Home / MUKOMUKO / PUPR Kaget Melihat Badan Jalan Rusak

PUPR Kaget Melihat Badan Jalan Rusak

PEMBANGUNAN: Dalam gambar kegiatan proyek pembangunan pengaman pantai yang sedang dikerjakan.

IPUH – Protes warga terkait kondisi jalan yang dilalui mobil pengangkut material proyek pembangunan pengaman pantai mendapat tanggapan serius dari Pemkab Mukomuko. Menindaklanjuti masalah ini– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko langsung menurunkan tim ke lapangan.

Saat turun ke lokasi, tim mengaku kaget. Karena badan jalan yang dilalui truk-truk pengangkut material yang lalu lalang, membuat badan jalan turun serta beberapa titik sudah mulai mengembang.

Kalau kondisi ini terus dibiarkan, dipastikan ancaman jalan rusak berat benar-benar terjadi. Dan dipastikan kalau ini sampai terjadi, Pemkab Mukomuko tak mungkin bisa tangani kerusakan dalam waktu cepat. Karena masih banyak jalan lain yang belum tersentuh pembangunan.

‘’Kami sudah melihat ke lapangan, memang konsiai jalan terancam rusak berat. Seperti yang diprotes warga itu benar adanya. Jika ini dibiarkan, kasihan dengan warga sekitar. Sementara jalan tersebut belum lama dibangun, tapi sudah rusak sebelum waktunya,” papar Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Apriansyah, ST, MT.

Dijelaskan jalan yang melewati Desa Medan Jaya, Pasar Baru, dan Pasar Ipuh itu, berkapasitas rendah. Dimana maksimal beban kendaraan yang bisa melintas jalan itu paling banyak 5 ton. Itupun tidak bisa dilalui dengan beban maksimal secara terus menerus.

‘’Kalau dilewati melebihi beban, sangat mungkin sekali jalan itu mengalami rusak parah. Tentu masyarakat yang disana pasti mengelukan dengan kerusakan jalan,’’ ujar Apriansyah.

Dijelaskan pihaknya dalam waktu dekat akan mendatangi Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII di Bengkulu. Tujuannya guna berkoordinasi dan berkomunikasi terkait masalah ini. Diantaranya guna memastikan tanggungjawab pihak kontraktor atas jalan yang dilalui.

‘’Kami menunggu laporan tertulis dari masyarakat atau pemerintah desa setempat. Karena ini salahsatu menjadi dasar kami untuk datang ke BWSS Bengkulu. Kalau memang masyarakat keberatan, segera layangkan surat,’’ jelas Apriansyah.

Masih menurut Apriansyah, sepengetahuan pihaknya dalam sebuah kontrak, apalagi nilainya puluhan miliar, harus ada anggaran atau biaya jalan masuk dan keluar selama proyek berjalan.

‘’Kita akan tanyakan ke BWSS, bagaimana sikap daripada kontraktor terhadap jalan yang dilalui. Kompensasinya seperti apa. Karena menurut kami, dalam sebuah kontrak harus ada anggaran dan biaya jalan keluar masuk selama proyek berjalan. Sebab nanti masyarakat yang akan jadi korban,” demikian Apriansyah.(hue)

Baca Juga ...

Lokasi Tes CPNS Dirancang di MM

MUKOMUKO –Sebelumnya panitia tes CPNS Mukomuko rancang computer assisted test (CAT) seleksi kompetensi dasar (SKD) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.