Selasa , 21 November 2017
Home / METROPOLIS / Kisah Bocah Miskin Merawat Kakek Penderita Stroke

Kisah Bocah Miskin Merawat Kakek Penderita Stroke

PRIHATIN: Kondisi bocah Khairil (9) yang merawat sang kakek penderita stroke membuat Wakil Walikota, Ir. Patriana Sosialinda prihatin dan peduli dengan mengunjungi kediamannya, kemarin (11/9).

Kisah Bocah Miskin Merawat Kakek Penderita Stroke

Wawali Disambut Haru, Tetap Ingin Sekolah

Masa kecil biasanya dinikmati dengan belajar, bermain dan bergembira. Namun tidak dengan bocah 9 tahun, Khairil Papilaya ini. Ia rela merawat kakeknya, John Hans Papilaya (67) yang tengah menderita penyakit stoke sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan kemarin (11/9), Wakil Walikota (Wawali), Ir. Patriana Sosialinda yang baru mendapat laporan dari masyarakat langsung berkunjung ke lokasi. Kehadiran Wawali disambut dengan suasana haru bahagia. Berikut kisahnya.

ANUGERAH WAHYU, Kota Bengkulu

GUBUK papan ukuran 3×2 meter beralamat di Jalan Ir. Rustandi RT 6 RW 2 Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu menjadi saksi bisu seorang bocah berusia 9 tahun bernama Khairil Papilaya yang putus Sekolah Dasar (SD). Ia rela untuk membantu merawat sang kakek yang tengah menderita penyakit stroke.

Khairil membantu kakeknya bukan tanpa alasan, sebab selama ini sebelum kakeknya menderita penyakit stroke, Khairil diasuh dan dirawat oleh kakeknya sendiri. Lantaran selama ini kedua orangtua Khairil tengah merantau ke luar daerah.

Waktu Khairil pun setiap harinya dihabiskan dengan merawat sang kakek, dengan memasak dan memberikan makan, hingga mencuci pakaian sang kakek yang sudah berusia lanjut. Mirisnya lagi untuk makan dalam kehidupan kesehariannya, Khairil selama ini mendapat bantuan dari uluran tangan dermawan para tetangga.

“Setiap hari masak nasi dan air sendiri, buat ayah (panggilan kakeknya, red),” cerita Khairil (9) di hadapan Wawali, Patriana Sosialinda saat meninjau langsung kediamannya.

Khairil mengungkapkan, dirinya masih tetap berkeinginan sekolah lagi. Namun ia juga masih tetap ingin dekat dengan sang kakek yang masih menderita sakit. “Mau bersekolah lagi, tapi mau tetap dengan ayah juga (kakek, red),” katanya.

Dengan melihat kondisi tempat tinggal Khairil dari kasat mata sungguh memprihatinkan dan tidak layak huni. Kediaman mereka dipenuhi sampah dan barang bekas, hingga membuat Wawali yang melihatnya menjadi terharu. Wawali pun langsung sigap menindaklanjuti keluarga ini dengan memberikan bantuan langsung.

“Kita sangat terharu melihat ada bocah yang masih kecil begitu sigap merawat sang kakek yang sedang sakit. Makanya tadi (kemarin, red)  kita minta agar sang kakek dirawat di panti jompo, sementara anak tersebut untuk diasuh di panti asuhan agar mendapatkan pendidikan yang layak. Sebab anak ini kita lihat cerdas, diajak ngomong nyambung dan komunikatif sekali. Jadi berikan dia masa depan pendidikan yang layak,” terang Wawali.

Selain itu menurut Linda–sapaan akrabnya–, pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan laporan terkait masalah di lapangan. Sebab tanpa adanya laporan dari masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak mengetahui persis persoalan di lapangan.

“Meski kedua orangtuanya baru saja tiba (pulang, red). Tapi kita tetap meminta agar sang anak dirawat di panti asuhan, sembari orangtuanya mendapatkan pekerjaan yang layak di sini. Karena kasihan kalau anak ini nanti tidak bersekolah,” ungkap Linda. (**)

Baca Juga ...

Tanggulangi Penyakit Masyarakat

BENGKULU – Polda Bengkulu, menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi Pekat Nala II tahun 2017, kemarin ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *