Sabtu , 23 September 2017
Home / METROPOLIS / FH Unib dan Peradi Gelar PKPA

FH Unib dan Peradi Gelar PKPA

PELATIHAN: Pembukaan dan pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) terselenggara dengan sukses.

BENGKULU – Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (Unib) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi  Advokat (PKPA). Pelatihan ini diikuti oleh 31 orang peserta dari berbagai kalangan, baik itu dari PNS, swasta, dan alumni Unib.   Terselenggaranya pelatihan ini atas kerja sama Fakultas Hukum Unib dengan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Acara ini  dibuka pada  14 Juli oleh Dekan FH Unib Prof. Dr. Herawan, SH. MS. Akan berakhir pada  30 Juli. Hadir  Ketua Bidang PKPA dan Sertifikasi Advokat DPN Peradi, Dr. Shalih Mangara Sitompul, SH,MH, Ketua DPC Peradi Bengkulu, Edy Sugiarto, SH,MH,  Ketua Laboratorium  FH UNIB, M.  Yamani, SH.,M.Hum, dan Ketua Panitia Rahma Fitri, SH. MH. Yang diisi pemateri  dari 19 orang pemateri , 11 dari praktisi dan 9 dari Akademi.

Edy Sugiarto mengatakan PKPA ini diikuti oleh sarjana berlatar belakang hukum. Baik itu sarjana hukum maupun sarjana hukum Islam. Untuk menjadi Avokat harus mengikuti pelatihan ini.
“Nantinya calon advokat akan mengikuti ujian profesi advokat, dan dilanjutkan dengan sumpah advokat. Agar bisa lulus dan mendapatkan izin sebagai Advokat. Dalam Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) periode 2017 di UNIB ini,” jelasnya Edy Jumat (14/7/2017) kemarin.
Edy Juga menjelaskan, setelah acara ini dilanjutkan dengan ujian advokat dan sumpah advokat. Tujuannya untuk mencetak advokat, agar ketika  mereka terjun ke lapangan  itu mereka sudah mempunyai bekal yang cukup.

“Apa yang dipunyai oleh seorang advokat ibarat dokter dia harus magang dahulu. Dia harus memahami aturan-aturan, Harus mempunyai kode etik. Jadi tidak langsung terjun kelapangan dipahami kemudian bagai mana proses menjadi pengacara semua harus dipelajari,” terang Edy.

Pelatihan ini merupakan momen awal untuk calon advokat. Sebagai tonggak awal bagi para calon advokat. Bukan hanya dari segi profesional saja namun juga memperhatikan aspek-aspek moralitas dan etika. Kita sesuaikan dengan visi dan misi sebagai sarjana profesional dan bermoral.
“Karena profesi advokat adalah profesi yang kental dengan etika dan moral sudah barang tentu mereka harus memiliki wawasan yang luas di bidang hukum namun tetap berpegang teguh pada etik dan moral dalam melaksanakan pelayanan di bidang hukum,” ungkap Edy.
Zaman yang menjadi salah satu pengajar dalam pelatihan tersebut menegaskan pendidikan profesi advokat wajib diikuti calon advokat yang ingin terjun di persidangan. Akan membimbing peserta bagaima menjadi seorang advokat yang berintegritas juga berdedikasi tinggi serta memiki etika dalam tugasnya membela masyarakat yang bersinggungan dengan hukum. Karena advokat adalah profesi yang mulia.
“Advokat tidak boleh menolak perkara serta siap memberikan bantuan hukum cuma-cuma bagi warga yang kurang mampu,”tutup Edy.(dra/dri prw)

Baca Juga ...

TPP Tidak Mungkin Ditiadakan – Riduan: Aset dan TPP Beda Konteknya

BENGKULU – Polemik DPRD Kota Bengkulu meminta evaluasi terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) lantaran ada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *