Home / BERITA UTAMA / OTT Kaur, Polda Sita 2 Dus Dokumen – Duit Suap Rp 80 – Rp 15 Juta

OTT Kaur, Polda Sita 2 Dus Dokumen – Duit Suap Rp 80 – Rp 15 Juta

GELEDAH : Penyidik Polda Bengkulu membawa dua dus dokumen hasil penggeledahan ruang Mutasi BKD dan PSDM Kaur Minggu (16/7).

BENGKULU – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Jaatanras Reskrimum Polda Bengkulu di Kabupaten Kaur tampaknya bakal meluas. Info terbaru yang diperoleh RB, uang sogok dari bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang lulus CPNS, bukan hanya satu orang yakni Su yang terjaring OTT pada Sabtu (15/7), tapi jumlahnya lebih banyak lagi.

Yang mengejutkan, uang pelicin yang harus disetor bidan dan dokter PTT ini agar mulus menjadi CPNS mencapai Rp 80 juta hingga Rp 150 juta per orang.

Sementara dari 33 nama bidan dan dokter yang belum lulus CPNS, sudah 10 bidan yang diduga juga sudah memberikan uang pelicin kepada oknum pejabat BKD dan PSDM Kaur.

“Awalnya Bu (pejabat BKD Kaur) tidak mau mengaku namun lama-lama Bu mengakui setelah ada bukti kuat penyidik. Kalau dari informasinya uang itu besarannya antara Rp 80 juta hingga Rp 150 juta,” kata salah satu saksi yang enggan namanya disebutkan kepada RB kemarin.

Seperti diberitakan kemarin, penyidik Jatanras Polda melakukan OTT di rumah pejabat BKD Kaur, Bu, di Kecamatan Tetap. Barang bukti yang diamankan dari OTT tersebut uang sebesar Rp 15 juta yang diduga setoran dari seorang bidan yang lulus CPNS di Kaur.

Penyidik Polda kini sedang menelusuri ke mana aliran uang pelican CPNS bidan dan dokter PTT tersebut. Diduga kuat uang tersebut tidak berhenti pada Bu yang hanya eselon IV.

Dengan terbongkarnya dugaan suap penerimaan CPNS bidan dan dokter PTT ini, tidak menutup kemungkinan penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap 66 bidan dan dokter PTT yang telah diangkat jadi CPNS saat ini. Informasi yang dihimpun di Mapolres Kaur kemarin, penyidik Polda Bengkulu juga telah mendatangi sejumlah Puskesmas di Kaur. Untuk tindak lanjut dari pemeriksaan dan pengembangan OTT oknum pejabat BKD dan PSDM Kaur.

 

Dua Hari Intai di Kaur

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun RB, sudah dua hari pihak Polda Bengkulu berada di Kaur melakukan pengintaian. Polisi baru bergerak saat mendapat informasi salah satu bidan PTT berinisial Su mendatangi kediaman Bu dengan membawa uang Rp 15 juta. Saat itu polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan Bu dan Su.Kemudian satu dokter berinisial dr Le dan dua bidan lainnya He dan Su juga dijemput setelah terlebih dahulu dihubungi oleh penyidik Polda Bengkulu. Baru pasa Sabru sore (15/7) sekitar pukul 17.00 WIB kelimanya dimintai keterangan di Mapolres Kaur hingga pukul 03.00 WIB kemarin (16/7). Kelimanya dimintai keterangan sebagai saksi terkait OTT pengangkatan bidan dan dokter PTT.

Karena barang bukti masih kurang, sore itu juga Bu kembali dibawa ke kediamannya. Dari tangan Bu didapat barang bukti lain, termasuk data bidan dan dokter PTT baik yang sudah lulus sebanyak 66 orang dan yang belum lulus sebanyak 33 orang. Menariknya di data tersebut diduga ada tanda nama-nama bidan dan dokter PTT yang sudah memberikan uang.

Terkait dengan penggeledahan kantor BKD dan PSDM Kaur, Drs Yusirwan, MM membenarkan dirinya meminta kepada stafnya untuk memberikan dokumen yang diminta penyidik. Kendati demikian Yusirwan mengaku masih berada di Curup dan akan bertolak ke Kaur pada Minggu sore kemarin.

“Kita memang sudah mendapat informasi akan penggeledahan itu sejak adanya OTT. Dan kita persilakan tidak ada yang kita hambat,” pungkas Yusirwan.

Untuk diketahui ada 99 bidan dan dokter PTT di Kaur yang lulus dan diumumkan oleh BKD dan PSDM Kaur. Namun tahap awal diangkat 44 orang terdiri 40 dari bidan dan 4 dokter. Kemudian sebelum lebaran kembali diangkat 22 bidan PTT. Saat ini tersisa 33 orang terdiri dari 1 dokter dan 32 bidan PTT. BKD dan PSDM Kaur mengakui pengangkatan dilakukan bertahap karena NIP yang turun dari BKN Palembang bertahap. Namun diduga kuat hal ini disengaja oleh oknum di BKD dan PSDM Kaur untuk mencari keuntungan.

 

Polda Geledah Gedung BKD

Tim Jatanras Polda Bengkulu melakukan pengembangan OTT yang melibatkan oknum pejabat eselon IV Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Alam (BKD dan PSDM) Kaur, Bu, warga Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur.

Sekitar pukul 11.00 WIB – 13.00 WIB, penyidik Polda mendatangi kantor BKD dan PSDM dengan mengendarai dua unit mobil. Dari 7 anggota Polda yang turun, tidak terlihat Bu. Kasi Pengadaan dan Penempatan BKD dan PSDM Kaur tersebut hingga siang kemarin, masih menjalani pemeriksaan di tempat tertutup.

Dari pantauan RB, penyidik Polda Bengkulu saat tiba langsung masuk ke ruang Bidang Mutasi BKD dan PSDM Kaur bersama Kasi Penempatan BKD dan PSDM Cahyo. Penyidik melakukan pemeriksaan di meja milik Bu dan ruang kabid mutasi.Penyidik juga mengumpulkan data semua bidan PTT yang ada di Kaur. Baik yang sudah lulus CPNS atau yang belum lulus CPNS.

Penyidik meminta penjelasan terkait proses pengangkatan dan pengajuan bidan dan dokter PTT ke BKN Palembang hingga keluar NIP dan SK. Tidak lama setelah mengumpulkan data sekitar tiga jam dalam ruang mutasi BKD dan PSDM penyidik pun meninggalkan BKD dan PSDM Kaur.

Mereka membawa dua dus dokumen yang diduga berisikan data semua bidan dan dokter PTT Kaur baik yang sudah lulus mau pun yang belum lulus. Tanpa banyak bicara mereka langsung naik mobil AVP dan Rush dan meninggalkan BKD dan PSDM. Dari informasi yang dihimpun, mereka masih melakukan pengembangan sebelum nantinya bertolak ke Polda Bengkulu.

Berdasarkan data, hingga kemarin sudah dua lokasi yang digeledah penyidik Polda Bengkulu terkait dengan OTT pejabat BKD dan PSDM Kaur. Dua lokasi itu adalah Pustu Tetap yang juga rumah dan tempat tinggal Bu selama ini. Di rumah ini penyidik dua kali melakukan penggeledahan dan mengambil semua data terkait dengan pengangkatan bidan dan dokter PTT selama ini.

Dan kemarin giliran kantor BKD dan PSDM Kaur yang digeledah, namun tidak dipasang police line oleh penyidik Polda Bengkulu.

“Ya tadi memang mereka mengambil dokumen bidan dan dokter PTT. Kita hanya menyiapkan dan semuanya sudah kita serahkan itu saja. Yang dimuat dalam dua dus,” kata Kepala BKD dan PSDM Kaur Drs Yusirwan, MM melalui Kasi Penempatan Cahyo kemarin siang.

Direskrimum: Masih Dikembangkan

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes POl. A Rafik, SE, MH ketika dikonfirmasi terkait pengembangan OTT di Kabupaten Kaur, mengaku belum dapat memberi keterangan. Karena kasus tersebut masih dalam pengembangan. “Kasusnya masih dikembangkan. Nanti secara resmi akan dirilis oleh Pak Kapolda langsung,” ujar Rafik, kemarin.

Sementara informasi diperoleh RB membenarkan OTT tersebut adalah dugaan suap pengangkatan bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Mengenai pengangkatan ini, tidak dapat dipungkiri OTT tersebut besar kemungkinan akan bermuara kepada petinggi di Kabupaten Kaur. Terlebih barang bukti OTT tersebut diduga uang pelicin agar SK pengangkatan dapat diterbitkan. Sesuai data, sudah ada 66 bidan dan dokter yang diangkat, sementara sisanya sekitar 33 bidan lagi masih menunggu untuk di SK-kan.

Sementara itu tim dari Subdit Jatanras Polda Bengkulu yang melakukan OTT hingga kemarin sore masih berada di Kaur. Pemeriksaan pelaku serta saksi masih dilakukan di Mapolres Kaur.

Dilansir sebelumnya, oknum pejabat Kepala Seksi tersebut diamankan Tim Jatanras Polda Bengkulu, Sabtu (15/7). Dia diamankan bersama barang bukti (BB) berupa uang Rp 15 juta. Uang itu diduga diterima Bu sebagai pelicin untuk menjadi bidan PTT daerah. Barang bukti lainnya, satu tas tangan untuk perempuan warna merah maron. (cik/cuy)

Baca Juga ...

Sultan: Anti Korupsi Jangan Cuma Slogan

BENGKULU – Kasus yang menjerat Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan mantan Gubernur Bengkulu Junaidi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *