Sabtu , 23 September 2017
Home / BERITA UTAMA / Sabu Rp 900 Jt Pesanan Terpidana Bandar Sabu

Sabu Rp 900 Jt Pesanan Terpidana Bandar Sabu

EKSPOSE: BNN Provinsi Bengkulu bersama lembaga lintas instansi saat menggelar Press Release di Kantor BNN Provinsi Bengkulu kemarin terkait pengungkapan 400 gram sabu.

BENGKULU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu kembali mengungkap dan berhasil mendapat tangkapan besar. Bahkan kali ini, BNN Provinsi Bengkulu berhasil mengungkap jaringan dan sindikat narkoba internasional. Pengungkapan besar ini berkat kerja sama dan koordinasi lintas intansi, BNN Provinsi Bengkulu, Imigrasi/bea cukai, Dit Resnarkoba, Bandara Fatmawati dan Kemenkumham.

Disampaikan Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol Drs. Nugroho Aji Wijayanto, SH, M. Hum saat press release di kantornya kemarin, mereka berhasil menangkap tiga orang pelaku. Masing-masing Ta (29) dan Ra (41) warga asal Aceh di Bandara Fatmawati 26 Agustus 2017 lalu saat baru mendarat dari Batam menggunakan pesawat Wings Air. Serta satu orang berinisial MF alias Uli (34) juga warga Aceh di salah satu hotel di Kota Bengkulu.

Penangkapan, terang Nugroho, berkat penyelidikan selama tiga bulan belakangan dan dipimpin langsung Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Bengkulu AKBP Marlian Ansori. ‘’Modus penyelundupan 400 gram narkoba jenis sabu ini, menggunakan modus yang biasa dilakukan jaringan sindikat narkoba di Iran dan Nigeria. Dengan cara memasukan narkoba ke dalam kondom dan ditelan. Modus ini cukup berbahaya, jika kondom pecah yang menelan bisa tewas atau mati. Modus ini juga adalah yang pertama kali dilakukan oleh jaringan ini,’’ terang Nugroho.

Dari hasil penyelidikan, sambung Nugroho, barang haram tersebut diduga kuat pesanan salah satu warga binaan Lapas Bentiring kasus narkoba berinisial KR. Jalur penyelundupannya, KR memesan sabu dari seorang yang berada di China (DPO) melalui MF alias Uli dan dikirim melalui Malaisya lewat jalur laut.

Selanjutnya, jelas Nugroho, dari Malaysia diselundupkan dengan kapal nelayan di pelabuhan gelap atau illegal yang ada di wilayah Provinsi Lhokseumawe Aceh. Barang tersebut diterima oleh Ta dan Ra sebanyak 4 ons atau 400 gram. Sabu dikemas dalam 8 bungkusan kecil masing-masing 50 gram dan masing-masing menelan 4 bungkus sabu seberat 200 gram.

Selanjutnya Ta dan Ra membawa barang haram tersebut dengan menaiki bus atau lewat jalur darat menuju Bandara Kualanamu di Medan menuju Batam menggunakan pesawat City Link. Selanjutnya keduanya masuk ke Bengkulu dari Batam menggunakan pesawat Wings Air. ‘’Kalau dinilaikan rupiah, nilainya mencapai Rp 900 juta. Dan berkat pengungkapan ini, kita sudah menyelamatkan setidaknya 4 ribu jiwa calon pengguna yang akan menkonsumsi barang haram tersebut,’’ lanjut Nugroho.

Ditambahkan Nugroho, dari hasil pendalaman, pesanan KR sendiri mencapai 1,2 kg dengan system 3 kali pengiriman dan setiap pengiriman sebanyak 4 ons atau 400 gram. Berkat penyelidikan, baru pertama dikirim, pesanan tersebut sudah berhasil di ungkap. ‘’Dengan adanya modus baru penyelundupan narkoba ke Provinsi Bengkulu ini, kita terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak disetiap lini. Untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba, baik itu jalur darat, air maupun jalur udara,’’ pungkas Nugroho.(dtk) 

Baca Juga ...

Perkara Suap Menguat

BENGKULU– Perkara dugaan suap terhadap Gubernur Bengkulu (nonaktif), Dr. H Ridwan Mukti, MH menguat. Penegasan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *