Home / BERITA UTAMA / Hari Ini, Kejati Akan Periksa Waka DPRD

Hari Ini, Kejati Akan Periksa Waka DPRD

SAMBUT : Kajati Bengkulu yang baru Baginda Polin Lumban Gaol, SH disambut jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dibandara Fatmawati pagi kemarin.
Selamat Datang Kajati Baru

BENGKULU – Pengusutan kasus dugaan korupsi proyek jalan di Pulau Enggano tahun 2016 senilai Rp 17,5 miliar, terus dikebut penyidik Kejati Bengkulu. Proses penyidikan sudah meliputi mulai dari perencanaan hingga ke proses pelaksanaan atau realisasi fisik proyek.

Temuan BPK dalam pelaksanaan proyek di Enggano diduga menimbulkan Kerugian Negara (KN) hingga Rp 7,1 miliar. Kerugian Negara sebesar itu muncul mulai dari proses perencanaan hingga proses pelaksanaan fisik pembangunan. Belum lagi ditambah denda sanksi Rp 500 juta yang seharusnya diberikan kepada PT. Gameli Alam Sari yang merupakan perusahaan pelaksana kegiatan.

Kajati Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol, SH didampingi Asisten Bidang Pidana Khusus (Aspidsus) Hendri Nainggolan, SH, MH melalui Ketua Tim Penyidik perkara jalan pulau Enggano Adi Nuryadi Sucipto, SH, MH mengatakan, proses penyidik sudah include mulai perencanaan hingga pelaksanaan. Proses pemeriksaan yang mereka lakukan secara bertahap dan marathon dalam beberapa bulan belakangan terhadap saksi, juga sudah include terkait proses perencanaan dan pelaksanaan.

‘’Begitu juga dengan proses penggeledahan yang kita lakukan di 3 lokasi, Dinas PUPR, Biro Keuangan atau BPKD dan ULP Provinsi Bengkulu, juga kaitannya dengan proses perencanaan hingga pelaksanaan fisik pembangunan jalan di Pulau Enggano tahun 2016. Jadi sudah include dalam satu proses penyidikan yang sudah kita lakukan sejak beberapa bulan belakangan,’’ terang Adi.

Dilanjutkan Adi, untuk proses pemeriksaan saksi, dijadwalkan untuk hari ini (17/7) giliran Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Edison Simbolon yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar). ‘’Kalau tidak salah, besok (hari ini, red) yang dijadwalkan akan dimintai keterangan sebagai saksi adalah pa Edison Simbolon. Baru nanti salah satu dewan provinsi dapil Bengkulu Utara dan jadwal ulang Ketua DPRD sekaligus Ketua Banggar,’’ lanjut Adi.

Ditambahkan Adi, untuk sementara saksi dari Banggar DPRD Provinsi Bengkulu, memang baru 3 orang saja yang dibutuhkan. Masing-masing Ketua Banggar, Wakil Ketua Banggar dan salah satu dewan provinsi Dapil Bengkulu Utara. ‘’Untuk sementara baru itu (tiga dewan, red) yang akan dimintai keterangan sebagai saksi sejauh ini dari Banggar. Ya kita lihat nanti bagaimana hasil pemeriksaannya. Kalau masih ada yangn perlu kita panggil, ya kita panggil,’’ imbuh Adi

 

Kajati Tiba di Bengkulu

Sementara itu, Kajati Bengkulu yang baru, Baginda Polin Lumban Gaol, SH, Minggu (16/7) pukul 10.00 WIB tiba di Bengkulu setelah dilantik oleh Jaksa Agung Prasetyo Jumat (14/7).

Begitu mendarat di Bandara Fatmawati Bengkulu kemarin, Baginda Polin Lumban Gaol langsung disambut jajarannya. Diantaranya terlihat menyambut Kajati Bengkulu, Kasi Penkum, Asisten di lingkungan Kejati Bengkulu, para kasi dan Koordinator, termasuk Kajari Bengkulu. Selain itu, dari Pemprov Bengkulu diwakili Plt. Sekda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto. Serta beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu lainnya.

Baginda yang datang ke Bengkulu di dampingi istrinya ini, menggunakan setelan safari warna biru. Rombongan Kajati tidak mampir ke ruang VIP seperti biasanya, tapi langsung keluar bandara.

Rombongan malah berhenti di salah satu tempat makan nasi uduk di kawasan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung, baru setelah itu menuju rumah dinas untuk istirahat.

Meskipun cukup singkat yang disampaikan Baginda saat menjawab pertanyaan awak media yang sudah menunggu sejak pagi, namun apa yang disampaikannya cukup berkesan. ‘’Ya, kita datang ke sini (Bengkulu, red) untuk ikut serta mendorong pembangunanlah. Begitu kira-kira,’’ ujar Baginda.

Ketika ditanya lagi lebih jauh, soal langkah pertama apa yang akan dilakukannya saat memulai tugas sebagai Kajati Bengkulu, dirinya belum mau berkomentar. Termasuk soal apa targetnya terkait berbagai perkara korupsi yang saat ini sedang ditangani di Kejati Bengkulu. ‘’Nanti dulu, saya belum sampai ke sana,’’ singkat Baginda.

Adapun berbagai kasus dugaan korupsi yang saat ini masih terus ditangani Kejati Bengkulu sepeninggal Kajati Bengkulu yang lama Sendjun Manullang, SH, MH yang pension 10 Juni 2017 lalu, diantaranya dugaan korupsi pembangunan jalan di Pulau Enggano 2016, Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kumuh 2015, Penyelewengan dana kegiatan sosialisasi pajak daerah 2016 dan masih ada beberapa kasus lainnya yang masih dalam proses pulbaket puldata dan penyelidikan. (dtk)

Kasus Korupsi Yang

Sedang Ditangani Kejati

 

  1. Proyek jalan di Pulau Enggano 2016
  2. Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kumuh 2015
  3. Penyelewengan Dana Sosialisasi Pajak Daerah Kota 2016

 

Baca Juga ...

Sultan: Anti Korupsi Jangan Cuma Slogan

BENGKULU – Kasus yang menjerat Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan mantan Gubernur Bengkulu Junaidi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *