Senin , 20 November 2017
Home / BERITA UTAMA / Zulkifli Hasan Belum “Restui” Helmi Hasan

Zulkifli Hasan Belum “Restui” Helmi Hasan

TOKOH: Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan diapit Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi dan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam acara di Grage Hotel Bengkulu, Jumat (14/7). Zulkifli yang juga Ketua Umum PAN memberi pernyataan mengejutkan terkait bursa Pilwakot.

BENGKULU– Kepastian Helmi Hasan, SE maju lagi Pilwakot 2018 masih berada di persimpangan. Buktinya, kakak kandung Helmi yakni Zulkifli Hasan belum “merestui” sang adik untuk mencalon kembali Pilwakot periode yang kedua.

Zulkifli Hasan malah menyarahkan agar diberi kesempatan kepada para kandidat lain untuk maju.

“Sepertinya sih banyak yang lain. Kasih kesempatan kepada yang lain. Misalnya kalau ada yang bagus, bisa yang lain,” terang Zulkifli saat kunjungan kerja di Kampus V Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Pagar Dewa Kota Bengkulu.

Dia mengajak masyarakat Bengkulu memberikan hak suara pada Pilwakot mendatang sesuai hati nurani dan bukan karena ada kepentingan tertentu.

Zulkifli berharap Pilwakot Bengkulu penuh dengan cinta damai. Masyarakat tidak dimasukkan ke dalam pusaran politik. Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga memastikan kader parpol PAN juga banyak yang potensial menjadi pemimpin berikutnya. “Helmi ya memang sudah dipercaya menjadi walikota. Saya pertegaskan kembali, jika di PAN itu sendiri banyak kader yang cocok menjadi pemimpin. Ikutilah proses baik,” imbuh Zulkifli.

Siapapun yang maju dan berpeluang menang kata Zulkifli, tentunya memiliki penilaian yang bagus dari masyarakat.Sudah tidak zamannya lagi memperoleh kemenangan karena pengaruh ras atau pemberian-pemberian sesuatu barang.

“Jangan biasakan kita berpikiran rasis. Siapapun yang maju dan terpilih menang, tentunya itu pilihan yang baik. Jangan rasis dijadikan sebagai dasar kemenangan, karena Negara kita amanatkan azas demokrasi yang bebas,” jelas Zulkifli.

Zulkifli Hasan menambahkan, memilih seorang pemimpin itu harus didukung dengan keyakinan hati tanpa mengharapkan budi. Bila dalam Pilkada seorang bakal calon memberikan sesuatu barang atau komitmen, janganlah memilih calon tersebut.

“Jangan sampai ada istilah hutang budi. Pilihlah dengan kesadaran diri.Sebelum memilih, cek betul siapa yang akan dipilih. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Jangan terbelenggu dengan janji,” imbuh Zulkifli. (rif)

Baca Juga ...

Bertaruh Nyawa, Digulung Ombak Sudah Biasa

Kita sering melihat batu kecil indah dijajakan di pinggir jalan, khususnya di daerah pesisir pantai. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *