Home / BERITA UTAMA / Empat Pasang Calon Masih Belum Aman

Empat Pasang Calon Masih Belum Aman

SUMRINGAH: Empat pasangan calon walikota/wakil walikota telah ditetapkan oleh KPU Kota Bengkulu di Hotel Santika, kemarin. Sementara Calon Walikota, H. Helmi Hasan, SE tidak hadir dan memberikan mandat kepada Ketua Tim Pemenangan, Asmawar Arfan.

BENGKULU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, Senin (12/2) kemarin telah menetapkan empat bakal pasangan calon (baslon) Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu menjadi Pasangan Calon (Paslon) peserta Pemilihan umum Walikota dan Wakil Walikota Juni 2018 mendatang. Namun posisi paslon tersebut yakni Patriana Sosialinda-Mirza, Erna Sari Dewi-Ahmad Zarkasi, Helmi Hasan-Dedy Wahyudi dan David Suardi-Bakhsir masih belum aman.

Apabila terjadi sengketa gugatan berkaitan dengan SK penetapan yang dikeluarkan oleh KPU Kota Bengkulu. Informasi yang diperoleh RB tadi malam, sudah ada sejumlah pihak menyiapkan rencana gugatan tersebut yang akan disampaikan ke Panwaslu Kota.

Ketua KPU Kota Bengkulu, Darlinsyah, MSi tidak menampik masih ada ruang untuk menggugat SK penetapan pasangan calon tersebut. “Jadi jika seandainya misal ada gugatan-gugatan itu kan ada ruang yang namanya sengketa. Dan sengketa itu sudah diatur dalam tahapan selama tiga hari. Dan domainnya itu ada di Panwas. Namun pada intinya KPU tetap memberikan ruang berkaitan soal sengketa dan tetap mematuhi aturan yang ada,” terang Darlinsyah di sela-sela penetapan pasangan calon di Hotel Santika kemarin.

 

Kemudian dikatakan Darlin, selain persyaratan calon dan pencalonan, khusus Baslon dari jalur perseorangan atau independen, Mayor Inf David Suardi dan Bakhsir juga dinyatakan lulus syarat perbaikan kekurangan dukungan KTP yang saat ini telah mengantongi sebanyak 31.666 dukungan memenuhi syarat yang sebelumnya telah di plenokan oleh KPU Kota Bengkulu 9 Februari lalu.

 

“Ada empat Baslon ini resmi kita tetapkan menjadi Paslon Peserta Pilwakot 2018 melalui pleno hari ini. InsyaAllah, jika tidak ada halangan, besok (hari ini) ke empat Paslon ini akan mengikuti penentuan nomor urut pencalonan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” beber Darlin.

Sementara itu pelaksanaan penetapan pasangan calon (paslon) walikota/wakil walikota yang dilaksanakan oleh KPU Kota Bengkulu terlihat berbeda. Lantaran dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Bengkulu. Bahkan dari pintu luar hotel sejumlah puluhan kepolisian berjaga-jaga secara ketat. Sejumlah tamu yang hadir diperiksa barang bawakannya dan saat akan memasuki ruang dalam para tamu terlebih dahulu diberikan cap tinta di tangan untuk menandakan bahwa sudah berlangsung pemeriksaan aparat.

Menariknya dari keempat paslon yang ditetapkan oleh KPU kota, Helmi Hasan yang merupakan calon walikota berpasangan dengan Dedy Wahyudi tidak hadir dalam acara tersebut lantaran sedang menjalani ibadah umroh. Sehingga posisi Helmi dimandatkan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Azmawar Arfan untuk menghadiri acara penetapan calon mendampingi calon wakil walikota Dedy Wahyudi.

“Dalam aturannya memang tidak ada satupun pasal atau ayat mewajibkan bakal calon kepala daerah untuk menghadiri rapat peleno penetapan calon.  Dan Helmi sendiri sudah menyampaikan surat ke kita sedang menjalankan ibadah umroh,” ujar Darlinsyah.

Helmi Umroh

Sementara itu Ketua DPC Gerindra Kota Asmawar Arfan mengungkapkan, bahwa dirinya diberikan mandat oleh Helmi Hasan sejak tanggal 10 Februari lalu untuk menghadiri acara penetapan calon. “Ya saya yang diberikan mandat. Beliau (helmi) sedang menjalani ibadah umroh di Tanah Suci. Dan kami mendoakan beliau terbaik disana,” ungkap Asmawar.

Sedangkan calon wakil walikota Dedy Wahyudi, SE, MM mengatakan. ketidakhadiran Helmi Hasan dalam cara pleno penetapan calon ini sudah menyampaikan surat izin secara tertulis ke KPU kota. “Bapak Helmi Hasan sedang menjalani ibadah umroh. Mohon doa kepada masyarakat Kota Bengkulu, ke depan semua dilancarkan. Dan insya allah kembali melanjutkan pembangunan Kota Bengkulu lebih baik lagi,” jelas Dedy.

Penetapan Nama

Sesuai di E-KTP

Sementara itu sebelum ditetapkannya pasangan calon (paslon), KPU Kota terlebih dahulu menyampaikan nama-nama kandidat sesuai dengan nama yang ada di identitas dari Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Menariknya nama Helmi yang selama ini dikenal dengan sebutan Hasan di belakang nama, ternyata di e-KTP hanya nama singkat Helmi.

“Nama-nama yang kita sebutkan ini berdasarkan dari nama yang ada di e-KTP. Untuk bapak Helmi tidak ada nama di belakangnya (Hasan). Jadi kita tulis disini namanya hanya Helmi sesuai dengan identitas di e-KTP,” tutur Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Kota, M. Alim, S.Sos saat menyampaikan dalam forum.(new)

 

*Berikut daftar berkas calon dan berkas pencalonan yang sebelumnya dilakukan perbaikan dan telah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) oleh KPU Kota Bengkulu:

*Patriana Sosialinda
-Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Ditandatangani dari Kapolres Bengkulu
-Daftar Tim Kampanye Sampai Ke Kecamatan

*Mirza
-Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Ditandatangani dari Kapolres

*Erna Sari Dewi
-Surat Keterangan Tidak Dicabut Hak Pilih dari Pengadilan Negeri
-Surat Tidak Memiliki Tanggungan Hutang dari KPK
-Surat Keterangan Catatan Kepolisisan yang Ditandatangani Kapolres Bengkulu
-Daftar Tim Kampanye Sampai Ke Kecamatan

 *Ahmad Zakarsi
-Surat Keterangan Tidak Pernah Terpidana dari Pengadilan Negeri
-Surat Tanda Terima Penyerahan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dari KPK
-Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Ditandatangani Oleh Kapolres Bengkulu
-Fotokopi Ijazah S1 dan S2 yang dilegalisir

*Helmi Hasan
-Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Ditandatangani Oleh Kapolres Bengkulu
-Surat Tanda Terima Penyerahan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dari KPK
-Surat Tanda Dinyatakan Vailid dari Pengadilan Niaga Medan
-Daftar Tim Kampanye Sampai Ke Kecamatan

*Dedi Wahyudi
-Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Ditandatangani Oleh Kapolres Bengkulu
-Surat Tanda Terima Penyerahan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dari KPK
-Surat Tanda Dinyatakan Vailid dari Pengadilan Niaga Medan

*David Suardi
-Surat Tanda Tidak Pernah Sebagai Terpidana dari Pengadilan Militer
-Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Ditandatangani oleh Kapolres Bengkulu
-Surat Tanda Terima Penyerahan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dari KPK
-Ijazah SMA dan Akmil yang dilegalisir
-Daftar Tim Kampanye Sampai ke kecamatan

*Bakhsir
-Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Ditandatangani oleh Kapolres Bengkulu
-Surat Tanda Terima Penyerahan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dari KPK
-Surat Tanda Dinyatakan Vailid dari Pengadilan Niaga Medan
-Fotokopi Ijazah S2 yang dilegalisir

 

Baca Juga ...

SMPN 1 Kota Bengkulu Mendominasi

BENGKULU – Hasil ujian nasional (Unas) tingkat SMP/MTs tahun ini membuat sumringah Kepala SMPN 1 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *