Senin , 20 November 2017
Home / BENGKULU UTARA / Terlibat Narkoba, Panwascam Bisa Batal Dilantik

Terlibat Narkoba, Panwascam Bisa Batal Dilantik

ARGA MAKMUR – Sebanyak 51 Panwas di 19 kecamatan di Bengkulu Utara (BU) akan dilantik di Aula Universitas Ratu Samban, besok (14/11). Namun, 51 nama yang sudah terpilih bisa saja batal dilantik jika tidak memiliki surat bukti bebas penggunaan narkoba.

Anggota Panwas BU, Tugiran, M.Pd menerangkan, jika syarat bukti bebas narkoba wajib bagi mereka yang sudah dinyatakan lulus. Syarat ini juga masuk dalam syarat wajib tambahan bagi calon Panwascam yang sudah dinyatakan lulus.

“Jadi kalau nantinya tidak ada berkas itu, kita pastikan akan kita gugurkan. Karena itu wajib,” kata Tugiran, kemarin (12/11).

Hal ini menghindari adanya Panwascam yang nyatanya pengonsumsi narkoba. Diyakini hal ini akan mengurangi integritas pengawasan Pemilu dan justru bisa mencoreng nama baik pengawasan Pemilu yang dilakukan Panwascam.

“Jadi kita tidak mentolelir. Salah satu antisipasi kita adalah tidak memasukkan mereka yang terlibat narkoba,” ujar Tugiran.

Selain mereka yang terlibat narkoba, bagi Panwascam yang tidak hadir dalam pelantikan besok juga akan dinyatakan mengundurkan diri. Panwas berhak mengangkat calon Panwascam yang memiliki nilai tes di bawah calon yang mundur.

“Kecuali jika memang alasannya jelas seperti sakit atau hal yang sangat mendesak,” terangnya.

Seluruh Panwascam yang dinyatakan lulus dan dilantik besok juga wajib mengikuti bimbingan teknis selama dua hari yang diselenggarakan oleh Panwaslu. Hal ini terkait kompetensi masing-masing Panwascam dalam melaksanakan tugas.

“Kita sudah atur acaranya dan kita harap semua mengikuti sesuai jadwal. Kita juga menginginkan Panwas yang disiplin dalam melaksanakan tugas,” imbuh Tugiran. (qia)

Baca Juga ...

BPJS 109.740 Warga Miskin BU Diblokir

ARGA MAKMUR – Hingga kemarin (19/11), 109.740 warga miskin Bengkulu Utara (BU) pemegang kartu BPJS ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *