Home / BERITA UTAMA / Dua Tsk Nyusul Mantan Kadis PU Prov

Dua Tsk Nyusul Mantan Kadis PU Prov

DITAHAN: Kejati Bengkulu melakukan penahanan terhadap 2 tersangka dalam kasus proyek pembangunan infrastruktur Pemukiman Kumuh Bengkulu Ahmad Ansori dan Indra Sapri.

BENGKULU – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu membuktikan tidak tebang pilih pada kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kumuh Kota Bengkulu tahun angaran (TA) 2015. Terbukti, setelah menahan Andi Roslinsyah (Mantan Kadis PU Provinsi), Arbani (Pejabat Pemegang Komitment) dan Rosmen (Direktur Utama PT Vikri Abadi Group).

Kemarin Kejati Bengkulu juga menahan dua tersangka lainnya. Masing-masing Ir. Ahmad Ansori selaku Direktur PT. Wahana Cipta Konsultan, dan Indra Sapri selaku Pengawas Lapangan.

Penasehat Hukum (PH) kedua tersangka, Suhari, SH yang dikonfirmasi mengatakan mereka sebenarnya sudah mengajukan permohonan penangguhan kepada Kejati Bengkulu. Apalagi selama proses penyidikan, dua kliennya bersikap kooperatif. Namun sepertinya, Kejati Bengkulu memiliki pertimbangan sendiri dan menolak permohonan mereka, serta melakukan penahanan terhadap keduanya.

‘’Yang lain juga sudah ditahan, jadi tidak mungkin ada yang ditahan ada yang tidak. Mungkin juga ada pertimbangan lain dari kejaksaan,’’ kata Suhari.

Ditambahkan Suhari, kedua kliennya mendapatkan 17 pertanyaan dari penyidik terkait tupoksi mereka dalam pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur pemukiman kumuh. ‘’Untuk permohonan penangguhan, ya bukan langsung ditolak. Tapi sudah sejak lama kita ajukan. Karena semuanya kan satu paket dan semuanya ditahan,’’ imbuh Suhari.

Sementara itu, Kajati Bengkulu Baginda Polin Lumban Gaol, SH melalui Kasi Penkum Ahmad Fuadi, SH, MH mengatakan, mereka memberikan perlakuan yang sama. Dimana sebelumnya, 3 tersangka dalam kasus tersebut sudah ditahan. Begitu juga dengan kedua tersangka kemarin, setelah menjalani pemeriksaan, langsung dilakukan penahanan. ‘’Untuk pasal yang disangka kan, yaitu Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor,’’ ujar Fuadi.

Ditambahkan Fuadi, soal penambahan tersangka setelah ini, itu tergantung dari hasil pengembangan penyidikan terhadap para tersangka yang sudah mereka tahan. ‘’Tidak menutup kemungkinan bakal ada tambahan tersangka. Apalagi nanti hasil gelar, kan bisa mengembang kemana-mana,’’ imbuh Fuadi.

Bendara I KONI Ditahan

Sesuai dengan jadwal yang sudah disampaikan Polda Bengkulu, kemarin seharusnya 3 orang tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran KONI Provinsi Bengkulu tahun 2015 menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Namun dari 3 tersangka, YRS selaku ketua KONI, AR selaku Bendahara Umum dan DD selaku bendahara I, hanya DD yang hadir serta menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan sudah sejak pukul 09.00 WIB hingga sore hari, DD didampingi oleh pengacaranya yang diketuai Panca Darmawan. Setelah selesai menjalan pemeriksaan, DD langsung dilakukan penahanan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bengkulu.

Di sela-sela pemeriksaan, Ketua Tim Pengacara tersangka DD, Panca Darmawan sempat menyampaikan pengakuan dari klien mereka. Dimana selaku Bendahara I, DD bertanggungjawab langsung dengan bendahara umum. Karena semua instruksi dan petunjuk tugas, langsung dari bendahara umum dan ketua umum.

‘’Klien kita ini Hanya menjalankan tugas dia membuat nota belanja berdasarkan perintah. Tapi bukan dia yang melaksanakan secara langsung. Karena dia sebenarnya tidak tahu barang apa yang dibeli. Dia tidak tahu sama sekali soal pembelian barang. Dia hanya menjalankan instruksi,’’ ungkap Panca.

Ditambahkan Panca, mereka masih akan melihat perkembangan dari sikap yang akan diambil oleh penyidik Reskrimsus Polda Bengkulu. ‘’Kalau memang ditahan, ya kia ajukan penangguhan penahanan,’’ imbuh Panca.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum melalui Direskrimsus Kombes Pol Drs. Herman kepada RB mengatakan, 2 orang tersangka yang tidak hadir, yaitu tersangka YRS beralasan karena istrinya sedang sakit. Sedangkan tersangka AR tidak ada keterangan sama sekali. ‘’Untuk YRS dan AR akan dipanggil lagi melalui panggilan kedua dan secepatnya kita jadwalkan,’’ terang Herman di ruang kerjanya kemarin.

Ditambahkan Herman, sesuai dengan komitmen dan intruksi Kapolda Bengkulu, setelah memeriksa tersangka DD, mereka langsung melakukan penahanan. ‘’Setelah selesai diperiksa langsung ditahan, upayakan tidak ada penangguhan. Kecuali memang ada alasan yang logis dan masuk akal, seperti misalnya dia sakit, atau anak yang masih kecil,’’ imbuh Herman.(dtk)

Baca Juga ...

Helmi: Saya Tidak Punya Uang untuk Bertarung

BENGKULU –akhirnya angkat bicara soal informasi yang berkembang mengenai dirinya yang dikabarkan akan maju dalam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *