Home / BENGKULU UTARA / Dewan Dukung Usut Dana Beasiswa Unras

Dewan Dukung Usut Dana Beasiswa Unras

BEASISWA: BEM Unras dan mahasiswa penerima beasiswa Pemkab BU mengadu ke Komisi I DPRD BU, Senin (12/2).

ARGA MAKMUR – Konflik antara 90 mahasiswa Universitas Ratu Samban (Unras) yang berstatus penerima beasiswa Pemkab BU mendapatkan sorotan dari DPRD BU. Hal itu setelah para 15 mahasiswa datang bertemu dengan Komisi I DPRD mengadukan persoalan mereka mengenai SPP yang tidak dibayarkan hingga dua semester tahun 2017.

Ketua Komisi I DPRD BU, Pitra Martin menganjurkan para mahasiswa mengambil langkah hukum dengan melapor ke polisi atau Jaksa. Apalagi mahasiswa sudah mengetahui jika uang beasiswa senilai Rp 200 juta tersebut sudah dicairkan dari kas Pemkab. “Kalau itu langkah hukum, kami mendukung. Tidak ada yang bisa membuktikan kebenaran selain langkah hukum. Silakan melapor ke polisi dan Jaksa,” tegas Pitra.

Sekretaris Komisi Sonti Bakara menegaskan akan memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk menanyakan siapa yang menerima dana tersebut. Ia juga memastikan akan mengundang mahasiswa untuk hadir lantaran mereka selalu gagal menemui pejabat Pemkab.   “Silakan saja datang semua, 90 orang,” ujarnya.

Kewajiban dewan mempertanyakan dana tersebut lantaran dewan yang mengesahkan anggaran untuk dijalankan Pemkab BU. Namun nyatanya dana yang sudah dikucurkan oleh daerah tidak sampai dibayarkan untuk SPP. “Ini tugas kami mempertanyakan, ini fungsi kontrol atas dana yang sudah disahkan,” tegasnya.

Presiden BEM Unras Yoki menegaskan mereka ingin mengetahui dulu jelasnya aliran dana yang sudah dikucurkan Pemkab BU.         “Kami sudah bertemu dengan Kabid Anggaran, dana tersebut sudah dibayarkan. Kami ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab sehingga dana tersebut tidak dibayarkan,” beber Yoki.

Terpisah, Kepala BPKAD BU, Drs. H Kisro Zanito, MM menuturkan jika semua pencairan dana dilengkapi oleh laporan pertanggungjawaban, termasuk kucuran beasiswa Unras. Ia memastikan semua yang dilakukan Pemkab sudah sesuai aturan. “Dananya sudah kita bayarkan dan ada pertanggungjawabannya,” jelas Kisro.

Diketahui, kisruh ini berawal dari dualisme yayasan yang sama-sama mengaku berhak mengelola Unras yakni Yayasan Ratu Samban yang dipimpin Tajul Ahyar dengan Rektor Dr. Imron Rosyadi, MM, M.Si dan Yayasan Ratu Samban Arga Makmur yang dipimpin Syafrianto Daud dengan Rektor Dr. Sugeng Suharto.

Saat itu Pemkab BU mengucurkan dana semasa kepemimpinan Sugeng Suharto. Namun kini Unras dibawah kepemimpinan Rektor Dr. Imron Rosyadi.(qia)

Baca Juga ...

Bupati Imbau PNS BU Bayar Zakat ke Baznas

ARGA MAKMUR – Bupati Bengkulu Utara (BU), Ir. Mian membayar zakat penghasilan ke Badan Amil ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *