Selasa , 12 Desember 2017
Home / METROPOLIS / Pantai Panjang Masuk Jalur Trayek Angkot

Pantai Panjang Masuk Jalur Trayek Angkot

BENGKULU – Dalam rangka meningkatkan pelayanan di bidang transportasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan melegalkan pengembangan trayek angkutan di beberapa daerah tahun 2018 ini. Terutama jalur kawasan Objek Wisata Pantai Panjang akan menjadi jalur trayek angkutan kota (angkot). Tak hanya itu juga jalur trayek bus pariwisata dan bus angkutan umum lainnya.

Asisten II Pemprov Drs. Ari Narsa JS mengakui pihaknya membuka jalur baru trayek angkutan di kawasan Pantai Panjang untuk memberikan pelayanan transportasi umum bagi pengunjung yang ada di kawasan Pantai. Selama ini banyak wisatawan yang menginap di hotel-hotel kawasan Pantai Panjang kesulitan transportasi.

“Nanti khusus Pantai Panjang ada dua angkot yang akan masuk rutenya. Bisa Angkot Biru dan Merah serta Kuning. Kemudian juga akan ada rute Bus yang bantuan baik dari pihak swasta dan Kementerian Perhubungan. Sehingga 1×24 jam ada transportasi umum yang melintas di kawasan pantai panjang,’’ jelasnya.

Diakui Ari, untuk angkutan online juga akan dilegalkan. Jika memang sudah mendaftar dan mengajukan izin. Sebab sesuai keputusan Menhub angkutan online sudah resmi dilegalkan. “Jadi seluruh trayek atau jalur yang memang sudah layak dikembangkan harus segera. Dishub Provinsi akan berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten/kota. Agar transportasi di Bengkulu nyaman dan lancar,’’ paparnya.

Desak Revisi Trayek

Sementara itu DPRD Kota Bengkulu kembali mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu segera merevisi jalur trayek angkot lima warna yang selama ini dinilai aturan yang mengatur tentang jalur angkot lima warna tersebut dibuat pada 1996 berdasarkan SK Gubernur tidak relevan dengan perkembangan daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kota Suimi Fales, SH, MH menilai, dengan perkembangan kota yang kian maju saat ini, maka alat transportasi umum juga harus menjadi fokus utama Pemkot untuk memikirkannya. Terutama saat ini di kawasan Bentiring sudah menjadi pusat perkantoran perlu sarana transportasi umum yang memadahi.

“Seperti kawasan Bentiring itu sekarang memang sudah maju dan berkembang. Apalagi kantor walikota sekarang sudah pindah bentiring. Tentunya jika angkot tidak ditambah secepatnya, masyarakat ataupun pegawai akan kesulitan mencari transportasi,” tutur Suimi.

Selain itu menurut Suimi, sejak awal pihkanya sudah menyampaikan bahwa perlu ada langkah dan gagasan dalam mencari jalan keluar untuk lepas dari polemik soal pengubahan jalur trayek angkot lima warna. Setidaknya mulai sekarang bisa dibahas secara bersama dengan melibatkan elemen masyarakat dan dinas terkait.

Terkait soal penambahan jalur angkot lima warna, dikatakan Sekda Kota, Marjon, pihaknya sudah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) kota mengkaji lebih dalam lagi dengan melibatkan pihak organda dan para sopir angkot. “Sejauh ini saya belum dapat hasil laporannya seperti apa. Karena sebelumnya kita sudah minta Dishub untuk mengkaji soal jalur tambahan angkot bentiring ini,” ungkapnya.(che/new)

Baca Juga ...

Bengkulu, Kota Peduli HAM

BENGKULU – Segudang prestasi kembali diraih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) di era kepemimpinan Walikota, H. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *