Senin , 20 November 2017
Home / BERITA UTAMA / Empat Bandit Bersenjata Api Toke Sawit Dirampok Rp 200 Juta

Empat Bandit Bersenjata Api Toke Sawit Dirampok Rp 200 Juta

TKP: Kantor UD. Tani Makmur yang menjadi TKP perampokan, kemarin siang.

PONDOK SUGUH – Aksi perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko. Selang tiga minggu sejak perampokan sebelum lebaran Idul Fitri (pelaku sudah tertangkap) di mana pelaku berhasil membawa kabur uang Rp 122 juta, kali ini perampokan kembali terjadi lagi. Korbannya seorang toke sawit, H. Risman. Uang yang dirampok lebih besar lagi yakni Rp 200 juta.

Bagaimana kronologis perampokan?  Informasi terhimpun di lapangan, aksi perampokan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB Jumat (14/7) di Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh (Ponsu). Korban toke sawit terbesar di wilayah Ponsu, H. Risman warga Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Rumbai. Kediaman Risman bertetangga dengan Wakil Bupati (Wabup) Mukomuko Haidir, S.IP.

Dalam aksinya pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp 200 juta. Uang itu digasak pelaku di kantor UD (Usaha Dagang) Tani Makmur milik korban yang berlokasi di Desa Lubuk Bento, tidak jauh dari simpang pabrik CPO (Crude Palm Oil) PT. DDP Lubuk Bento.

Pelaku berjumlah empat orang, dan beraksi mengancam korban dengan senjata api (Senpi). Informasinya pelaku sempat melepaskan tembakan ke udara. Kasir UD Tani Makmur, Anton Rahroni (33), warga Desa Gading Jaya, Kecamatan Sungai Rumbai, sempat diancam akan ditembak dengan senpi.

Pelaku tiba di TKP dengan mengendarai dua unit motor. Jenis motor  diduga Yamaha Mio dan Honda Revo Fit warna biru list hitam. Namun diperoleh juga informasi motor Honda Revo tersebut milik salah satu warga yang ada di lokasi saat kejadian perampokan. Motornya bernomor polisi (Nopol) BM 2155 NP.

Masih informasi yang terhimpun dari berbagai sumber, Kasir UD Tani Makmur, Anton sebelumnya berangkat dari kediamannya menuju pabrik CPO PT. BMK. Anton melakukan transaksi penukaran UD Tani Makmur senilai Rp 450 juta dengan kasir PT. BMK.

Usai mencairkan uang, Anton melanjutkan perjalanan ke kantor UD. Tani Makmur tak jauh dari pabrik CPO PT. DDP Lubuk Bento. Selang beberapa saat kemudian, dalam perjalanan Anton dihentikan dan ditodong pelaku dengan senjata api (Senpi) seraya menanyakan uang yang disimpan. Lalu pelaku masuk ke mobil dan mengambil uang dari dalam mobil itu, kemudian kabur.

Informasinya lagi, sebelum kabur, para pelaku yang berjumlah empat orang dengan dua diantaranya terlihat menenteng senpi jenis pistol. Pelaku sempat menodongkan senpi jenis pistol ke salah satu warga yang ada di TKP yang belakangan ketahui bernama Asrul. Pelaku sempat melepas satu kali tembakan ke udara, baru kemudian kabur dengan turut membawa kabur motor milik Asrul merek Honda Revo Fit menuju ke arah Kota Mukomuko.

Kapolres Mukomuko AKBP. Yayat Ruhiyat, S.IK dikonfirmasi melalui Wakapolres Kompol. PM. Amin, S.Ag tak menampik adanya kejadian tersebut. “Sampai saat ini saya juga belum tahu kronolgisnya. Yang saya dapatkan informasi,  pelaku berjumlah 4 orang dengan membawa senjata api,” kata Wakapolres.

Pelaku informasinya sempat mengeluarkan senpi dan menembakkan ke atas guna menakuti korban. Setelah berhasil menggasak uang korban sekitar Rp 200 juta, pelaku langsung melarikan diri dengan menggendari sepeda motor diduga mengarah Mukomuko ke Padang, Sumatera Barat (Sumbar).  “Informasinya pelaku langsung melarikan diri ke arah Kota Mukomuko,” imbuh Wakapolres

Pengejaran terhadap pelaku sempat dilakukan. Entah bagaimana, upaya pengejaran itu berhasil menemukan salahsatu motor yang diduga digunakan pelaku. Motor Honda Revo itu tergelatak di pinggir jalan dekat jembatan Desa Air Berau. “Cuma satu motor yang ditemukan, untuk pelaku masih dalam pengejaran,” terangnya.

Merespon itu, Polres Mukomuko langsung menurunkan kekuatan penuh. Razia besar-besaran digelar di sejumlah lokasi, untuk menghambat akses keluar pelaku dari wilayah Kabupaten Mukomuko. Bahkan terpantau RB, Wakapolres pun langsung turun tangan ikut merazia kendaraan di jalan lintas depan Pos Lantas yang berada di perbatasan Banda Udara Mukomuko didampingi Kasat Lantas AKP. MS. Fuad Rangkuti, SH, S.IK kemarin siang. Dan razia pun masih digelar ketika berita ini disusun.

“Semua jalan lintas sudah ditutup dengan digelar razia. Semoga pelakunya cepat tertangkap, dan masyarakat jika ada yang mencurigakan, cepat lapor ke Polres atau Polres atau ke anggota polisi,” pungkasnya.

 

Keterangan Istri Korban

Sementara itu menurut keterangan istri korban dikonfirmasi RB, Rita, dalam kejadian perampokan itu, suaminya bernama Anton berhasil selamat dan tidak mengalami luka-luka. Ia menduga suaminya sudah diintai lantaran membawa uang sejumlah Rp 200 juta. Uang itu dibawa dari kediamannya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihsan Desa Air Hitam.

Anton sendirian saat tiba di kantornya. Ketika baru tiba itulah, suaminya didatangi 2 orang yang menggunakan sebo atau penutup kepala dan wajah. Terlihat salah satu diantaranya memegang senpi dan menodongkan ke korban seraya menayakan keberadaan uang yang dibawa korban.  “Sementara yang satu orang lagi dengan menggunakan senjata tajam, menggeledah seisi kantor tempat Anton bekerja,” terang Rita.

Anton sempat mengelak, namun akhirnya tak kuasa atas tekanan sehingga mengakui uang di dalam mobil yang digunakannya. Pelaku pun langsung menyasar mobil, mengambil uang dan kabur. “Uang itu untuk penukaran SP sawit,” kata Rita.

Masih diterang Rita, pelaku kabur tidak menggunakan motor Honda Vario yang terparkir di depan kantor yang diduga digunakan pelaku. Diduga kuat pelaku gagal menghidupkan motor tanpa terpasang Nopol itu. Tapi pelaku kabuar malah dengan merebut motor Honda Revo Nopol BD 2155 NP yang digunakan rekan Anton yang baru tiba di lokasi.

“Motor yang dilarikan pelaku ditemukan warga Desa Air Bikuk, Pondok Suguh tak jauh dari lokasi kejadian. Setelah diperiksa polisi, motor dalam kondisi terbalik dan tangki minyak motor kosong,” tukas Rita.

Pihak kepolisian hingga berita ini diturunkan belum menerangkan kronologis kejadian yang resmi. Mereka masih berupaya melakuan penyelidikan. (hue)

Baca Juga ...

Bertaruh Nyawa, Digulung Ombak Sudah Biasa

Kita sering melihat batu kecil indah dijajakan di pinggir jalan, khususnya di daerah pesisir pantai. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *