Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA UTAMA / Ridwan Mukti dan Istri Dituntut 10 Tahun Penjara

Ridwan Mukti dan Istri Dituntut 10 Tahun Penjara

SIMAK : Gubernur (nonaktif) Ridwan Mukti dan istri, Lily Maddari saat mendengarkan tuntutan dalam persidangan, Kamis (7/12)

BENGKULU– Tim Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diketuai Haerudin menuntut Gubernur Bengkulu (Nonaktif), Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martiani Maddari, masing-masing 10 tahun penjara. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, menerima suap proyek Rp 1 miliar dari pengusaha Jhoni Wijaya (Kepala Perwakilan PT. Statika Mitrasara) melalui perantara Riko Dian Sari (Dirut PR RPS).

“Atas kesalahan yang dilakukan terdakwa maka dituntut pidana 10 tahun penjara. Ditambah pidana denda Rp 400 juta dan subsidiar 4 bulan kurungan penjara,” tegas Haerudin.

JPU menyatakan Ridwan Mukti dan Lily terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 12 huruf a Undang Undang RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang undang RI Nomor 20 tahun 2011 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Terdakwa melibatkan istrinya untuk memperoleh kekayaan, melibatkan perantara Rico Dian Sari.

“Terdakwa sudah salah bertindak dari jabatan yang didudukinya sebagai penyelenggara Negara. Dengan melibatkan orang terdekatnya,” papar Haerudin.

Tuntutan tersebut jelas membuat pendukung Ridwan Mukti tercengang. Meskipun Ridwan Mukti melalui saksi ahli disebut tidak terlibat langsung dalam OTT. Namun dari kesaksian 20 saksi dalam sidang meyakinkan bersalah. Serta selama proses persidangan tidak ditemukan unsur menghapuskan pidana terhadap terdakwa.

“Ada unsur menguatkan dan terdakwa selaku penyelenggara negara mengetahui uang suap senilai Rp 1 miliar yang diterima istrinya, Lily Martiani dari saksi Rico Dian Sari. Untuk itu terdakwa harus pertanggungjawabkan hal yang melawan hukum,” terangnya.

Sebelumnya tim JPU KPK yang sama dalam sidang yang terpisah, telah menetapkan pembuktian perantara uang suap Rp 1 miliar, melalui Rico Dian Sari (Dirut PT RPS) dengan pidana 5 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. Ditambah pidana denda Rp 200 juta dengan subsidiar 3 bulan penjara. Sedangkan penyuap Jhoni Wijaya (Kepala Perwakilan PT Statika Mitra Sarana) telah dijatuh vonis dengan pidana penjara 3 tahun 7 bulan.(rif)

Baca Juga ...

Mendagri Restui Mutasi

BENGKULU – Rencana  Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr. drh. H Rohidin Mersyah, MMA melakukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *