Jumat , 24 November 2017
Home / CURUP / Pemda RL Berutang ke Bank Bengkulu

Pemda RL Berutang ke Bank Bengkulu

SERAHKAN DOKUMEN: Plt Kasubag Pembayaran tahun 2009 Sukrial usai menyerahkan sejumlah dokumen terkait anggaran perjalanan dinas DPRD RL 2009-2014 yang diminta penyidik Kejari, kemarin (11/9).

CURUP – Rentetan fakta baru kembali terkuak dari hasil pemeriksaan lanjutan kasus dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas atau SPPD fiktif DPRD RL tahun 2010. Sebagaimana hasil pemeriksaan Pimpinan Bagian Pemasaran dan Kredit Bank Bengkulu Cabang Curup, Yerri Ariansuri oleh penyidik Kejari RL kemarin.

Diketahui, dana Rp 650 juta dari anggaran belanja perjanalan dinas dewan tahun 2010 yang dipakai untuk membayar utang ke Pemkab RL, oleh Pemkab digunakan untuk melunasi pinjaman kredit ke Bank Bengkulu. “Jadi, uang yang diberikan Pemkab RL sebagai pinjaman sementara ke DPRD RL yang diusulkan ketua DPRD saat itu, berasal dari pinjaman kredit. Karena itu sewaktu dewan mengembalikan pinjaman tersebut oleh Pemkab langsung dipakai melunasi kredit di Bank Bengkulu Cabang Curup. Porses pencairannya benar secara tunai,” terang Kajari Rejang Lebong Edi Utama, SH, MH melalui Kasi Pidus Galuh Bastoro Aji, SH, MH kemarin.

Namun, peminjaman kredit sementara yang diberikan pihak Bank ke Pemkab RL yang selanjutnya dipinjamkan kepada DPRD RL telah jatuh tempo dan tidak bisa dibayaran tepat waktu oleh Pemkab saat itu. Tanggal peminjaman sendiri tercantum pada 9 September 2009 dan harus dilunasi 90 hari kedepan yakni jatuh tempo pada 9 Desember 2009.

“Karena tidak bisa dibayarkan tepat waktu maka Pemkab RL dan Bank Bengkulu Cabang Curup melakukan pemantauan monitoring terhadap pinjaman tersebut. Serta melakukan addendum kontrak selama enam bulan ke depan. Namun, pihak Bank Bengkulu Cabang Curup terus disurati direksi Bank Bengkuu Pusat yang menyatakan bahwa pinjaman kredit yang dilakukan ke Pemkab RL termasuk kredit macet,” jelas Galuh.

Dipapar Kasi Pidsus, diketahui juga dalam peminjaman kredit sementara Pemkab RL terhadap Bank Bengkulu Cabang Curup tidak dilakukannya pos pinjaman sementara yang masuk ke piutang Pemkab RL. Dimana dalam pos pinjaman sementara tersebut seharusnya dibayarkan lewat rekening sekda.

“Nyatanya tidak diposkan. Lalu ketua DPRD dan Bupati saat itu sepakat membayarkan utang kredit ke Bank Bengkulu Cabang Curup digunakanlah anggaran perjalanan dinas dewan tahun anggaran 2010 tersebut,” papar Galuh.

Sementara itu, jumlah kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 700 juta dan sudah dikembalikan sebesar Rp 400 juta. Mantan anggota dewan periode 2009 – 2014 yang sudah mengembalikan yakni Jonedi dari nominal Rp 21 juta dicicil sebesar Rp 7 juta, Heri Aprianto dari nominal Rp 21 juta dibayar lunas, Idam Khalid sebesar Rp 12 juta dari nominal Rp 20 juta. Pengembalian terbaru yakni dari Feri Sonneville sebesar Rp 9 juta dari nominal Rp 29 juta. Mantan anggota dewan yang belum mengembalikan yakni Emi Yana, Selamat Zuryadi, S.Sos, Sarip, Sapriani, SKM dan Erfensi. Total keseluruhan dari pengembalian mantan anggota dewan yang sudah mengembalikan yakni Rp 449 juta.(nok)

Baca Juga ...

Nasdem Targetkan Menang Pileg 2019

CURUP UTARA – Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Rejang Lebong (RL) Hj. Susilawati ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *