Selasa , 23 Januari 2018
Home / METROPOLIS / Operasi Pasar Tidak Harus Tunggu Moment

Operasi Pasar Tidak Harus Tunggu Moment

PERSIAPAN: Plt Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H Rohidin Mersyah, MMA meminta agar operasi pasar segera dilakukan untuk menekan harga bahan pokok.

BENGKULU – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu bergerak cepat untuk mengatasi kenaikan harga beras yang turut berimbas ke Provinsi Bengkulu. Plt. Gubenur Bengkulu Dr. drh. H Rohidin Mersyah, MMA meminta agar operasi pasar segera dilakukan untuk  menekan harga dan membantu rakyat kecil.

Permintaan ini disampaikan Rohidin Mersyah saat memimpin   Rapat Koordinasi antara TPID Provinsi Bengkulu, Kota/Kabupaten di ruang pertemuan Gedung Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu pagi hingga siang kemarin (12/1).

Menurut Rohidin Mersyah, digelarnya operasi pasar tidak harus menunggu moment spesial seperti bulan Ramadhan maupun Idul Fitri. Namun bisa dilakukan saat terjadinya gejolak harga di pasar akibat naiknya harga beras. “Bulog sudah dapat melakukannya,” tegas Rohidin. Ke depan kata dia, untuk  mengatasi harga beras yang melambung, akan dilakukan subsidi harga yang diakomodir dari APBD Provinsi, Kota/Kabupaten .

Adapun mekanisme subisidinya, Bulog tetap melakukan pembelian harga gabah ditingkat petani dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan harganya secara nasional. Jika didapati harga  di pasar berbeda dengan HET, maka subsidi yang menalangi kekurangannya. “Jadi misalkan kekurangan beberapa miliar maka itu ditanggung APBD, asal aturannya sudah ada baik berbentuk pergub, Perbup atau Perda,” ungkapnya.

Plt Gubenur pun mendorong agar Bupati/Walikota di Provinsi Bengkulu segera mengeluarkan aturan berbentuk Pergub atau Perbub itu, agar aturan yang mengakomodir agar subsidi yang berasal dari APBD sudah ada. “Saya kira cukup Pergub atau Perbub sebab kalau, menggunakan Perda membutuhkan waktu yang lama,” ungkapnya.

Kepala Bulog Divre Bengkulu Dedi Sabentra Buyung langsung merespon keinginan Rohidin yang akan melakukan subsidi harga. Alasanya dengan cara ini maka pengelolaan gabah menjadi beras akan menjadi lebih baik mengingat tenaga kerja yang terserap bisa lebih banyak. Melalui cara subsidi ini, maka akan membuka peluang kerja buat masyarakat.

Terkait dengan operasi pasar agar menekan harga beras, Bulog kata dia juga sudah melakukan operasi pasar untuk  mengatasi harga beras, melalui Jaringan yang dimiliki yakni Rumah Pangan bentukan Bulog. “Operasi Pasar sudah kita lakukan dengan mengintensifkian jaringan-jaringan rumah pangan yang kita punya,” unglapnya.

Sementara itu, dalam rapat kemarin, hadir Kepala BI Perwakilan Provinsi. Endang Kurnia Saputra serta Kepala Tim dan Advisory Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Bengkulu Christin R. Sidabutar, serta Bupati dan Walikota. Turut hadir Satgas Pangan Polda Bengkulu, Perwakilan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Bengkulu.(iks)

Baca Juga ...

Berangkatkan 35 Kontingen

BENGKULU – Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 akan dipusatkan di Provinsi Sumatera Barat. Perhelatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *