Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA UTAMA / Uang Ditemukan di Laci Pejabat Dispendik

Uang Ditemukan di Laci Pejabat Dispendik

DIPERIKSA: Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Talo inisial Sa masih diperiksa oleh penyidik Polres Seluma terkait dugaan pungli, kemarin (9/8)

SELUMA – Penyidik Polres Seluma masih melakukan pemerikaan terhadap Sa, Kepala UPTD Pendidikan di Kecamatan Talo yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap guru penerima tunjangan sertifikasi. Namun hingga kemarin sore pejabat Dinas Pendidikan Seluma itu belum ditetapkan tersangka. Penyidik masih mendalami keterangan Sa untuk melakukan pengembangan.

Berdasarkan informasi dari saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) yakni kantor UPTD pendidikan di Desa Pagar Gasing Kecamatan Talo saat OTT dilakukan, penyidik menggeledah ruangan kerja Sa sesaat setelah Sa menerima uang dari beberapa guru. Barang bukti berupa uang Rp 800 ribu yang dipungut dari 16 guru (masing-masing Rp 50 ribu) ditemukan oleh penyidik di dalam laci meja kerja Sa.

Saat itu Sa sendiri yang mengeluarkan uang dari dalam laci meja kerjanya karena disuruh penyidik untuk mengeluarkan semua barang-barang yang disimpan di dalam laci. Terdapat 16 lembar uang pecahan lima puluh ribu yang langsung diamankan oleh penyidik. Kemudian dari ruang kerja Sa, penyidik juga memeriksa mobil Sa. Di dalam mobil ditemukan 16 lembar fotokopi buku rekening guru penerima sertifikasi yang juga ikut diamankan penyidik.

Sebelum membawa Sa ke Mapolres Seuma untuk diperiksa, penyidik menyegel pintu ruangan kerja Sa menggunakan police line. Kapolres Seluma AKBP. Raden Tri Wahyu Budiyanto, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. Margopo, SH melalui Kaur Humas Ipda. Agus saat diwawancarai RB mengatakan bahwa baru dua saksi yang diperiksa (termasuk Sa yang baru diperiksa sebagai saksi).

“Saksi dari guru baru satu orang yang sudah kita mintai keterangan, yakni salah satu guru yang dipungut uang Rp 50 ribu oleh Sa. Berdasarkan pengakuan saksi, tidak ada kesepakatan soal besaran pungutan yang diambil itu. Memang belum banyak saksi yang diperiksa karena penyidik masih fokus mendalami keterangan dari Sa,” ujar Agus.

OTT tersebut, kata Agus dilakukan setelah penyidik menerima informasi dari salah satu kepala sekolah di wilayah Kecamatan Talo tentang adanya pungli yang dilakukan oleh kepala UPTD terhadap guru penerima tunjangan sertifikasi. “Enam belas guru yang sudah memberikan uang rencananya akan kita panggil semua untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Agus.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Seluma Drs. Ramlan Fahmi belum mau banyak brkomentar. “Kita tunggu dulu hasil pemeriksaan polisi. Kita jangan dulu ikut campur, biarkan polisi menindaklanjutinya dulu secara hukum,” ujar Ramlan.

Dilansir sebelumnya, Sa ditangkap terkait dugaan pungli terhadap guru penerima dana tunjangan sertifikasi. Di wilayah UPTD Talo ada 160 guru penerima tunjangan sertifikasi dari total 43 sekolah. Setiap triwulan para guru mengambil tunjangan sertifikasi melalui kepala UPTD dengan syarat harus mengumpulkan potokopi rekening dengan melampirkan uang sebesar Rp 50 ribu. Uang tersebut dipungut dengan alasan untuk kelancaran pencairan pada triwulan berikutnya.(tew)

Baca Juga ...

Hakim Lanjukan Perkara Mantan Kepala DP2KA

BENGKULU– Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu, Dr. Jonner Manik, SH, MH, didampingi Nich Samara, SH, MH ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *