Selasa , 21 November 2017
Home / METROPOLIS / Lelang Gagal, Sebabkan Proyek Tak Berjalan

Lelang Gagal, Sebabkan Proyek Tak Berjalan

BENGKULU – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Syafriandi, M.Si angkat bicara terkait adanya proyek infrastuktur kota yang belum dikerjakan seratus persen. Padahal tutup anggaran tahun 2017 tinggal hitungan empat bulan lagi. Menurutnya, proyek yang belum dikerjakan itu, karena ada kendala teknis dilapangan. Salah satunya dalam proses pelaksanaan tender yang gagal di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Seperti contoh proyek taman alun-alun masjid At-taqwa sebesar Rp 15 miliar itu gagal tender, karena sudah lewat waktu proses tendernya. Dan sementara waktu tutup anggaran sudah mepet sekali,” ujar Syafriandi kepada RB kemarin (12/9). Seperti diketahui, anggota Dewan kota sebelumnya membeberkan ada lima proyek yang belum dikerjakan seratus persen.

Seperti proyek pembangunan lanjutan gedung fraksi dan komisi DPRD kota senilai Rp 3,5 miliar, proyek lanjutan Taman Smart City senilai Rp 1 miliar, dan proyek alun-alun seputaran masjid At-Taqwa senilai Rp 15 miliar, proyek lanjutan gedung BKD senilai Rp 1,5 miliar dan proyek perkembangan gedung RSUD kota senilai Rp 19 miliar. “Untuk gedung fraksi DPRD kota, mengingat waktunya mepet sekali pelaksanaan tendernya gagal. Akan kita sampaikan mereka (dewan),” tambah Syafriandi.

Sedangkan pembangunan lanjutan Smart City, sambung Syafriandi, proses tender sudah dilaksanakan. Sehingga dalam waktu dekat ini pengerjaan proyek akan dikerjakan oleh pihak kontraktor. Sebab ia berkeyakinan lanjutan pembangunan smart city tersebut akan cepat tuntas sebelum akhir Desember nanti.

“Karena hanya ada penambahan fasilitas dan pembenahan tamannya saja dikawasan itu (Smart City). Jadi tidak memakan waktu yang lama. Sedangkan soal pembangunan gedung SRUD kota, bukan tanggungjawab Dinas PUPR. Melainkan leading sektornya ada pada RSUD kota sendiri,” ungkapnya.

 

Komisi II Sidak

Sementara pasca diberitakan RB sebelumnya, akhirnya pada Selasa (12/9) pagi kemarin, sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan gedung fraksi DPRD. Mereka terdiri dari Ketua Komisi II DPRD Baidari Citra Dewi, beranggotakan Iswandi Ruslan, Heri Ifzan, M. Awaludin, dan Zulaidi

Dalam sidak tersebut, terungkap bahwa bangunan kerangka gedung yang sebelumnya dibangun dengan anggaran APBD tahun 2016 silam dinilai tidak sesuai perencanaan yang matang. “Dari kasatmata, masa bangunan dari dana tahun lalu sekitar Rp 1,6 miliar bentuknya hanya seperti ini. Sebaiknya dilakukan audit keseluruhan,” kritik Anggota Komisi II Heri Ifzan.

Ditambahkan Iswandi Ruslan, ia sangat menyayangkan sejumlah proyek pembangunan kota yang terancam tidak beres tersebut. “Yang jelas DPRD akan selalu mengawasi sejumlah proyek agar dapat berjalan maksimal. Karena kita tidak menginginkan adanya gagal pembangunan proyek seperti sebelumnya yakni kantor walikota yang terkesan mubazir waktu itu,” beber Iswandi.(new)

Baca Juga ...

Tanggulangi Penyakit Masyarakat

BENGKULU – Polda Bengkulu, menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi Pekat Nala II tahun 2017, kemarin ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *