Selasa , 21 November 2017
Home / METROPOLIS / Tolak TKA Tanpa Keahlian

Tolak TKA Tanpa Keahlian

BENGKULU – Rencana masuknya ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina di tahun 2017 ini, menuai penolakan dari kalangan pekerja atau buruh di Provinsi Bengkulu. Terutama TKA yang bukan tenaga ahli. Sekretaris Konvederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Provinsi Bengkulu, Panca Darmawan, SH meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu serta DPRD Provinsi mengantisipasi.

Terutama akan masuknya TKA yang belum diketahui keahliannya. Sebab Sebagaimana Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang TKA. ‘’Sesuai aturan memang sah-sah aja TKA masuk ke Bengkulu. Tapi ada syaratnya, dan perlu dipatuhi. Artinya tidak semua TKA bisa masuk dan bekerja di Bengkulu,’’ ujar Panca kepada RB kemarin.

Dikatakan Panca, TKA yang dibolehkan itu memang sesuai kebutuhan dan memiliki keahlian khusus. Dimana tenaga kerja yang skilnya tidak dimiliki oleh tenaga kerja di Indonesia. Artinya kalau yang didatangkan mulai dari tukang cuci, sampai ke penjaga kantor serta perkerja harian, maka itu tentu akan menulai penolakan.

‘’Kita setuju di Bengkulu banyak perusahaan. Kemudian silahkan datangkan TKA khusus yang tidak ada tenaganya di Bengkulu. Selama ini mulai dari tukang masak sudah dari WNA. Jadi kapan lagi tenaga kerja atau pengangguran di Bengkulu memiliki kesempatan untuk bekerja,’’ bebernya.

Untuk itu lanjut Panca, pihaknya akan ikut melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya TKA tersebut. Selain dari KSPSI juga dari Dewan Pengupahan Provinsi Bengkulu. Pihaknya meminta agar Pemprov juga tidak membiarkan peluang kerja masyarakat lokal direbut TKA.

‘’Kalau setiap perusahaan masuk tetapi membawa tenaga kerja asing, kapan lagi masyarakat di Bengkulu sejahtera. Artinya peran pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan dipertanyakan. Karena saat ini saja angka pengangguran di Bengkulu cukup signifikan,’’ bebernya.

Sementara Plt Kadisnakertrans Provinsi Bengkulu Dr. Soemarno melalui Kabid Hubungan Industri dan Pengawasan Nurul Insani mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pendataan terhadap TKA yang masuk ke Bengkulu. Baik dilihat dari visanya, juga IMTA.

Kemudian TKA itu wajib untuk melatih atau membawa pendamping satu dari TKI. Tujuannya untuk diberikan pelatihan dan pendidikan. Bagi yang tidak memiliki dokumen atau berbeda lokasi tempat bekerja bisa dilakukan penindakan.

‘’Mereka kalau masuk menjadi TKA di Bengkulu ada kewajiban yang harus dipenuhi. Seperti membayar retribusi. Kemudian juga ada dokumen yang harus mereka lengkapi. Serta batas waktu masa aktif iizn tinggalnya juga diperhatikan,’’ pungkasnya.(che)

Baca Juga ...

Tanggulangi Penyakit Masyarakat

BENGKULU – Polda Bengkulu, menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi Pekat Nala II tahun 2017, kemarin ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *