Home / BENGKULU SELATAN / Baru Sekali “Minta” Uang ke Kontraktor

Baru Sekali “Minta” Uang ke Kontraktor

JUMPA PERS: Wakapolres Kompol M Sandhi didampingi Kasat Reskrim Iptu. Ahmad Khairuman menggelar jumpa pers penangkapan 2 oknum LSM yang diduga memeras kontraktor, Senin (12/3), Ikut diamankan barang bukti uang tunai, kartu anggota LSM dan pers.

KOTA MANNA – Polres Bengkulu Selatan (BS) melakukan pengembangan terhadap kasus tindak pidana dugaan pemerasan dikukan 2 oknum LSM FA (26) dan BP (30). Meskipun tersangka mengaku baru pertama kali “meminta” uang dengan cara menakut-nakuti kontraktor, namun polisi tidak percaya begitu saja. Diduga masih ada korban lainnya.

“Pengakuannya baru sekali ini, tapi kalau ada pejabat, kontraktor yang merasa pernah dirugikan dan diperas oleh 2 tsk ini silahkan melapor ke polisi,” ujar Kapolres BS AKBP Ordiva, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Khairuman, SE.

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih mendalami kemungkinan ada korban lain selain pelapor Harmen. Begitu juga dengan tersangka tambahan. Pihaknya sudah meminta keterangan dari rekan tersangka inisal Ju lantaran menurut pengakuan tsk, Ju dituding ikut terlibat. Meskipun tidak ikut menemui korban Harmen, tapi Ju ikut saat mereka meninjau lokasi proyek irigasi yang foto-fotonya digunakan untuk menakut-nakuti korban. Hanya saja karena belum cukup bukti atas keterlibatan Ju, sementara ini status Ju masih sebagai saksi dan wajib lapor.

Terpisah, pelapor Harmen ditemui di Mapolres BS kemarin mengatakan bahwa pertemuannya Jumat malam (9/3) dengan tersangaka FA dan BP adalah yang pertamakali. Kedua tersangka datang ke rumahnya lalu memperlihatkan foto proyek. FA juga mengaku banyak kenal pejabat di Kejati dan Polda Bengkulu, dan berencana melaporkan proyek tersebut ke jaksa atau polisi.

Dihadapan Harmen langsung, tersangka lalu meminta uang Rp 4 juta kepada dirinya dengan alasan untuk membayar biaya kontrakan yang akan habis 2 hari lagi. “Saya tidak kenal dengan 2 orang ini, baru pertama kali bertemu Jumat malam (9/3). Saya memberi uang bukan karena saya takut akan dilaporkan atas pekerjaan saya,” tegas Harmen.(key)

Baca Juga ...

Tebat Rukis dan Gelumpai Akan Dijadikan Smart City

PASAR MANNA – Tebat Rukis dan Tebat Gelumpai yang berada di pusat kota masuk dalam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.