Senin , 20 November 2017
Home / METROPOLIS / Krisis Air Bersih, Warga Mandi Galon

Krisis Air Bersih, Warga Mandi Galon

BENGKULU – Dampak perbaikan kerusakan pipa transmisi aliran Sungai Nelas PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu di kawasan Pagar Dewa beberapa waktu lalu, masih membuat galau sejumlah pelanggan PDAM. Itu lantaran hingga kini masih krisis air bersih dan belum teraliri air secara baik. Hal ini terjadi terutama pelanggan di kawasan Sawah Lebar, Sawah Lebar Baru dan Kebun Tebeng.

“Sudah delapan hari ini kami susah mandi ataupun mau nyuci pakaian. Padahal kita sangat tergantungan dengan air PDAM ini buat kebutuhan sehari-hari, kok sekarang belum ada kejelasan kapan hidupnya. Sementara setiap hari kami harus membeli air galon sampai 8 galon per harinya,” keluh Lina (35), salah satu warga Jalan Merawan, Sawah Lebar, kemarin (13/11).

Linda menambahkan, meski pihak PDAM menyalurkan air dari tanki mobil secara cuma-Cuma, namun kebutuhan air yang diberikan PDAM tersebut sangatlah terbatas. “Air yang diberikan gratis itu sangat sedikit. Sementara dalam keluarga kita saja ada 6 orang, kalau mandi banyak sekali habiskan air. Belum lagi buat cuci pakaian dan kebutuhan lainnya. Jadi kalau bisa kita harapkan air PDAM segera hidup secepatnya,” katanya.

Senada disampaikan Anton (36), warga Jalan Merapi Kebun Tebeng. Ia menuturkan, matinya air PDAM ini membuat dirinya beserta keluarga kesusahan mencari air pengganti. Sebab selama ini dirinya hanya mengandalkan air PDAM buat kebutuhan hidup.

“Air sumur kami sudah lama kering, seperti air PDAM ini mati kami terpaksa minta air ke tetangga. Kadang juga selalu beli air galon untuk mandi. Jelas ini sangat mengecewakan kami sebagai pelanggan, kalau matinya begitu lama,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Darma Bengkulu, H. Sjobirin Hasan, SE, MBA mengatakan, pihaknya memohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Pasalnya pascaperbaikan pipa transmisi di Pagar Dewa tersebut untuk keadaan normal masih membutuhkan waktu.

“Memang untuk di kawasan Sawah Lebar dan Kebun Tebeng kawasannya itu di ujung. Jadi perlu beberapa hari lagi untuk keadaan normal distribusi airnya. Sebab sebelumnya memang kita saat masa perbaikain itu mematikan seluruhnya distribusi air, maka dari itu untuk kembali normal perlu waktu. Untuk saat ini kawasan Gading Cempaka dan Selebar sudah posisi normal,” terang Sjobirin.

Sjobirin juga mengatakan, apabila pelanggan membutuhkan air PDAM lantaran belum tersalurkan dengan baik bisa menghubungi langsung manajemen PDAM. “Meski kewajiban pelanggan membayar air PDAM hanya yang digunakan saja. Namun secara etika moral, kita mempunyai rasa empati kepada pelanggan yang kesulitan mendapatkan air. Makanya kita terus memantau lokasi, untuk dropping air kepada pelanggan,” terangnya. (new)

Baca Juga ...

Kagum dan Ingin Kembali ke Bengkulu – City Tour PWI

BENGKULU – Peserta Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) banyak yang mengaku kagum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *