Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA UTAMA / PH Ridwan Mukti Sebut Tuntutan Tidak Benar

PH Ridwan Mukti Sebut Tuntutan Tidak Benar

Penasehat Hukum RM dan istri, Muhammad Rujito

BENGKULU–  Penasehat Hukum Gubernur (Nonaktif) Ridwan Mukti, dalam sidang Kamis (7/12) menegaskan jika tuntutan dari Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU) tidak benar. Pasal yang dituntutpun jauh dari kenyataan fakta persidangan. Ini diungkapkan Muhammad Rujiko pada awak media usai sidang.

“Semuanya ini tidak benar. Kami akan sampaikan pembelaan dan minta waktu kepada majelis hakim untuk membela pak RM,” terang Rujiko.

Menurut Rujiko, ada yang salah dengan JPU KPK. Karena dalam tuntutan tidak sama sekali jelas dasar hukumnya. “Tindakan Jaksa Penuntut berlebihan. Dalam sidang sudah jelas, tidak ada saksi yang dapat membuktikan jika Pak RM terlibat. Kejadiannya terpisah dan Pak Ridwan tidak berada saat di OTT. Terus ditambah lagi tuntutan tambahan dicabut hak politik. Menurut saya ini yang tidak bisa dipercaya, tidak benar semua itu,” tegas Rujiko.

Sebelumnya, Ridwan Mukti dan sang Istri, Lily Martiani Maddari dituntut 10 tahun penjara, didenda Rp 400 juta dengan subsidiar 4 bulan kurungan. Tuntutan yang ditetapkan JPU KPK ini tergolong berat, yang mana perantara suap Rico Dian Sari dituntut 5 tahun penjara. Sedangkan penyuap dituntut 4 tahun dengan vonis 3 tahun 7 bulan penjara.

Ketua Majelis Admiral SH, MH didampingi Nich Samara, SH, MH dan Gabriel Siallagan, SH, MH, memberika waktu kepada penasehatan Hukum Terdakwa Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martiani selama 1 minggu untuk menyiapkan pembelaan. “Diberikan waktu 1 minggu untuk pihak penasehat hukum terdakwa menyiapkan pembelaan,” tutur Admiral dan menutup sidang.(rif)

Baca Juga ...

Mendagri Restui Mutasi

BENGKULU – Rencana  Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr. drh. H Rohidin Mersyah, MMA melakukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *