Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA UTAMA / Senpi Dijual ke Perampok – Usai Pesta Sabu, 3 Personel Satpol PP Diamankan

Senpi Dijual ke Perampok – Usai Pesta Sabu, 3 Personel Satpol PP Diamankan

Diamankan: Tsk perakit senjata api (Senpi) ilegal,He (54) bersama dua rekannya sesama personel Satpol PP Rejang Lebong, Pe (23) dan Md (19) diamankan di Mapolres RL kemarin.

CURUP – Polres Rejang Lebong (RL) berhasil mengungkap jaringan perakit senjata api (Senpi) jenis revolver yang dirakit di bedengan kompleks rumah dinas Bagian Umum Pemkab Rejang Lebong kemarin, (11/10). Empat orang diciduk dalam operasi pengerebekan tersebut. Tiga diantaranya merupakan personel Satpol PP RL,  Pe (23) warga Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang, Md (19) warga Desa Transat Kecamatan Bermani Ulu Raya, dan He (54) alias Uj warga Desa Tanjung Sanai I Kecamatan Padang Ulak Tanding.

Satu lagi seorang perempuan berinisial Ma (24) warga Sukaraja Kecamatan Curup Timur. “Tersangka yang memiliki senjata api tersebut yakni He alias Uj. Sedangkan tiga rekannya yakni tidak ada keterlibatan,” terang Kapolres Rejang Lebong AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar, SH, S.IK kemarin.

Dijelaskan Kasat Reskrim, tersangka He alias Uj merupakan pemain lama dalam perakitan senpi ilegal. He juga disebut-sebut sebagai pemasok senpi yang dijual kepada pelaku perampokan yang di kawasan Kabupaten Rejang Lebong. Selain itu, senjata api juga dijual ke kawasan Rupit dan Lubuklinggau sekitarnya.

“Tersangka He sudah bertahun-tahun menjalani profesi membuat senpi rakitan ini. Satu pucuk senjata dijual seharga Rp 3 juta. Berdasarkan pengakuannya, senjata api rakitan ini dijual kepada pelaku rampok yang kerap meresahkan masyarakat di wilayah Rejang Lebong,” jelas Kasat Reskrim.

Sedangkan bahan baku dari pembuatannya sendiri, masih dalam penyidikan anggotanya dimana bahan tersebut didapatkan. Serta belajar dari mana He merakit senjata. Sementara itu, dua orang lainnya oknum Satpol PP yang ikut diciduk yakni Pe dan Md, lanjut Kasat Reskrim, tidak terlibat dalam jaringan prakitan senpi ilegal ini. Melainkan keduanya merupakan tersangka sabu alias pemakai sabu bersama He. Saat penggerebekan, ketiganya baru saja pesta sabu. Sedangkan teman wanita mereka, yakni Ma juga tidak terlibat dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

“Keduanya positif menggunakan narkotika jenis sabu. Sudah di tes urin dan positif, namun barang bukti tidak berhasil disita karena sudah habis dipakai. Keduanya berpesta sabu bersama He, seusai He merakit senjata. Di TKP juga kita temukan alat hisab bong,” papar Kasat Reskrim.

Kronologis penyergapan keempatnya, bermula dari adanya laporan warga sejak sepekan terkahir yang mencurigai adanya aktivtas yang janggal di bedengan di belakang rumah dinas (Rumdin) Bagian Umum Pemkab Rejang Lebong. Warga langsung melaporkan kejanggalan tersbeut ke pihak Polres Rejang Lebong.

Lalu dilakukanlah penyidikan lebih lanjut, setelah didapati kebenaran informasi tersebut, anggota Polres Rejang Lebong langsung melakukan penyergapan di bedengan yang berukuran 3 kali 5 meter tersebut. Setelah digeledah, bedengan yang terdiri dari satu ruang tamu, satu kamar tidur dan satu ruang dapur, didapati bebrapa alat perakit senpi rakitan illegal tersebut.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni dua pucuk senpi rakitan, mesin las listrik, mesin bor beserta sembilan buah mata bor, mesin gerenda beserta tiga mata gerenda, delapan kawat listrik, 13 buah per, dua baju dinas Satpol PP, tiga lembar amplas. Juga bong alat hisab sabu.

“Tidak ada perlawan ketika keempatnya disergap. Tiga orang yakni He, Md dan Pe sedang dalam kedaan mabuk karena sudah menghisap sabu. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut guna mengungkap jaringan perakit senpi ilegal lainnya,” pungkas Kasat Reskrim.

Terpisah, menyikapi tertangkapnya honorer Sapol PP tersebut, Kepala Satpol PP RL Rachman Yuzir menegaskan, bahwa pihaknya akan memberikan sanksi dengan pemecatan. Serta, ditegaskannya tidak ada sangkut paut dengan instansi dimana ketiga honorer tersebut bekerja.

“Konsekuansei dari ketiga oknum Satpol PP tersebut yakni diberhentikan, sebab sudah menjadi intruksi atasan bahwa jika tersandung hukum maka akan langsung diberhentikan,” tegas Rachman. (nok)

Baca Juga ...

Mendagri Restui Mutasi

BENGKULU – Rencana  Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr. drh. H Rohidin Mersyah, MMA melakukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *