Rabu , 26 September 2018
Home / BERITA UTAMA / Filosofi dan Dampak Positif dari Nomor Urut

Filosofi dan Dampak Positif dari Nomor Urut

MAKIN SIAP BERTARUNG: Pasangan calon walikota dan wakil kota Bengkulu telah mendapatkan nomor urut, kemarin. Sementara Calon Walikota, H. Helmi Hasan masih ibadah umroh.

BENGKULU – KPU Kota Bengkulu melaksanakan rapat pleno pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota Bengkulu periode 2018-2023 Selasa (13/2) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh kandidat paslon kecuali Helmi Hasan, dikarenakan sedang melakukan ibadah umroh. Sehingga posisinya masih digantikan dengan Ketua DPC Gerindra Kota Asmawar Arfan yang juga merupakan Sekretaris Tim Pemenangan Helmi-Dedy.

Pantauan RB, rapat pleno pengundian nomor urut paslon dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Darlinsyah, serta beranggotakan M. Alim, Deby Haryanto, Zaini dan Sri Hartati. Dihadiri juga dengan perwakilan Anggota KPU provinsi, kepolisian dan para angota Panwaslu Kota dan Bawaslu Provinsi. Dalam kegiatan tersebut, Komisioner KPU Kota M. Alim ditunjuk membimbing tata cara jalannya acara pengundian nomor urut.

Pengambilan nomor urut, diawali dengan masing-masing calon walikota/wakil walikota akan mengambil nomor terlebih dulu yang sudah disiapkan panitia. Lalu nomor yang diambil tersebut akan menjadi penentu siapa yang terlebih dahulu pertama mengambil nomor urut antrian yang berisikan dalam wadah empat bola pimpong yang nantinya untuk digunakan antrian pencabutan penentuan nomor urut penentu.

Saat pencabutan pertama Patriana Sosialinda-Mirza mendapatkan nomor urut satu, kemudian disusul nomor urut dua Helmi-Dedy, sedangkan nomor urut tiga David-Bahksir, dan nomor keempat Erna Sari Dewi-Zarkasi. Puncaknya setelah mereka mengambil nomor urut  antrian untuk menjadi penentu.

KPU Kota bersama Panwaslu kota kembali menyusun undian dengan sistem bola pimpong kembali.  Kali ini bola pimpong berisikan 16 bola, empat diantaranya berisikan angka nomor urut. Dan 12 bolanya sengaja dibiarkan kosong. Menariknya saat giliran pertama Patriana Sosialinda-Mirza mengambil nomor urut penentu, ketika diambil dalam wadah yang tersedia bola pimpong langsung keluar angka nomor urut 4.

Seketika itu juga teriakan takbir Allahhuakbar langsung berkumandang di ruangan hotel. Sedangkan giliran Helmi-Dedy mengambil nomor urut penentu, bola yang diambil Dedy Wahyudi masih kosong. Kemudian KPU kota meminta Dedy untuk kembali duduk menunggu.

Setelah itu giliran David-Bakhsir mengambil nomor undian bola pimpong dengan keluar nomor urut satu. Sejumlah tim pendukung David-Bakhsir pun berteriak takbir dan menyanyikan yel-yel. Puncaknya saat giliran Erna Sari Dewi-Ahmad Zarkasi mengambil nomor urut yang keluar nomor urut dua. Sehingga akhirnya pasangan Helmi-Dedy pun secara otomatis mendapatkan nomor urut tiga teriakan takbir pun kembali berkumandang. “Alllahhuakbar Allahhukabar!!!,” ucap sejumlah tim pendukung dalam ruangan.

Sementara Calon Walikota Bengkulu, Patriana Sosialinda usai pengambilan nomor urut mengucapkan rasa syukur. Ia mengatakan pengambilan nomor urut sudah berjalan fair dan lancar. “Kalau maknanya tentu banyak sekali dengan nomor ini dari segi positifnya. Dan kami berharap masyarakat Bengkulu lebih banyak mengenal angka empat ini karena pada posisi foto kami berdua sudut paling kanan,” ujar Linda–sapaan akrabnya–.

Lain halnya dengan Calon Walikota Erna Sari Dewi mengungkapkan, dengan didapatkannya nomor urut dua tersebut sangat memiliki makna yang positif. “Seperti makna filosofinya pengabdian dan bakti. Dan semoga menjadi walikota/wakil walikota nanti bisa mengabdikan diri untuk kota kelahiran. Serta makna lainnya Erna dan Zarkasi merupakan dua pasangan yang saling mengisi demi Kota Bengkulu lebih baik ke depan,” jelasnya.

Sedangkan Calon Walikota David Suardi menuturkan, dengan mendapatkan nomor urut satu sehingga yang diharapkan ketika pelaksanaan Pilwakot nanti sama dengan nilai tertinggi nomor satu.  “Ya semoga yang kita harapkan dengan nomor satu ini hasil suaranya juga nanti paling tinggi nomor satu. Dan kita juga berharap masyarakat Bengkulu mendoakan yang terbaik bagi kami berdua David-Bakhsir,” ungkapnya.

Selanjutnya  Calon Wakil Walikota Dedy Wahyudi mengatakan, pihaknya merasa senang dengan mendapatkan angka nomor tiga dalam pengundian nomor urut yang dilakukan oleh KPU kota. “Tentu banyak sekali makna positifnya. Seperti orang dengan gampang menyebutkan angka tiga dengan lambang simbolis kita bahwa Helmi-Dedy itu Oke,” seloroh Dedy sembarih mengajak wartawan mengangkat tangan angka tiga.

Kemudian usai pengambilan nomor urut, Ketua KPU Kota Bengkulu Darlinsyah, MSi menjelaskan, bahwa pengundian nomor urut tersebut dilakukan sangat terbuka dan transparan tanpa adanya rekayasa. Sehingga dari hasilnya ini akan menjadi identitas pasangan calon (paslon), baik saat kampanye maupun digunakan di kertas suara nantinya. Sebab setelah pencabutan nomor urut dilakukan, setelah itu akan masuk masa kampanye para pasangan calon.  “Dengan nomor urut ini juga dapat digunakan sebagai alat peraga kampanye seperti spanduk, baliho paslon sendiri mengususulkan ke KPU. Termasuk juga nomor urut ini digunakan pada surat kertas suara Pilwakot,” jelas Darlinsyah.(new)

Baca Juga ...

Kasasi Ridwan Mukti Ditolak Mahkamah Agung, Rohidin Segera Dilantik Gubernur

BENGKULU– Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA akan dilantik segera ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.