Selasa , 12 Desember 2017
Home / BENGKULU UTARA / Peras Kadis, Oknum Ketua LSM Dibekuk

Peras Kadis, Oknum Ketua LSM Dibekuk

PEMERASAN: Oknum Ketua LSM berinisial AR (36) saat digelandang polisi ke ruang pemeriksaan usai ditangkap melakukan pemerasan terhadap Kadis Pendidikan BU.

ARGA MAKMUR – Setelah Tim Saber Pungli, kali ini Satuan Reskrim Polres Bengkulu Utara (BU) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Pelaku yang kena OTT adalah AR (36), warga Desa Taba Tembilang yang juga oknum ketua salah satu LSM di BU.

Ia disergap polisi sekitar pukul 11.30 WIB di ruang Kepala Dinas Pendidikan BU Margono, S.Pd. Di tangannya, polisi mendapatkan uang Rp 5 juta yang diminta AR dari Margono. Dengan bukti tersebut, polisi langsung menjebloskan AR ke sel tahanan Mapolres BU.

Menariknya, dari tangan AR juga diamankan surat dari Kejaksaan Negeri BU. Surat tersebut terkait dengan laporan yang dilayangkan AR sebagai Ketua LSM.

AR melaporkan dugaan korupsi dalam pembangunan dan rehab ruang belajar di 14 sekolah dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017. Surat laporan tersebut sudah disampaikannya ke Kejari BU sehingga mendapatkan surat balasan.

Data terhimpun RB, penangkapan berawal saat pagi kemarin Margono melapor  lantaran terus dihubungi oleh AR terkait tuduhan korupsi. Siang harinya AR datang menemui Margono didampingi PPTK Sutikno. Saat itulah AR diduga menyebutkan nominal uang sampai menunjukkan surat balasan dari Kejari. Margono menyerahkan uang.

Setelah penyerahan itu, polisi lantas masuk ke dalam ruangan dan melakukan tangkap tangan. Penangkapan dipimpin KBO Sat Reskrim Iptu Rahmat, SH.

Kapolres BU AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. M Jufri, S.IK menerangkan pengakuan Margono, AR sudah sering menerima uang darinya dengan alasan yang sama. Ia sudah pernah memberikan uang Rp 7 juta dan Rp 5 juta. “Ini kali ketiga, makanya korban melapor ke polisi lantaran memang tidak merasa melakukan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ia juga tak menampik adanya surat yang dibawa oleh AR. Namun surat tersebut hanyalah surat balasan biasa. Surat itu menyebutkan jika laporan proyek DAK 2017 masih berjalan. “Jadi surat itu sebagai ancaman, pelaku akan kembali melaporkan bulan depan jika tidak diberikan sejumlah uang. Makanya kita lakukan penindakan,” tegas Kasat Reskrim.

AR sendiri oknum LSM keempat yang dijebloskan polisi ke penjara. Sebelumnya ada Ha dan Ro yang ditangkap atas kasus pemerasan Kadis PU namun sudah menjalani hukuman. Tahun ini ada He yang terkait pemerasan kades namun akhirnya mendapatkan serangan jantung dan meninggal. “Kini kita memeriksa kepala dinas dan PPTK, mereka yang menjadi korban pemerasan,” ujar Kasat Reskrim.(qia)

Baca Juga ...

Pesta Miras, 66 Orang Digelandang – Polisi Ditabrak

ARGA MAKMUR – Polres Bengkulu Utara (BU) menggelar razia gabungan pukul 22.30 WIB Sabtu (9/12) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *