnya.

Peringkat 3 Rahmy

Sementara itu, peringkat ke-3  Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat sekolah dasar (SD) diraih siswi Rahmy Meftriani. Murid Kelas VI SDN 52 ini berhasil membukukan total nilai sebesar 285.0. Tiga  mata pelajaran yang diujikan, secara nasional, buah hati pasangan Risman, SE dan Erma Suryani, S.Pd. AUD asal Kabupaten Mukomuko ini, mendapat nilai  mendekati sempurna.

Data yang RB terima anak ketiga (bungsu) dari tiga bersaudara ini mencatat nilai Bahasa Indonesia 90,0, Matematika 97,5 dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 97,5

Ditemui dirumahnya yang sederhana di Jalan Salak 10 RT 01 RW 01 No. 5 Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran Pati, Rahmy langsung menyambut RB dengan ramah. Bersama sang Mama, Erma Suryani, percakapan diteras rumah yang asri dan bersih mengalir lancar. ‘’Alhamdulillah kalau Rahmy dinyatakan menjadi juara ketiga, ‘’kata dia memulai percakapan.

Dara cantik berjilbab dan kini sedang berusaha menjadi salah seorang penghafal quran , merasa prestasi  merupakan berkah luar biasa bagi dia dan keluarga. Rahmy yang bercita-cita menjadi dokter spesialis kandungan ini, tetap tidak sombong, apalagi bangga hati.  Dara kelahiran 16 Maret 2005 ini menyatakan  sombong tidak ada gunanya. ‘’Rahmy tidak sombong, tetapi menjadi lebih bersemangat dan optimis untuk  meraih cita-cita, ‘’jelasnya .

Rahmy, yang  berkulit putih semampai ini, mengaku ingin melanjutkan studi ke Sekolah Menengah Negeri (SMPN) 1 Kota Bengkulu. Alasannya kata Rahmy sekolah ini telah banyak meluluskan orang-orang sukses apalagi kakak adik dan keluarga banyak yang tamat dari sekolah ini. ‘’Rahmy mau ke sana mengikuti jejak mereka, ‘’urainya

Rahmy yang sejak duduk ditaman kanak-kanak hingga di sekolah dasar rupanya tak pernah lepas dari prestasi dan rangking dikelasnya. Lebih membanggakan rangkingnyapun selalu rangking pertama, hingga duduk di kelas enam. Bagi Rahmy, sukses belajar harus mengetahu cara-caranya terutama dalam belajar untuk  persiapan menjalani ujian nasional. ‘’Rahmy belajarnya tidak dalam semalam , tetapi sejak dari semester dua di kelas enam sudah diangsur-angsur, ‘’paparnya. Tak itu saja, belajar berkelompok, juga dilakukan dari dara, yang gemar bermusik dan seni suara olah vokal ini, terlebih waktu ujian semakin dekat. ‘’Malahan saat ujian tinggal beberapa lagi, Rahmy semakin fokus belajar, ‘’bebernya.

Ternyata haus akan ilmu pengetahuan, sudah digalakkan Rahmy, sejak masih berusia enam tahun. Sejak itu dia telah memulai kursus Bahasa Inggris di Colorado Course yang letaknya tak jauh dari Kantor Bank Indonesia. Sang Papa yang hanya seorang swastawan saat mendukung keinginan putri ketiganya ini, dengan rela setiap bolak-balik mengantar kursus termasuk ke sekolah.  Kini hasilnya Rahmy telah dinyatakan lulus untuk  penguasaan Bahasa Inggris level anak-anak dan remaja. ‘’Sebentar lagi Rahmy masuk ke level dewasa atu level English for Adult, ‘’kata Rahmy seraya tersenyum.

Bagi Rahmy sukses ini aalah  berkah luar biasa, apalagi, dia memiliki tekad ingin membanggakan kedua orang tua yang telah bersusah payah memenuhi semua keperluannya sejak bersekolah. ‘’Rahmy kalau nanti tercapai cita-cita ingin menghajikan kedua orangtua,” ungkapnya. (*)

Baca Juga ...

TPG SMA/SMK Terancam Dirapel 6 Bulan

Tunjangan Profesi Guru (TPG) SMA/SMK se Provinsi Bengkulu molor lagi. Mestinya, untuk triwulan III dibayar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *