Home / BERITA UTAMA / BELUM SETAHUN HANCUR

BELUM SETAHUN HANCUR

RUSAK: Jalan Simpang Kembang Seri Benteng dan Jalan Lintas Desa Batu Roto – Batu Layang baru saja diperbaiki kembali rusak. Sementara Jalan Taba Mulan Kepahiang-Simpang Nangka Curup ditananami pohon pisang.

Potensi kerugian daerah atas pekerjaan pembangunan jalan senilai Rp 2,090 miliar di Provinsi Bengkulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2017 semakin terkuak. Ditemukan pekerjaan jalan yang belum setahun dibangun kembali rusak. Persoalan lain, lelang proyek tahun 2018 masih minim. Warga menanti perbaikan. 

INSTRUKSI Kapolda Bengkulu, Brigjen. Pol. Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum pada akhir tahun lalu, agar jajarannya mengusut proyek asal jadi seperti infrastruktur jalan patut diapreasiasi. Bukan hanya jalan di Hibrida Raya Kota Bengkulu, baru sekitar empat bulan dikerjakan kembali rusak. Di beberapa kabupaten juga ditemukan yang sama.

Seperti Jalan Lintas Desa Batu Roto – Batu Layang Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara BU.  Jalan yang baru tuntas Oktober atau sekitar lima bulan lalu tersebut kini sudah rusak parah. Bahkan, kini masyarakat sangat mengeluhkan proyek yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang  (PUPR) Provinsi Bengkulu.

Kades Batu Layang Zulkarnain menuturkan jika jalan tersebut dibangun senilai Rp 4 miliar lebih bersama dengan siring sepanjang jalan. Meskipun hanya Lapen, ia tidak menyangka jika jalan tersebut hanya bertahan lima bulan. “Sekarang di beberapa titik sudah ada yang rusak parah. Batu pasangan sudah keluar dan berlubang,” katanya.

Jalan Simpang Kembang Seri yang beberapa waktu lalu sempat mendapat perbaikan sudah rusak kembali dan sampai saat ini tidak mendapat perbaikan lagi.

Ia meminta Pemprov menindak tegas kontraktor dan memerintahkan kontraktor untuk memperbaiki jalan tersebut. Apalagi jalan itu memang sudah lama diimpikan masyarakat untuk diperbaiki lantaran menjadi lalu lintas utama masyarakat.

“Kami tidak ingin apa-apa, kami hanya ingin jalan kami bagus karena memang sudah lama kami menginginkan untuk jalan dibangun. Mengapa sekali dibangun lalu konstruksinya seperti ini,” tandasnya.

Setidaknya ada 15 titik jalan yang rusak parah tersebut dan berlubang. Jika tidak diperbaiki, ia yakin dalam tahun ini kerusakan akan bertambah parah. Bahkan, harapan pemerintah memberikan jalan yang baik tidak akan terwujud.

“Bagaimana mungkin kami puas, jalan hanya bertahan 5 bulan. Sedangkan jalan tersebut bukan akses lintas yang dilalui kendaraan berat. Jalan ini hanya dilintasi kendaraan masyarakat, dan rusak,” pungkasnya.

Kondisi serupa juga ditemukan di jalan Simpang  Kembang Seri menuju Air Sebakul di Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini meskipun sudah diperbaiki namun tetap saja tidak normal sesuai harapan masyarakat.

Perbaikan yang tidak sesuai dengan beban jalan yang melalui menyebabkan kondisi jalan yang diperbaiki terkesan percuma. Hanya sebentar saja sudah mulai rusak lagi.

“Masa baru dua minggu ketika selesai perbaikan aspalnya naik saat dilintasi banyak truk batu bara,” terang Warga Kembang Seri Syahwani.

Bukan hanya di Desa Kembang Seri, di Desa Tengah Padang juga tak kalah hebatnya kerusakan jalan. Bahkan sejak diperbaiki terakhir 2 tahun lalu, jalan seperti sengaja dibiarkan rusak. Hanya dilakukan penyiraman untuk menghilangkan debu. Meskipun demikian, jalan tetap saja dikeluhkan warga desa karena jalan malah menjadi kubangan. Bahkan jalan yang berlubang ketika terendam lumpur juga membahayakan warga pengguna jalan.

“Saya saja pernah jatuh di dalam jalan yang berlubang di desa kami,” jelas Kades Tengah Padang Jamali kepada RB kemarin.

Atas kondisi demikian, warga juga sudah lelah menuntut seperti dengan aksi demo bahkan penutupan jalan beberapa waktu lalu. Hanya niat pemerintah saja yang diharapkan baik oleh warga. Karena, akibat angkutan batu bara yang bukan milik warga melainkan milik pengusaha dengan modal hingga miliaran rupiah, namun masyarakat kena imbasnya.

“Maunya kami ada jalan khusus untuk batu bara, agar jalan didesa kami tidak cepat rusak meskipun diperbaiki,” demikian Jamali.

Temuan Rp 7,1 M Belum Digubris

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bengkulu terhadap pengelolaan keuangan Pemda Provinsi Bengkulu tahun 2017 sebesar Rp 7,1 miliar belum digubris. Rinciannya untuk pelaksanaan belanja modal  akibat ketidakwajaran  harga  sebesar Rp 3,694 miliar.

Kemudian potensi kerugian negara atas pekerjaan pembangunan jalan sebesar Rp 2,090 miliar. Lalu indikasi kerugian daerah atas kelebihan pembayaran kekurangan volume dan tidak sesuai kontrak serta indikasi pemahalan sebesar Rp 78 juta.  Tak hanya itu temuan belanja barang  yang tidak dapat diakui dan tidak didukung barang bukti serta pertanggungjawaban ganda Rp 624 juta. Indikasi kerugian negara Rp 390 juta.

Politisi NasDem DPRD Provinsi Bengkulu Tantawi Dali, S,Sos, MM menegaskan temuan BPK tersebut harus segera ditindaklanjuti. Sebab waktu diberikan hanya 60 hari terhitung hasil audit LHP diserahkan. Sebab jika tidak digubris, maka tentu aparat penegak hukum dapat menindakanjutinya melalui proses hukum.

Terutama terhadap kerugian negara pelaksanaan proyek, jalan dan pengadaan barang. Baik yang disebabkan kekurangan volume, kelebihan pembayaran, serta pengadaan barang yang tidak disertai bukti. Termasuk juga kemahalan nilai harga dalam perhitungan proyek.

‘’Ke depan kita minta agar harga satuan setiap tahun dapat dievaluasi. Sehingga harga satuan tahun berjalan disesuaikan dengan harga pasaran. Selama ini harga dihitung kecil, tetapi pelaksanaannya harganya naik akibat harga pasaran ikut naik,’’ jelas Tantawi kepada RB kemarin.

Lanjut Tantawi, pihaknya juga akan memanggil OPD terkait yang banyak temuan BPK. Seperti Dinas PUPR serta OPD lainnya. Jangan sampai temuan akan menghambat Pemprov meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada pengelolaan keuangan tahun 2017.

‘’Untuk pekerjaan juga harus lebih perketat pengawasanya. Sebab jangan sampai hasil atau kualitasnya tidak baik.  Terutama pelaksanaan proyek tahun 2018 ini. Mestinya segera dilelang dan dilaksanakan fisiknya. Agar serapan anggaran meningkat dan silpa kecil,’’ jelasnya.

Sementara Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Taufiq Adun, SE, MM mengakui kalau adanya temuan BPK terhadap pengelolaan belaja modal dan barang tahun 2017. Namun pihaknya sudah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat segera menindaklanjutinya. Artinya menagihkan potensi kerugian Negara dan mengembalikannya.

‘’Sekarang untuk temuan sudah diminta OPD menindaklanjutinya. Sedangkan untuk anggaran 2018 sedang tahap proses lelang. Sehingga serapan anggaran pun belum direkap. Kita berharap bulan ini (Februari,red) proses lelang selesai dan Maret serta April sudah mulai bergerak,’’ pungkasnya.(che)

Percepat Lelang

Dibagian lain Pemerintah Provinsi Bengkulu harus segera mempercepat lelang proyek. Terutama jalan. Pasalnya, saat ini sudah banyak jalan rusak parah dan memprihatinkan.

Seperti di jalan lintas Curup-Kepahiang jalur Taba Mulan Kepahiang-Simpang Nangka Curup wilayah Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang. Di salah satu titik jalan tertanam pohon pisang tepat di tengah-tengah badan jalan. Pohon pisang tersebut ditanam warga lantaran ada lubang cukup besar yang membahayakan pengguna jalan di jalan milik provinsi tersebut.

Saat RB ke lokasi, terlihat ada beberapa petugas dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu yang sedang memasang rambu tanda bahaya seadanya menggunakan kayu dan papan/triplek di 2 arah yang berbeda. Dengan tulisan hati-hati jalan rusak. Kondisi tersebut cukup mengganggu pengguna jalan yang melintas, karena selain berada di tengah jalan, lubang yang ditanami pisang tersebut berada tepat di atas jalan yang menanjak.

Siswanto yang mengaku sebagai pengawas jalan dari Provinsi Bengkulu mengatakan memang jalur jalan tersebut merupakan wewenang dari Pemprov Bengkulu. Jalan tersebut berlubang, diduga kuta karena beton aliran irigasi di bawahnya rusak dan membuat jalan diatasnya ikut runtuh dan menimbulkan lubang jalan.

‘’Kalau tidak salah ini sudah 2 atau 3 hari kondisi jalan mulai berlubang  dan secepatnya akan kita perbaiki,’’ kata Siswanto yang ditemui di lokasi.

Namun begitu, sambung Siswanto, tahun ini untuk peningkatan jalan sudah dianggarkan dan dalam waktu dekat masuk proses lelang. Jalan tersebut dianggarkan dalam kegiatan pembangunan jalan (overlay)  Taba Mulan Kepahiang-Simpang Nangka Curup. ‘’Untuk jalan yang di kawasan Jalan Suprapto kelurahan Talang Rimbo Kecamatan Curup tengah juga sudah dianggarkan tahun ini,’’ imbuh Siswanto.

Sementara itu, halan yang jadi kewenangan pemerintah provinsi juga banyak yang rusak parah di Seluma. Seperti dibeberkan Waka II DPRD Kabupaten Seluma Okti Fitriani, S.Pd, M.Si. “Mulai dari jalan di Desa Arau Bintang Kecamatan Sukaraja, Simpang Kelurahan Masmambang, Desa Padang Capo dan Sendawar itu rata-rata jalannya seperti kubangan kerbau. Itu jalan provinsi,” kata Okti.

Tahun ini kata Okti rencananya akan diperbaiki karena sudah dianggarkan dalam APBD provinsi. Ia berharap segera dilaksanakan. “Dahulukan yang sangat parah seperti di desa-desa yang saya sebutkan tadi. Kemudian saya harap 5 perwakilan DPRD provinsi dapil Seluma untuk ikut mengawal pembangunan jalan tersebut,” demikian Okti. (qia/vla/tew/che/dtk)

Baca Juga ...

Kontes Teklnisi Honda

Teknisi Honda Bengkulu Adu Skill

BENGKULU – Kontes Teknisi Honda tahun 2018 kembali digelar. Kontes berlangsung 23-24 juni 2018 di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.