Senin , 19 Februari 2018
Home / METROPOLIS / Tak Ada Kenaikan Setoran Parkir

Tak Ada Kenaikan Setoran Parkir

TERTIBKAN: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu melakukan penertiban juru parkir (Jukir) nakal di kawasan Padang Jati, kemarin (12/2).

BENGKULU – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu, Bardin menampik adanya informasi kenaikan tarif setoran parkir sebesar 10 persen dari biasanya. Sebelumnya beredar informasi di kalangan juru parkir akan kenaikan tarif parkir yang rata-rata ditentang oleh mereka. “Belum ada kenaikan, tetap menggunakan setoran parkiran tahun 2017,” tegas Bardin, kemarin (12/2).

Penarikan setoran parkir sendiri, lanjut Bardin, hitungannya tidak sama rata baik di lokasi satu sama lain. Misal lokasi A setorannya sebesar Rp 1,5 juta dan lokasi B sebesar Rp 600 ribu.

“Besaran setoran sendiri ditentukan dari hasil survei dan potensi kawasan itu. Jadi besarannya tidak sama, kalau potensinya banyak tentu setorannya tinggi. Tidak mungkin petugas parkir tidak mendapat gaji dari situ, kita memikirkan mereka juga supaya ada penghasilan,” terang Bardin.

Dijelaskannya, penentuan lokasi parkir yang setorannya tinggi belum bisa dipaparkan. “Saya tidak menentukan bahwa kawasan Soeprapto paling besar. Misal di depan Apotek Paten itu kan rame jadi setorannya besar. Lalu dekat Mulia Karya itu kan dikit kendaraan jadi rendah setorannya. Tidak bisa kita tentukan, tergantung dari hasil survei,” jelas Bardin.

Sedangkan untuk terget PAD Kota Bengkulu dari parkir ini, Dishub kembali menargetkan sebesar Rp 5 miliar sama seperti tahun sebelumnya. Namun dalam realiasasi PAD tahun 2017 lalu belum terealisasi dengan baik dengan hanya mampu mencapai Rp 4,2 miliar dari target yang sudah ditentukan. Meski begitu, Bardin mengatakan realisasi PAD parkir tahun 2017 merupakan paling tinggi. “Target sama seperti tahun sebelumnya, kita optimis bisa mengejar target tersebut,” kata Bardin.

Sementara itu, tim Dishub Kota Bengkulu yang dipimpin Kabid Operasional, Mardikusuma kemarin (12/2) siang melakukan penertiban kepada 15 orang juru parker (Jukir) nakal yang berada di kawasan Padang Jati hingga Kampung Cina. Penertiban dilakukan atas informasi bahwa Jukir nakal ini tidak memiliki Surat Perintah Tugas (SPT) dan kartu identitas.

“Kita tertibkan mereka karena tidak memunyai SPT dan kartu identitas. Kita laporkan serta sita peluit dan rompi yang digunakan,” ucap Mardikusuma.

Selain itu, Jukir nakal ini selain ilegal ternyata dipekerjakan oleh Jukir legal. Mengenai alasannya, saat ini masih didalami oleh pihak Dishub kota. Pada penertiban ini pula, tim Dishub Kota juga mengimbau kepada Jukir untuk tidak membuka lahan parkir yang terlalu dekat dengan lampu merah, sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

“Kawasan lampu merah harus bebas dari parkir. Kita tertibkan kalau memang tidak tertib akan diambil langkah tegas,” tutup Mardikusuma. (nok)

Baca Juga ...

Asap Kebakaran Hutan

BENGKULU – Perakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, M Fajar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *