Selasa , 12 Desember 2017
Home / MUKOMUKO / Pertanyakan Anggaran Destana

Pertanyakan Anggaran Destana

DESTANA: Kegiatan Destana yang digelar di Mukomuko, kemarin (5/12).

MUKOMUKO – Sejak dibentuk Juli 2017, mereka yang terlibat dalam Program Desa Tangguh Bencana (Destana) tak menerima dana. Terutama dana untuk operasional. Wakil Ketua Forum Penanggulangan Bencana Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Dirwansi mengaku kesulitan bergerak. Sebab hingga kemarin (5/12) tidak jelas anggarannya. Desa yang masuk Destana, bisa saja anggarannya diakomodir melalui APBDes. Sedangkan kelurahan, tidak punya anggaran sendiri.

Padahal yang masuk tim Destana ini perlu sosialisasi, pelatihan relawan, informasi dan lainnya. “Yang hendak kita lakukan terkendala dana. Sekarang ini baru dibentuk saja, pertemuan pelatihan di kabupaten. Padahal butuh kegiatan riil di lapangan butuh dana,” kata Dirwansi.

Tanpa didukung anggaran, Dirwansi mempertanyakan tindaklanjut program tersebut. Sekarang ini hanya terkesan instansi terkait menghambur-hamburkan anggaran. Tanpa jelas langkah nyata di lapangan. Sebab kegiatannya hanya seminar, pertemuan dan lainnya ditingkat kabupaten. Padahal masyarakat yang perlu pembinaan lebih lanjut. “Sekarang menurut saya terkesan menghamburkan uang di instansi terkait. Maunya kita input dan output jelas,” tukas Dirwansi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko Ramdani, SE, MM mengatakan anggaran untuk Program Destana di Mukomuko masih diperjuangkan. Diakuinya tahun 2017, belum diakomodir dalam APBD kabupaten. Namun ia optimis, ke depan akan ada anggaran seiring dengan tuntasnya penyusunan perencanaan terkait Destana.

“Inikan selalu berlanjut, terus pengembangan. Kita baru ditahap pengukuhan Destana. Setelah ini perencanaan dan seterusnya. Mudah-mudahan dengan adanya dokumen perencanaan yang tuntas, bisa diakomodir anggarannya untuk tahun berikutnya,” jelas Ramdani.

Ada empat lokasi yang dikukuhkan jadi Destana. Yakni Desa Pasar Ipuh (Ipuh), Desa Teramang Jaya (Teramang Jaya), Desa Rawa Bangun dan Kelurahan Koto Jaya (Kota Mukomuko).

“Kami sampaikan ke BNPB untuk desa pengembangan. Kini statusnya baru pembentukan. Sudah dibentuk baru dikembangkan seperti apa kegiatan ke depan, itu akan mengacu dokumen,” tutup Ramdani.(hue)

Baca Juga ...

18 BB dan Uang Tunai Rp 44,5 Jt Diamankan

PENARIK –Satreskrim Polres Mukomuko berhasil melakukan penangkapan aksi perjudian bola gelinding yang digelar di arena ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *