Home / BERITA UTAMA / Walikota Berang, RSUD Diduga Tolak Pasien

Walikota Berang, RSUD Diduga Tolak Pasien

ANTARKAN: Walikota Bengkulu, H.Helmi Hasan, SE saat mengantarkan pasien ke RSMY kemarin.

BENGKULU – Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE kembali mengunjungi sekaligus mengantar pasien miskin yang ditolak berobat di RSUD M Yunus. Pasien tersebut bernama Agus Mardianto (32) warga Kota Bengkulu penderita penyakit kelainan anus yang harusnya menjalani operasi di RSUD M Yunus (RSMY), Selasa (8/8) lalu.

Namun operasinya batal karena tak ada uang untuk membayar denda pelayanan rumah sakit. Agus yang merupakan warga RT 22 RW 06 Kelurahan Kandang Mas itu, terpaksa dipulangkan ke rumahnya. Ia diminta segera melunasi denda sebelum menjalani operasi anus. Informasi ini sampai kepada Walikota, yang langsung mengunjungi Agus di rumahnya, Kamis siang (10/8).

“Tidak boleh warga miskin yang sakit ditolak berobat, apalagi karena alasan tidak punya uang di disuruh pulang, pemerintah kota akan bertanggungjawab hal ini,” kata Walikota Helmi Hasan saat berada di RSUD M Yunus. Selain itu Helmi berpesan bahwa semua yang ada adalah titipan. Baik kendaraan mobil, gaji oleh rakyat, rumah sakit pun dari duit rakyat, seragam dari rakyat dan obat pun dari rakyat.

“Jadi kalau ada rakyat miskin mau berobat namun tak punya uang harus tetap dilayani. Jangan malah diabaikan,” imbuh adik kandung Ketua MPR ini. Helmi menegaskan, rumah sakit di Kota Bengkulu tak boleh menolak warga miskin yang sedang sakit untuk berobat. Jika warga miskin dilarang berobat maka rumah sakit bersangkutan tak boleh berdiri di Kota Bengkulu.

“Rumah sakit yang menolak warga miskin berobat tidak boleh berdiri di Kota Bengkulu. Untuk itu, RSUD M Yunus harus melayani pasien miskin yang sakit walaupun tak punya uang,” tegasnya. Sementara itu, terkait kondisi Agus, Direktur RSUD Kota Bengkulu, dr Lista Cerlyviera yang turut mendampingi Walikota Helmi Hasan, mengatakan kondisi agus mestinya segera dioperasi.

Sebab Agus diduga menderita kanker Anus, jika dugaan ini benar maka Agus bakal dirujuk ke rumah sakit Dharmais, Jakarta. “Ada dugaan menderita kanker. Yang jelas harus dilakukan operasi dulu anusnya karena penyakitnya sudah sejak tahun 2013. Jika nanti positif kanker maka harus dirujuk ke rumah sakit Dharmais,” ujarnya.

Sayangnya Direktur RSMY, Zulki Mauluk Ritonga ketika dikonfirmasi RB terkait hal tersebut, enggan berkomentar banyak. Menurutnya saat kejadian itu dirinya sedang tidak berada di tempat, dan sedang mengikuti rapat. Sehingga ia tidak mengetahui persis seperti apa kejadian yang sebenarnya. “Saya tidak tahu persoalan itu, karena ketika itu saya sedang rapat. Namun sebaiknya cari tahu dulu kebenaran informasinya, sebelum terkesan menyalahkan kami,” singkatnya. (new/sly)

Baca Juga ...

Helmi: Saya Tidak Punya Uang untuk Bertarung

BENGKULU –akhirnya angkat bicara soal informasi yang berkembang mengenai dirinya yang dikabarkan akan maju dalam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *