Home / CURUP / Terapkan Lima Hari Sekolah Pendidikan Agama Tetap Diutamakan

Terapkan Lima Hari Sekolah Pendidikan Agama Tetap Diutamakan

CURUP – Penghapusan mata pelajaran pendidikan agama yang menjadi kisruh akibat penrapan sekolah lima hari masih menuai pro dan kontra. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI berencana akan menghapuskan pelajaran agama di ruang kelas dan menggantinya di luar sekolah seperti di masjid, madrasah, gereja atau pura.

Menyikapi masalah tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong (RL) Iqbal Bastari, S.Pd , MM menuturkan bahwa pendidikan agama itu sangat penting bagi siswa. Apalagi dalam membentuk karakter anak dengan berlandaskan nilai-nilai etika, estetika dan moralitas yang didapatkan dari pelajaran agama.

“Kenapa sangat penting pelajaran agama ini, karena sesuai dengan artinya, agama itu notabenenya berasal dari bahasa sangsekerta, a itu tidak gama itu kacau artinya biar tidak kacau, kita diajarkan sejak kecil hingga dewasa pun negara kita masih belum mencapai titik ideal, apalagi kalau dihilangkan,” terang Iqbal.

Wabup menambahkan dalam membangun suatu negara penting adanya penguatan dari segi agama dan budi pekerti. Dimana, suatu negara pun belum mencapai titik ideal meski telah membangun dengan nilai-nilai agama apalagi yang tidak.

“Negara maju pun mereka masih mengajarkan nilai budi pekerti, seperti Jepang, mereka terkenal dengan sopan-santunnya, nilai etika, estetika dan nilai-nilai moralitas itu kemasannya berbeda, jika kita melalui keagamaan mereka melalui budipekerti, jadi sebutannya saja yang berbeda,” papar Iqbal.

Namun Wabup mengungkapkan, jika pelajaran agama di hapuskan dari sekolah, Wabup tidak setuju. Sebaliknya jika proses pembelajarannya dipindahkan maka Wabup mendukung.

“Jika dipindahkan kegiatannya tidak lagi dikelas tapi dipindahkan ke masjid atau tempat ibadah lainnya lebih afdol, dalam artian pembelajaran lebih bersentuhan dengan nilai relegius,” pungkas Iqbal. (nok)

Baca Juga ...

Harga Gas Elpiji 3 Kg Meroket, Warga Resah

CURUP – Kondisi masyarakat yang sudah susah semakin terpuruk oleh ulah para spekulan yang mencari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *