Selasa , 12 Desember 2017
Home / BENGKULU SELATAN / Polemik Galian C Ilegal Pantai Ketaping, Lanjut

Polemik Galian C Ilegal Pantai Ketaping, Lanjut

MUSYAWARAH: Para penambang galian C di Pantai Ketaping menggelar musyawarah pasca imbauan larangan dari pihak kepolisian untuk mencari solusi. Ikut hadir Kapolsek Manna Iptu. Jhony Manurung, Senin (18/9).

MANNA – Polemik galian C ilegal di sepanjang pantai di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) masih berlanjut. Pasca imbauan larangan dari pihak kepolisian, ratusan para penambang galian C termasuk pemulung batu hias menghentikan aktivitasnya karena khawatir harus berurusan dengan hukum dan ditangkapnya bos penampung batu hias.

Kemarin (18/9), ratusan para penambang di Pantai Ketaping Desa Ketaping Kecamatan Manna berkumpul untuk mencari solusi. Lantaran pasca aktivitas penambangan material batu dan pasir dihentikan sementara, para penambang terdiri dari pria dan perempuan ini bingung untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kita akan urus izin resmi, dan untuk itu kita harapkan para wakil rakyat nanti dapat membantu. Supaya proses izin nanti bisa lebih mudah dan cepat,” ujar juru bicara (Jubir) penambang galian C di Pantai Ketaping, Herman Lufthi ditemui usai rapat bersama ratusan penambang.

Dalam waktu dekat, lanjut mantan anggota DPRD BS ini mereka perwakilan dari penambang Galian C di Pantai Ketaping akan mendatangi gedung DPRD untuk hearing dengan anggota DPRD BS. Para penambang sangat berharap bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui perasaan takut ditangkap aparat penegak hukum.

“Sementara kita proses izin supaya galian C ini ilegal, kita berharap para penambang diizinkan untuk beraktivitas karena mereka butuh biaya untuk hidup. Ada ratusan penambang gantungkan hidup mereka di sini (pantai- red),” beber Herman.

Kapolres BS AKBP. Ordiva, S.IK melalui Kapolsek Manna Iptu. Jhonny Manurung menerangkan sosialisasi larangan melakukan aktivitas galian C sebelum memiliki izin resmi sudah disampaikan kepada masyarakat, baik itu penampung maupun penambang. Dengan pemberitahuan ini diharapkan masyarakat dapat menghentikan aktivitas penambangan material galian C di sepanjang pantai.

“Sebaiknya sebelum izin dikantongi, penambang dan pengumpul menghentikan aktivitas sementara mereka. Kita tidak mau disebut tebang pilih karena sudah ada yang diproses. Jadi kalau nanti tetap ada yang beraktivitas dan tertangkap, itu resiko,” demikian Kapolsek.(key)

Baca Juga ...

Bupati Sidak RSHD, Temukan Atap Bocor

KOTA MANNA – Bupati Bengkulu Selatan (BS), H. Dirwan Mahmud, SH melakukan inspeksi mendadak (sidak) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *