Selasa , 19 September 2017
Home / BERITA UTAMA / Diduga Bayi Mati Dibunuh – Di Sekujur Badan Korban, Ditemukan Luka Lebam

Diduga Bayi Mati Dibunuh – Di Sekujur Badan Korban, Ditemukan Luka Lebam

BALITA MALANG: Karin Purnama (2,5) saat dibawa ke RSUD M Yunus Bengkulu, Jumat (14/7).

BENTENG – Dugaan tidak wajar di balik kematian Karin Purnama, bayi berumur 2,5 tahun, Kamis (13/7) di Desa Kota Nyiur Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah semakin menguat (baca RB edisi kemarin).  Polisi menduga kuat, bayi malang itu dibunuh. Sebab, banyak kejanggalan dari temuan jasad bayi yang mengindikasikan telah terjadi kekerasan. Kejanggalan ini terus dikembangkan Polres Bengkulu Utara.

Seperti diberitakan kemarin, sekitar pukul 13.10 WIB, warga Desa Kota Niur, Kecamatan Taba Penanjung gempar. Bagaimana tidak, warga menemukan tubuh bayi, Karin Purnama (2) tergeletak tak bernyawa di samping bak mandi rumah yang sedang ditinggal kosong penghuninya, Hasim Bustami (45).

Tragisnya, di sekujur tubuh bayi itu didapati luka lebam bekas penganiayaan. Dari situ warga berkeyakinan kalau bayi perempuan itu korban penganiayaan. Diduga, korban tidak dianiaya di rumah milik Hasim Bustami, tetapi hanya sebagai tempat pembuangan. Bayi diletakkan di samping kamar mandi sudah dalam kondisi tak bernyawa. Sementara Hasim dan istrinya sedang tak berada di rumah.

Kecurigaan dibunuh semakin menguat setelah jenazah korban, Jumat (14/7) dibawa ke RS M Yunus (RSMY) Bengkulu untuk dilakukan otopsi.

Kapolres BU AKBP Andhika Vishnu S. Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jufri S. Ik menjelaskan pihaknya tengah berupaya mengungkap penyebab kematian korban. Kejanggalan itu antara lain, ditemukan luka lebam di sekujur tubuh korban. Hal itu diduga kuat telah terjadi penganiayaan sebelumnya. “Hampir sekujur tubuh mulai dari tangan, kaki, perut, leher, punggung dan mata semuanya ada bekas lebam,” terang Jufri.

Untuk melakukan otopsi, menurut Jufri, terpaksa didatangkan ahli forensik dari Mabes Polri yakni AKBP dr Wahyu. Karena, di Bengkulu hingga saat ini belum ada ahli forensik untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Dari hasil otopsi yang telah dilakukan, luka lebam yang dialami korban bukan hanya terjadi satu kali saja. Namun, sudah terjadi berulang kali. Hal ini dibuktikan dengan luka lebam ada yang sudah mendekati sembuh, namun sudah ada luka lebam baru.

Jufri menambahkan, saat ini pihaknya tengah memburu ibu kandung korban, Lessi (21) dan suaminya yang kedua Budi Haryanto (24). Keduanya memang yang terakhir bersama korban sebelum mayat korban ditemukan warga Desa Kota Niur Wiwin Gunadi.

Kasat juga menjelaskan bahwa untuk lelaki yang terlihat oleh warga desa, bukanlah Bapak kandung korban yang bernama Joni Iskandar (23). Karena, Joni selama ini sudah pisah rumah dengan ibu korban, dan menetap serta berkebun di daerah Taba Penanjung.

Berbekal informasi tersebut, bisa menjadi petunjuk baru untuk mengungkap penyebab kematian korban. Karena, warga yang melihat laki-laki saat ibu korban meletakkan korban ke dalam kamar mandi di rumah warga Desa Kota Niur, mengira lelaki tersebut adalah ayah korban. Warga tidak mengetahui bahwa ibu korban sudah menikah lagi untuk yang kedua kalinya.

“Dugaan kami saat ini mengarah kepada ibu kandung dan bapak tiri korban sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal,” jelas Jufri.

Sementara itu, bapak kandung korban, Joni Iskandar saat dikonfirmasi ketika sedang menunggu jenazah anaknya untuk diotopsi mengaku bahwa dirinya memang sudah lama berpisah dengan istrinya tersebut. Tepatnya ketika umur korban masih berusia dua bulan. Bahkan sampai meninggal, Joni mengaku belum pernah menggendong anaknya tersebut. Terakhir ketika lebaran tahun lalu, saat itu dirinya ingin berlebaran dan ingin meminta agar dirinya juga bisa bersama merawat anaknya, meskipun tidak penuh. Namun keinginan tersebut ditolak mentah-mentah oleh ibu korban, bahkan tak memberikan kesempatan korban untuk digendong bapak kandungnya.

Mengenai alasan dirinya berpisah, menurut Joni, saat itu istrinya meminta izin untuk ke Lampung dengan tujuan sekolah lagi. Permintaan tersebut sebelumnya sempat ditolaknya. Namun ibu korban tetap bersikeras ingin menjalankan niatnya sekolah lagi tersebut.  “Tahu-tahu tidak lama setelah lebaran tahun lalu, sekitar bulan Oktober istri saya meminta saya menyetujui dan menandatangani surat untuk menikah lagi dengan orang lain,” ujar Joni.

Joni akhirnya merelakan istrinya tersebut menikah lagi dan tetap tak bisa mengambil anaknya tersebut hingga didapat kabar telah meninggal kemarin.

Joni mengatakan bahwa dirinya mendapat kabar anaknya meninggal sekitar pukul 17.30 WIB. Dirinya juga tidak menduga kalau polisi akan mengotopsi anaknya karena banyak kejanggalan ditemukan terutama ditubuh korban. Dan Joni menyerahkan hal tersebut kepada kepolisian dan berharap bisa terungkap alasan atau penyebab tewasnya korban.

 

Otopsi Disaksikan Kakek

Kakek korban yang bernama Harnawi (50), (Bapak dari Lessi) kemarin juga berada di RSUD M Yunus Bengkulu untuk menyaksikan otopsi cucunya tersebut. Kepada RB, Harnawi mengatakan dirinya mengetahui korban meninggal dari warga sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (13/7). Pagi sebelum ditemukan meninggal, korban malah masih sempat bermain dengan kakeknya tersebut. Sekitar jam 10.00 WIB korban dibawa ibunya dari Desa Gajah Mati dengan alasan ingin ke kebun karet di Desa Karang Nanding untuk mengumpulkan getah karet. Namun, hingga ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, ibu korban juga tak memberi kabar dan tidak diketahui ke mana perginya bersama suami yang kedua.

“Selama ini saya juga rajin menjaga cucu saya kalau ibunya pergi,” kata Harnawi.

Harnawi mengakui juga tidak akan menghalangi aparat kepolisian yang saat ini sudah menangani dan berupaya untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Selesai diotopsi, sekitar pukul 16.00 WIB bayi malang tersebut akhirnya dibawa oleh pihak keluarga bapak kandungnya untuk dimakamkan di Pemakaman Karang Indah Kota Bengkulu, karena memang keluarga besar bapak kandungnya menetap di sana. (vla)

Baca Juga ...

Dua Menteri Turun ke Bengkulu – Bawa Misi Program Presiden Jokowi

BENGKULU – Provinsi Bengkulu kedatangan dua tamu spesial kemarin. Yakni Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *