Senin , 20 November 2017
Home / BENGKULU SELATAN / Eksekutif-DPRD Tarik Ulur Kepentingan

Eksekutif-DPRD Tarik Ulur Kepentingan

KOTA MANNA – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018 terancam molor. Lantaran hingga memasuki pertengahan November, Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) yang sudah cukup lama disampaikan ke pihak legislatif dalam hal ini DPRD BS, belum juga disepakati.

Kemungkinan besar belum disepakatinya KUAPPAS RAPBD Tahun 2018 ini, karena ada tarik ulur kepentingan antara eksekutif dan legislatif. “Kegiatan reses DPRD untuk menjaring aspirasi langsung dari masyarakat. Untuk apa reses kalau aspirasi masyarakat ini tidak bisa dipenuhi,” kata Ketua DPRD BS, Yevri Sudianto.

Untuk itulah menurut Yevri, usulan kegiatan dari lembaga DPRD yang ditampung dari kegiatan reses anggota DPRD BS pada setiap Dapil harus bisa diakomodir oleh eksekutif. Sudah menjadi tugas DPRD selaku wakil masyarakat BS agar bisa memperjuangkan keluhan masyarakat banyak, terlebih keluhan tersebut memang mendesak untuk masyarakat banyak.

“Kalau memang tidak bisa mengakomodir hasil reses kita, paling tidak ada sebagian masuk dalam APBD tahun depan. Jangan semua anggaran yang ada dialokasikan ke kota,” beber politisi PDI Perjuangan ini.

Senada dengan ketua, Wakil Ketua II DPRD BS, Drs. Yunadi, saat ditanya agenda untuk pengambilan kesepakatan atas KUAPPAS, belum bisa menjawab secara pasti jadwal agenda pembahasan RAPBD bersama eksekutif. Pasalnya, sebelum KUAPPAS disepakati, DPRD menginginkan agar usulan kegiatan dari hasil reses anggota DPRD bisa masuk dalam KUAPPAS.

“Apalagi sudah beberapa kali ada usulan yang ditunda, padahal masyarakat sudah menantinya. Kan bupati bisa membagi dari rencana alokasi Rp 30 miliar untuk wajah kota, setengah untuk mengakomodir hasil reses dan setengah untuk kota,” pungkas Ketua DPC Gerindra Kabupaten BS ini.(key)

Baca Juga ...

Dua Murid SD di BS Diculik dan Dicabuli

KOTA MANNA – Anak-anak khususnya perempuan rentan menjadi sasaran tindak kejahatan seksual. Sebut saja Manis ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *