Home / METROPOLIS / PNS Diawasi Tim Khusus Rokok Herwan: Masyarakat Boleh Melaporkan

PNS Diawasi Tim Khusus Rokok Herwan: Masyarakat Boleh Melaporkan

BEBAS ROKOK: Kawasan dilarang merokok salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu.

BENGKULU – Tampaknya usaha Pemerintah Provinsi Bengkulu memberlakukan Perda kawasan tanpa rokok akan benar-benar terwujud. Pasalnya selain sudah mengajukan perda yang sudah disahkan DPRD untuk dievaluasi Kemendagri, juga sudah mempersiapkan pembentukan tim khusus. Tim tersebut tujuannya untuk mengawasi dan menindak serta menangkap jika ada PNS atau masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu H. Herwa Antoni, SKM, M.Kes, M.Si mengatakan bahwa dalam tim akan melibatkan seluruh kepala OPD. Terutama untuk mengawasi dan menindak jika ada PNS yang melanggar dengan cara merokok di area yang sudah ditetapkan di Perda. Bahkan beberapa tempat dilarang merokok akan ditempatkan petugas keamanan berupa Satpol PP.

‘’Untuk awal ini targetnya PNS dulu. Kemudian meluar ke tempat fasilitas umum seperti angkutan dan terminal bandara serta lokasi lainnya rumah ibadah dan tempat pendidikan. Pastinya masyarakat dapat ikut bisa melaporkan jika ada yang merokok di tempat yang dilarang,’’ ujar Herwan kepada RB kemarin.

Dalam penerapkan sanksi pidana jika memang sanksi peringatan lisan dan tertulis hingga tiga kali dilakukan. Walaupun larangan merokok akan diberlakukan, Pemda tidak akan menyediakan tempat merokok khusus. Artinya khusus di perkantoran akan distirilkan dilarang merokok. Begitu juga tempat fasilitas umum seperti Mall lainnya. Rumah sakit serta sekolah.

‘’Sekarang kita masih menunggu turunan dari Perda itu akan dituangkan dalam Pergub. Jadi tim nantinya akan tergabung di dalam Pergub. Untuk memproses yang melanggar akan dilakukan penyidikan oleh PPNS Pemprov. Kemudian bisa diserahkan ke pengadilan untuk disidangkan,’’ terangnya.

Diakui Herwan, diberlakukannya larangan merokok nantinya akan membantu kesehatan masyarakat. Selain itu juga akan mengurangi maraknya anak-anak yang

sudah ikut merokok. Serta mengantisipasi pencemaran udara yang bisa berakibat kematian. Seperti jantung dan kanker.

‘’Kalaupun ada ditempatkan lokasi merokok khusus hanya akan memanfaatkan fasilitas seadanya. Namun lokasi nantinya jauh dari masa,’’ bebernya.

Sementara Anggota Badan Legislasi DPRD Provinsi H Edi Sunandar, SE meminta agar Perda tersebut dapat diberlakukan betul. Jika memang ingin diterapkan. Sebab sudah banyak perda yang sudah disahkan DPRD tetapi tidak diterapkan oleh Pemprov. Seperti Perda Nomor 5 tahun 2013 tentang Minerba. Lalu masih banyak perda lainnya.

‘’Sebenarnya larangan merokok itu baik. Tapi harus disiapkan juga bagi untuk tempat yang perokok pasif. Jangan sampai larangan dilakukan tapi tidak memberikan solusi bagi yang perokok. Karena merokok itu bagi yang candu tidak bisa berhenti serta merta,’’ pungkasnya.(che)

Baca Juga ...

Tiket Pesawat Ludes

BENGKULU – Terhitung H-3 hingga kemarin, puncak harus mudik mulai terjadi. Terutama arus mudik yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *