Selasa , 12 Desember 2017
Home / BENGKULU UTARA / Diserang Puluhan Warga, Rumah Pembunuh Anak Hancur

Diserang Puluhan Warga, Rumah Pembunuh Anak Hancur

DIAMUK MASSA: Polisi saat mengamankan kediaman pelaku pembunuhan anak yang dirusak puluhan massa, Sabtu (18/11) malam lalu.

AIR NAPAL – Puluhan warga Desa Kota Agung, Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara (BU) pukul 22.00 WIB Sabtu (18/11) malam mendatangi kediaman Kaliwas (40). Kaliwas dan istrinya Rosmaniar adalah orangtua Ag (18), pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Loura (9) yang jenazahnya ditemukan di dalam karung Jumat (17/11) lalu.

Kronologis kejadian, Sabtu malam itu kediaman Ardiansyah, orangtua Loura memang tengah mengadakan malam Yasinan pertama, setelah Sabtu sore jenazah Loura dimakamkan. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga yang kesal mendatangi kediaman orangtua Ag. Meskipun Ag sudah ditahan di Mapolres BU.

Saat itu, massa yang lebih dari 20 orang langsung melempari kediaman Kaliwas. Untungnya, sejak anaknya ditangkap Jumat lalu, Kaliwas dan Rosmaniar sudah meninggalkan rumah dan menginap di rumah kerabatnya di Kecamatan Lais.

Warga yang kesal bukan hanya melempari rumah Kaliwas hingga rusak. Warga juga masuk ke dalam rumah dan menghancurkan seluruh perabotan yang ada di dalam rumah.

Kadun 2 Desa Kota Agung, Dedi menerangkan, ia dan warga lainnya tidak bisa menahan emosi masyarakat lagi. Beberapa tetangga Kaliwas bahkan memohon agar warga tidak membakar rumah Kaliwas lantaran berdampingan dengan rumah warga lain.

“Mungkin kalau tidak berdampingan dengan rumah warga, pasti rumah ini sudah dibakar massa,” kata Dedi.

Untungnya, polisi dari Polsek Air Napal dan Polres BU yang dipimpin Kasat Reskrim langsung turun ke lokasi untuk menenangkan warga.

Sementara itu, kemarin (19/11), polisi melakukan olah TKP di kediaman nenek Ag yang tak jauh dari rumahnya. Rumah ini adalah lokasi tempat Ag melakukan perkosaan dan pembunuhan hingga memasukkan korban ke dalam karung.

Dalam olah TKP tersebut, polisi masih menemukan bercak darah di kamar mandi, baik itu di lantai maupun di dinding kamar mandi. Kamar mandi ini adalah lokasi pelaku menghujani korban dengan tujuh luka tusuk.

Kapolres BU, AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Resrim, AKP. M Jufri, S.IK menerangkan, olah TKP untuk memperjelas kejadian dan disaksikan oleh penyidik. Polisi juga mencari alat bukti lain yang mungkin mendukung penyidikan dan terkait dengan peristiwa pembunuhan tersebut. “Kita melihat langsung TKP untuk melengkapi penyidikan,” kata Kasat.

Selain itu, polisi juga sudah mendatangi keluarga korban dan memberikan penjelasan. Ia meminta keluarga korban menyerahkan hal ini pada polisi.

“Kami sangat paham duka dan rasa kesal yang dialami keluarga korban, termasuk masyarakat desa. Namun kami berharap tetap diberikan kesabaran dan menyerahkan masalah ini pada polisi,” imbuh Kasat. (qia)

Baca Juga ...

Pesta Miras, 66 Orang Digelandang – Polisi Ditabrak

ARGA MAKMUR – Polres Bengkulu Utara (BU) menggelar razia gabungan pukul 22.30 WIB Sabtu (9/12) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *