Home / METROPOLIS / Pasar Ikan Permanen

Pasar Ikan Permanen

BENGKULU – Keinginan pedagang ikan di Pasar Kaget Kelurahan Pasar Bengkulu untuk dibentukan pasar ikan, sampai ke telinga Caretaker Walikota Bengkulu, H. Budiman Ismaun, S.Pd, M.Pd. Budiman mendukung pembentukan pasar ikan secara permanen di kawasan yang saat ini sudah ditempati.

“Kalau memang lokasi itu bisa dijadikan pasar ikan mengapa tidak. Kalau itu sudah menjadi tradisi atau dikenal masyarakat. Dalam pelayanan masyarakat harus mudah, murah dan mudah terjangkau,” tutur Budiman, kemarin (12/2).

Namun dalam perencanaan pembangunan, Budiman menuturkan akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Bagaimana mengenai konsep nantinya, sebab pasar saat ini berada di pinggir jalan, sehingga tidak menimbulkan kemacetan atau menyalahi aturan lainnya.

“Pedagang harus paham, pemerintah bukan mempersulit justru untuk menenangkan, menentramkan jangan ada bahaya. Regulasi yang dibangun untuk pedagang itu sendiri. Bisa saja ada lokasi lain yang cocok nantinya,” ujar Budiman.

Keengganan pedagang menunggu auning yang sudah disediakan sebelumnya, lantaran dikenai tarif, sehingga pedagang lebih memilih berjualan menggunakan auning buatan sendiri karena gratis, juga ditanggapi Budiman. Menurutnya, jika disetujui menjadi pasar kelak secara otomatis akan dikenakan retribusi juga.

“Kalau dibuat pasar tentu ada retribusi, pedagang harus mengerti. Fasilitas dibuat pemerintah ada retribusi. Dimana retribusi ini dari pedagang dan untuk pedagang. Pemerintah hanya menentukan regulasi saja,” jelas Budiman.

Di sisi lain, Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Kusmito Gunawan turut mendukung pembentukan pasar jika memungkinkan. Namun kerapian dan penataan harus diperhatikan.

“Sebaiknya diatur dan diorganisir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan,  Dinas Pariwisata serta DPPKA Kota. Dewan mendukung masyarakat berjualan, tetapi mohon tetap diatur untuk menjaga keindahan kota, kebersihan, lalu lintas, dan lainnya,” papar Kusmito.

Sambung Kusmito, soal retribusi juga perlu saling pengertian dari pedagang, dan Pemda. “Misal Pemda bebaskan sewa selama 3 bulan, selanjutnya dipungut atau besarannya sesuai kemampuan pedagang,” imbuhnya. (nok)

Baca Juga ...

Datangi Pemprov, IPSM Laporkan PT Agro Muko

BENGKULU – Ikatan Petani Sawit Mandiri (IPSM) Provinsi Bengkulu kemarin (24/5) menghadiri rapat di Pemprov ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *