Sabtu , 23 September 2017
Home / BERITA UTAMA / Polres Ungkap Penjualan Kulit Harimau Sumatera

Polres Ungkap Penjualan Kulit Harimau Sumatera

BB: Tiga tersangka memegang barang bukti berupa kulit dua ekor harimau dalam keadaan utuh kemarin. Tampak Kapolres Mukomuko AKBP. Yayat Ruhiyat, S.IK didampingi Wakapolres dalam jumpa pers, kemarin.

PENARIK – Seorang Wali Nagari atau umumnya disebut kepala desa (Kades) di Sumatera Barat (Sumbar) diringkus Satreskrim Polres Mukomuko. Ini setelah tertangkap tangan sedang hendak transaksi penjualan kulit dua ekor harimau. Yakni berinisial Su, menjabat Wali Nagari di Sungai Gambir Sako Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar.

Total ada tiga tersangka dalam kasus penjualan kulit harimau yang diungkap Polres bekerjasama dengan tim Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Selain Su seorang Wali Nagari, dua tersangka lagi yaitu Ra warga Desa Arah Tiga dan Fa warga Desa Ranah Karya Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.

Kapolres Mukomuko AKBP. Yayat Ruhiyat, S.IK dalam jumpa pers kemarin mengatakan, pengungkapan ini diawali penyelidikan sejak enam bulan yang lalu. Dengan berbagai trik, akhirnya baru terbongkar dan para tersangka dibekuk kemarin (12/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Yang pertama ditangkap yakni tersangka Su dan Ra. TKP di jalan lintas Padang-Bengkulu Desa Penarik Kecamatan Penarik, Mukomuko. Upaya penangkapan pun berhasil, meskipun sempat melepaskan tembakan peringatan. “Mereka membuat kemufakatan untuk menjual kulit harimau berikut dengan tulang belulang serta tengkoraknya. Saat itulah kita tangkap. Soal teknik penangkapan, disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kata Kapolres.

Dari tangan keduanya berhasil diamankan kulit utuh dua ekor harimau, mulai dari bagian kepala, leher, badan, kaki hingga ekor. Dibungkus dalam karung plastik, berikut dengan tulang belulang serta tengkorak harimau.

Keduanya digelandang ke Mapolres untuk diinterogasi. Pengembangan, akhirnya berhasil dibekuk tersangka Fa. Ditangkapnya Fa karena menurut keterangan tersangka Su dan Ra, barang bukti itu dari Fa. Dialah yang menyimpan barang bukti itu sebelum dibawa oleh tersangka Su dan Ra. Tersangka Fa dibekuk di simpang pabrik USM Lubuk Pinang sekitar pukul 23.00 WIB kemarin (12/7).

“Rencana mereka kulit harimau ini mau jual ke Kota Bengkulu, dijanjikan harga Rp 80 juta. Makanya kami masih melakukan pengembangan tentang jaringan-jaringan kegiatan mereka ini,” terang Kapolres.

Tulang belulang yang diamankan dalam kondisi kering, sedangkan dua kulit harimau itu basah lantaran diawetkan dengan spritus. Harimau ditangkap pelaku di wilayah TNKS Kabupaten Mukomuko. Dan harimau tersebut sepasang, ditaksir usia harimau saat diburu sekitar satu tahun.

Untuk yang betina, panjang kulit sekitar 95 centimeter (CM), tinggi 56 CM. Diperkirakan dalam kondisi hidup lebih tinggi tegak harimau tersebut. Lebar telapak 8 CM dan kumis 20 lembar. Sedangkan yang jantan, panjang dari kepala sampai ke ekor sekitar 102 CM, tinggi 56 CM, telapak kaki panjang 9 CM dan kumis 23 lembar sebelah kanan dan 22 lembar sebelah kiri. “Pelaku diduga sudah ahli, dilihat dengan cara mengkuliti harimau itu cukup rapi. Untuk gigi dan buah zakar sudah hilang. Keduanya murni harimau sumatera,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 40 ayat 2 juncto paal 21 ayat 2 huruf b dann d Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Ala Hayati dan Ekosistem Juncto Pasal 55 KUHP. “Satu unit kendaraan Suzuki APV warna biru metalik juga kita amankan. Pengakuan mereka itu mobil rental,” tukas Kapolres. (hue)

Baca Juga ...

Perkara Suap Menguat

BENGKULU– Perkara dugaan suap terhadap Gubernur Bengkulu (nonaktif), Dr. H Ridwan Mukti, MH menguat. Penegasan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *