Jumat , 24 November 2017
Home / METROPOLIS / Banyak Proyek Jalan Terancam Putus

Banyak Proyek Jalan Terancam Putus

BELUM CAIR: Beberapa proyek yang mulai mandek, akibat uang muka belum juga dicairkan. Hal itu membuat beberapa kontraktor belum bisa melanjutkan pengerjaan proyek fisik.

BENGKULU – Wajar saja jika pembangunan di Provinsi Bengkulu tahun ini mandeg. Penyebabnya, hingga saat ini masih ada beberapa pekerjaan proyek pembangunan yang telah selesai lelang, hingga tak kunjung mendapatkan pencairan uang muka. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terkesan mempersulit pihak kontraktor untuk segera melaksanakan pengerjaan proyek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun RB, diketahui ada sekitar 23 proyek pembangunan yang telah selesai lelang. Namun hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan mengenai pencairan uang muka oleh Pemprov Bengkulu. Sebagian besar proyek tersebut merupakan pekerjaan konstruksi khususnya jalan yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu.

Salah satu kontraktor yang minta dirahasiakan identitasnya mengungkapkan, awalnya tidak ada permasalahan yang dialami, baik saat lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) mapun di Dinas PUPR Provinsi terkait proyek yang dimenangkan. Namun kendala mulai muncul ketika pihak perusahaan konstruksi tersebut mulai memasuki tahapan pencairan uang muka. Hingga saat ini berkas usulan pencairan tersebut masih tertahan di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu.

“Kami juga tidak tahu apa kendala yang kami alami, hingga saat ini BPKD tak kunjung menandatangani dan mencairkan uang muka pekerjaan yang harus kami lakukan. Dan ternyata bukan hanya kami yang mengalami hal serupa, beberapa perusahaan konstruksi lain pun mengalami nasib yang sama. Kalau seperti ini terus, bagaimana kami bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu? Kami selaku kontraktor selalu yang disalahkan apabila pekerjaan tidak maksimal, namun dengan kondisi seperti ini bagimana kami bisa optimal jika semuanya dipersulit seperti ini,” bebernya.

Diketahui hingga saat ini seluruh proses lelang untuk pekerjaan konstruksi jalan di Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2017, semuanya sudah selesai dan sedang berada dalam masa lelang. Hanya ada 1 pekerjaan proyek jalan yang belum selesai lelang lantaran ada masih ada beberapa proses administarasi lelang yang masih perlu dilengkapi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Oktavianto, ST ketika dikonfirmasi tidak menampik informasi masih ada beberapa pekerjaan pembangunan yang belum dicairkan uang mukanya. Namun ia membantah jika jumlahnya mencapai 23 proyek. Menurutnya yang saat ini benar-benar tertunda hanya ada sekitar 4 proyek, sementara 19 proyek lainnya ia mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Ya memang ada beberapa yang belum cair uang mukanya, sekitar 4 pekerjaan namun saya lupa apa saja proyek pekerjaannya. Kalau informasi yang beredar ada 23 proyek, saya belum tahu. Karena bagi kami yang dikatakan telat itu yang sudah lewat sekitar 4-5 hari dari rencana awal pencairan uang muka. Dan yang pasti untuk di Dinas PUPR provinsi semuanya sudah selesai, tinggal lagi pencairannya itu dibawah kewenangan BPKD,” ujar Okta.

Okta mengaku pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPKD, dan sejauh ini tidak ada kendala dalam pencairan uang muka proyek pembangunan tersebut. Hanya saja memang keterlambatan pencairan tersebut dikarenakan berkas usulan hasil lelang masih perlu dipelajari oleh pihak BPKD agar dalam pencairan nantinya tidak menimbulkan permasalahan.

Plt Gub: Jangan Dihambat

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr.drh.H. Rohidin Mersyah, MMA meminta agar proses pelaksanaan pekerjaan proyek tahun 2017 ini dapat segera diselesaikan. Untuk itu mulai dari proses lelang dan pencairan uang proyek tidak boleh dihambat-hambat.

Dikatakan Rohidin untuk proses pencairan jika memang sudah lengkap syarat maka harus segera direalisasikan. Jangan ada yang ditahan-tahan. Tujuanya agar pelaksanaan proyek dapat selesai tepat waktu. Mengingat tahun pelaksanaan anggaran tinggal beberapa bulan lagi. “Intinya jangan sampai dana proyek ditahan. Jika berkas lengkap harus segera dicairkan sesuai tahapan dan realisasi fisik di lapangan,” bebernya.

Terpisah, Asisten II Pemprov Bengkulu, Drs. Ari Narsa JS mengakui proses pencairan ada terhambat karena perusahaan belum memiliki jaminan pelaksanaan. Yakni jaminan asuransi dari bank. “Sekarang perusahaan wajib ada jaminan asuransi bank. Karena sesuai tekomendasi dari OJK. Tujuannya ketika ada yang bermasalah asuransinya bisa dicairkan. Sebab selama ini ada asuransi jaminan rekanan tidak biaa diproses,” pungkasnya.(sly/che)

Baca Juga ...

Bantuan PKH Tahap IV Sudah Bisa Dicairkan

BENGKULU – Kementerian Sosial RI akhirnya sudah menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap IV ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *