Home / CURUP / Siapkan Pembebasan Lahan Sukseskan Progam Garden Flower

Siapkan Pembebasan Lahan Sukseskan Progam Garden Flower

Garden Flower: Salah satu destinasi wisata Kabupaten RL.

CURUP – Untuk mensukseskan program Visit Wonderful Bengkulu 2020 dengan membangun Garden Flower di Kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB). Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong siap melakukan pembebesan lahan masyarakat yang ada di Kawasan DMHB. Namun besaran anggaran yang disiapkan untuk pembebesan lahan tersebut belum ada. Karena menurutnya baru akan dibahas dalam APBD Perubahan Kabupaten Rejang Lebong tahun 2017 ini.

Saat ini pihak Pemkab Rejang Lebong mulai menginventarisir lahan yang ada di kawasan DMHB. Dimana menurutnya kebutuhan untuk pembangunan garden flower ini akan membutuhkan luasan lahan sekitar 200 hektar.

“Sehingga memang kita perlu melakukan pembebesan lahan,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rejang Lebong, Ir Zulkarnain MT.

Ia menambahkan, bila memang nanti ada masyarakat yang menolak melakukan pembebasan lahan, maka Pemda akan memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa fokus pembangunan di kawasan DMHB adalah penanaman bunga. Sehingga masyarakat yang menolak dibebaskan lahannya bisa dibina sehingga mereka juga mau menanam bunga. Pemda juga mengimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di jalan utama yang memiliki lahan kosong untuk memanfaatkan lahan tersebut untuk ditanami bunga.

“Dengan semakin banyaknya tanaman bunga bukan hanya dikawasan DMHB saja, maka saat pengunjung masuk ke Rejang Lebong mereka akan langsung menikmati kebun bunga,” ungkap Zulkarnain.

Sementara itu, terkait dengan jenis bunga yang akan ditanam sendiri, menurut Zulkarnain akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong.

“Untuk mengetahui jenis bunga apa yang paling cocok ditanam di Kabupaten Rejang Lebong sesuai dengan jenis tanah dan iklim yang ada di Rejang Lebong,” tutup Zulkarnain. (nok)

Baca Juga ...

Anggaran DL Diduga jadi THR

CURUP – Informasi baru mulai terkuak kembali dari kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *