Rabu , 26 September 2018
Home / BERITA UTAMA / Pejabat Dicecar 40 Pertanyaan

Pejabat Dicecar 40 Pertanyaan

DIPERIKSA: Kabid Penyelenggara Umrah dan Haji Kemenag Provinsi Bengkulu, H.Ramlan menjalani pemeriksaan di Polda Bengkulu.

BENGKULU – Penyidik Polda Bengkulu terus menggeber pengusutan kasus penipuan terhadap calon jamaah umrah PT Madinah Iman Wisata (MIW) gadungan. Kemarin (12/3) giliran Kabid Penyelenggara Umrah dan Haji (PUH), H. Ramlan yang diperiksa sebagai saksi.

Ia datang ke Polda Bengkulu pukul 09.00 WIB masuk ke ruang Subdit Kemnag 1 dan langsung diperiksa. Sedikitnya ia dicecar dengan 40 pertanyaan. Diantaranya seputar izin dan rekomendasi dari Kemenag untuk rencana pemberangkatan 45 calon jamaah umrah. Ini dijelaskan Panit Subdit Kemnag Dit Reskrimum Polda Bengkulu Ipda. Muslim, S.Sos, MM.

“Kita tanya soal perizinan dan rekomendasi apa yang diberikan oleh pihak kemenag kepada PT. MIW (Gadungan,red) terkait penyelengaraan umrah. Karena PT.MIW harus dapat rekomendasi dari Kemenag untuk memberangkatkan jamaah umrah. Ini yang mau kita tanya. Untuk hasil pemeriksaan, itu sudah masuk ke teknis penyidikan belum bisa saya sampaikan,” ujar Muslim.

Pemeriksaan Ramlan, kata Muslim disamping untuk memastikan soal rekomendasi juga sekaligus untuk melengkapi pemberkasan tersangka Fuad Mukhtar selaku Direktur Utama PT.MIW gadungan. “Pemeriksaan ini untuk perlengkapan berkas tersangka Fuad,” kata Muslim.

Sebelumnya, masih kata Muslim bahwa penyidik sudah memeriksa ulang tersangka Fuad dan menurut keterangannya (tersangka,red) bahwa saat ini dia  sedang dalam proses pengurusan izin agar mendapatkan rekomendasi untuk penyelenggaraan umrah di Bengkulu.

Mengenai barang bukti, sampai saat ini penyidik belum mengamankan uang dari para tersangka yang sudah ditetapkan dan ditahan. Namun penyidik sudah berkoordinasi dengan pihak bank untuk mengecek sisa uang di rekening tersangka Fuat.

“Barang bukti yang kita amankan baru berupa 2 unit mobil, kalau uang belum karena masih didalami. Kita sudah koodinasi ke 2 bank yakni Bank Mandiri dan Bank BRI untuk mengetahui apakah masih ada uang di rekening tersangka. Kini masih menunggu konfirmasi atau jawaban dari pihak bank. Kalau masih ada uang dalam rekening mungkin kita amankan dulu,” jelas Muslim.

Namun diduga, uang hasil menipu calon jamaah umrah yang nilainya mencapai Rp 3,3 miliar itu sudah habis digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi. Ini juga masih didalami oleh penyidik. “Masih banyak saksi-saksi lainnya yang keterangannya kita butuhkan,” demikian Muslim.

Sementara itu, Kasubbag Humas Kemenag Provinsi Bengkulu, H.Rolly belum bisa dikonfirmasi terkait soal pemeriksaan pejabat Kanwil Kemenag dan pemberian rekomendasi untuk keberangkatan calon jamaah haji yang tertipu oleh Dirut PT. MIW gadungan itu. Dihubungi hingga tadi malam belum juga bisa dikonfirmasi.

Untuk diketahui, terbongkarnya kasus penipuan terhadap calon jamaah umrah ini setelah 45 calon jamaah yang dijadwalkan berangkat pada 24 Februari lalu batal berangkat. Calon jamaah yang berasal dari 4 kabupaten ini akhirnya melaporkan PT.MIW ke Polres Seluma sebelum akhirnya diambil alih oleh Polda Bengkulu.

Hasil penyelidikan sampai penyidikan, diketahui bahwa ternyata ada 131 calon jamaah yang telah menyetorkan uang yang besarannya bervariasi dari Rp 20 sampai 27 juta dengan total keuntungan hasil menipu yang diperoleh oleh PT.MIW mencapai Rp 3 miliar lebih.(tew)

Baca Juga ...

Kasasi Ridwan Mukti Ditolak Mahkamah Agung, Rohidin Segera Dilantik Gubernur

BENGKULU– Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA akan dilantik segera ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.