Senin , 20 November 2017
Home / BERITA UTAMA / Kabid BPBD Ditangkap Barang Bukti, Rp 50 Juta

Kabid BPBD Ditangkap Barang Bukti, Rp 50 Juta

DITANGKAP : Kabid Rehab Rekon BPBD Bengkulu Utara, Su (jaket merah) diamankan di Mapolres Bengkulu Utara tadi malam.

ARGA MAKMUR – Tim Saber Pungli Bengkulu Utara (BU) menangkap Kabid Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BU, Suyoto (54). Ia ditangkap pukul 20.00 WIB tadi malam di rumahnya di Kelurahan Gunung Alam Arga Makmur BU.

Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan uang Rp 50 juta yang diduga uang suap terkait pengerjaan proyek jembatan gantung yang nilainya lebih dari Rp 1 M. Suyoto adalah Kuasa Penerima Anggaran (KPA) dalam jabatannya sebagai kabid.

Penangkaapan berawal saat tim Saber Pungli dan Sat Reskrim Polres BU melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi jika Suyoto baru menerima uang dari salah satu kontraktor. Saat itulah polisi langsung menggerbek kediaman Suyoto.

Digeledah, di dalam kamar tidur Suyoto ditemukan uang Rp 50 juta yang diduga hasil suap dari salah satu kontraktor. Suyoto yang sempat mengelak langsung digelandang ke Mapolres BU. Kapolres BU AKBP. Ariefaldi WN, SH, S,IK, MM membenarkan penangkapan Suyoto tersebut dan kini masih dalam pemeriksaan. Polisi juga memeriksa dua saksi terkait dugaan suap tersebut.

“Sementara hanya satu orang yang menerima suap. Malam ini (Tadi malam, red) kami amankan,” kata Kasat.

Suyoto menerima uang lantaran perjanjian awal dengan perusahaan pemenang lelang dimana ia selaku KPA. Uang Rp 50 juta tersebut diberikan agar Suyoto mau menandatangani dokumen Project Hand Over (PHO).

“Jadi ini dengan jabatannya dan kapasitasnya selaku KPA ia meminta uang untuk menandatangani dokumen adminsitrasi,” pungkas Kapolres.

Pegang 5 Proyek Senilai Rp 4 M Lebih

Data terhimpun RB, Suyoto mengelola 4 proyek dengan nilai total Rp 4 M lebih masing-masing 3 proyek pelapis tebing dan dua proyek jembatan gantung. Diduga suang yang diterimanya terkait dengan proyek jembatan gantung Napal Putih senilai lebih Rp 1 M.

Uang Rp 50 juta juga diduga bukan kali pertama diterima. Kontraktor sudah menyetorkan uang dengan nominal yang sama saat pencairan tahap awal pertengahan bulan lalu.

Kepala BPBD BU Made Astawa membenarkan ditangkapnya bawahannya tersebut. Namun ia belum bisa memastikan proyek apa yang membuat Suyoto menerima uang tersebut.

“Saya tidak tahu persis, karena pak Suyoto langsung yang menerima uang dan sebagai KPA,” kata Made.

Ia juga memastikan jika tidak ada uang yang mengalir padanya. Meskipun pemberian uang sudah terjadi sejak eprtengahan tahun lalu. “Saya pastikan saya tidak ikut campur, apalagi menerima uang,,” pungkas Made. (qia)

Baca Juga ...

Bertaruh Nyawa, Digulung Ombak Sudah Biasa

Kita sering melihat batu kecil indah dijajakan di pinggir jalan, khususnya di daerah pesisir pantai. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *