Senin , 20 November 2017
Home / METROPOLIS / Lebih Setengah Juta Hektare, Hutan Dirusak

Lebih Setengah Juta Hektare, Hutan Dirusak

BENGKULU – Aksi pembalakan liar dan pengrusakan hutan di Provinsi Bengkulu sangat tinggi. Saat ini ada sebanyak 71,06 persen hutan di Provinsi Bengkulu berstatus rusak. Rinciannya, dari total 924.631 hektare hutan yang tersebar di 10 Kabupaten/kota, 657.049,79 hektare atau lebih dari setengah juta hektare dalam sudah dirusak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu Ir. H Agus Priambudi mengatakan saat ini wilayah hutan yang ada di Bengkulu terbagi tiga. Yakni Hutan Suaka Alam yang sebanyak 462.965 hektare dan Hutan Lindung seluas 250.750 hektare lalu hutan produksi  sebanyak 210.916 hektare.

“Kerusakan hutan disebabkan mulai dari pembalakan liar, pembukaan lahan perkebunan serta terjadinya pembakaran hutan. Akan tetapi mulai 2016, tingkat perbaikan atau keamanan hutan sudah cukup meningkat. Sebab tercatat ada penurunan kerusakan sebanyak 1,33 persen atau 619.503 hektare yang status hutan membaik,’’ ujar Agus kepada RB kemarin.

Dikatakan Agus, saat ini upaya mengatasi maraknya pembalakan liar, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Seperti kepolisian, TNI serta Polisi Kehutanan sendiri. Baik di Provinsi dan Kabupaten/kota. Tujuannya tidak lain untuk menyelamatkan hutan sebagai paru-paru dunia serta mengantisipasi terjadinya longsor dan banjir ketika musim hujan tiba.

“Kini untuk pembagian hutan produksi hanya 23 persen dan hutan lindung 27 persen lalu hutan kawasan suaka 50 pesren,” jelasnya. Lanjut Agus, usaha penyelamatan terhadap hutan terus dilakukan. Mulai dari melakukan penghijauan baik di kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Selain itu melakukan upaya pengelolaan hutan dengan menanam kayu keras.

“Sekarang bagi yang melakukan pengerusakan hutan bisa dijerat  UU Nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE dan UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan dan UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan. Risikio bisa dipidana,’’ ujar Agus. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga selama ini sudah ada program melakukan usaha pembagian bibit kayu gratis ke masyarakat. Tujuannya untuk ditanam dan menjaga kelestarian hutan lagi. Seperti durian, palem serta beberapa kayu keras lainnya. Selain itu antisipasi juga dilakukan agar tidak ada terjadi pencemaran lingkungan.

“Sekarang sesuai dengan Permenhut Nomor 91/Menhut-II/2010 ada beberapa pengelolaan hutan. Seperti untuk pengelolaan hutan lindung ada di lima kawasan di Kabupaten yakni Kaur, Bengkulu Selatan dan Seluma berikut  Bukit Daun dan Balai Rejang.  Sedangkan untuk pengelolaan Hutan Produksi ada di Kaur, Bengkulu Selatan dan Bukit Balai Rejang dan Mukomuko.

Serta untuk HPT itu ada  di lima lokasi yakni Mukomuko, Bukit Balai Rejang, Seluma dan Bengkulu Selatan termasuk di Kaur. Untuk itu kita berharap peran aktif masyarakat agar dapat sama-sama menjaga hutan untuk terhindar dari bencana alam,’’ pungkasnya.(che)

Baca Juga ...

Kagum dan Ingin Kembali ke Bengkulu – City Tour PWI

BENGKULU – Peserta Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) banyak yang mengaku kagum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *