Selasa , 23 Januari 2018
Home / BERITA UTAMA / Kuasa Hukum Ridwan Mukti Siap Ajukan Banding

Kuasa Hukum Ridwan Mukti Siap Ajukan Banding

BENGKULU-  Ketua Tim Penasehat Hukum, Magdir Ismail yang berhasil dikonfirmasi wartawan RB, Kamis (11/1) malam mengaku sedih atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim untuk kliennya. Ia sendiri tidak bisa hadir dan mendengar langsung pembacaan vonis. Apalagi setelah mendapatkan kabar dari tim yang ke Bengkulu, bahwa vonis untuk kliennya Ridwan Mukti beserta istri, Lily Martiani Maddari masing-masing 8 tahun penjara dengan denda Rp 400 juta, subsidiar 2 bulan penjara. Ditambah  pencabutan hak berpolitik 2 tahun setelah menjani hukuman pokok untuk RM.

“Saya sangat sedih. Vonis majelis hakim ini sama sekali tidak masuk di akal. Karena menghukum warga negara yang tidak bersalah. Ini benar-benar penzaliman atas nama hukum. Biasanya tidak seperti ini, mestinya majelis hakim harus melihat adanya kebenaran Ridwan Mukti berada di posisi yang tidak bersalah di perkara tersebut,” terang Magdir.

Sudah jelas dalam persidangan tambah Magdir, jika Ridwan Mukti tidak ikut dalam masalah suap seperti dalam dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Bahkan beberapa saksi mulai dari pemberi uang Jhoni Wijaya (Kepala PT Statika Mitrasarana), Rico Dian Sari (Direktur PT RPS), yang dalam sidangnya tidak menyebutkan sama sekali keterlibatan RM.

“Okelah kalau ibu Lily yang disebut-sebut dalam sidang. Tapi perkara ini tidak ada sama sekali pak Ridwan Mukti yang dikait-kaitkan. Bahkan ibu Lily sudah meyakinkan dalam sidang, jika dia bergerak sendirian dan ulahnya tidak diketahui Pak RM. Terus tidak ada kaitannya uang Rp 1 miliar dengan proyek. Tetapi uang tersebut belanja lebaran permintaan Lily dan bukan diminta Pak Ridwan,” tuturnya.

Atas kebenaran ini, tambah Magdir lagi. Yang menjelaskan posisi Ridwan Mukti dizalimi, memang sudah sepatutnya Penasehat Hukum mengajukan banding untuk menegakkan kebenaran Hukum. Serta memimta pertimbangan atas hukuman bagi warga negara yang tidak bersalah.

“Saya pikir akan coba banding langsung pengadilan Negeri Tinggi Bengkulu,” ujar Magdir.

Ditanya apakah langsung mengajukan banding ke Pengadilan dilakukan sendiri, Magdir memastikan ada tim yang di Bengkulu siap mengajukan pengajuan banding. “Bisa bantu kawan-kawan di Bengkulu ajukan banding. Karena ini tidak masuk akal, nurani saya tidak bisa terima. Selaku praktisi hukum, saya sangat kecewa. Apalagi pembelaan yang kami sampaikan dalam sidang, tidak sama sekali dijadikan pertimbangan oleh majelis,” imbuh Magdir.(rif)

Baca Juga ...

Budiman Dilarang Mutasikan Pejabat

BENGKULU–  Pascaberakhirnya masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota, Helmi Hasan-Patriana Sosialinda pada 21 Januari,  Senin ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *