Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Jalan Soeprapto Satu Jalur

Jalan Soeprapto Satu Jalur

SATU JALUR: Ruas Jalan Soeprapto ini diwacanakan pemerintah untuk dibuat satu jalur. Pintu masuk dari arah Masjid Jamik.

BENGKULU – Wacana pemberlakukan satu jalur Jalan Soeprapto kembali digodok Pemkot Bengkulu. Sebelumnya wacana ini pernah mencuat di masyarakat, namun realisasinya belum terwujud sampai sekarang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Syafriandi, M.Si menerangkan, efektif pemberlakuan kebijakan satu jalur ini dijadwalkan pada tahun 2019 mendatang. “Jalan ini memang milik provinsi, kita sudah melakukan koordinasi karena menyangkut ini jalan negara. Kewenangan memang milik provinsi namun dalam penataan kota ada di Dinas PUPR Kota Bengkulu,” terang Syafriandi, kemarin (12/3).

Dikatakan, master plan sudah disiapkan dan akan mengadopsi sistem satu jalur yang ada di Kota Malang. Namun untuk konsep yang dipakai nantinya sama seperti dengan Yogyakarta di Jalan Malioboro. “Tim sudah kita kirim ke Malang untuk melakukan studi. Kota yang pertama menerapkan RDTL sendiri yakni Malang,” ucap Syafriandi.

Rutenya nanti, lanjut Syafriandi, pintu masuk yakni di Masjid Jamik, seluruh kendaraan masuk semua dari sana tanpa terkecuali. Misal ada yang dari kawasan Padang Jati, harus memutar dan masuk lewat Masjid Jamik. “Pintu masuknya masuk lewat sana tidak boleh yang lain,” jelas Syafriandi.

Begitupun dari depan Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz) yang nantinya di buat satu jalur. Sehingga area Masjid Jamik nanti memiliki parkiran luas, masyarakat yang datang tidak perlu khawatir lagi dengan lahan parkir yang sempit. Syafriandi menambahkan, konsep satu jalur juga dapat menghidupkan Taman Smart City.

“Median jalan nantinya kita bongkar dari Masjid Jamik sampai ke depan Taman Smar City. Ada juga pembebasan oleh pihak provinsi untuk areal tempat pemotongan rambut depan Masjid Jamik dan itu dilebarkan nantinya. Untuk kawasan depan Unihaz dan SMPN 1, median jalan tidak dibongkar namun tetap satu jalur,” papar Syafriandi.

Dengan adanya satu jalur ini, jalan penyangga seperti kawasan Anggut, Penurunan dan lainnya dapat hidup. Sebab masyrakat tidak hanya lewat Jalan Soeprapto saja, bahkan bisa melihat situs bersejarah seperti Rumah Pengasingan Bung Karno dan Fatmawati.

“Harapan kita demikian, jalan penyangga hidup. Jadi tidak seperti biasanya, hanya lewat Padang Jati lurus langsung ke Soeprapto. Untuk jalan di sisi kiri dan kanan seperti Jalan KZ Abidin dan Kebun Geran tidak boleh langsung masuk, harus mutar terlebih dahulu baru masuk lewak Masjid Jamik,” demikian Syafriandi. (nok)

Rencana Rute Satu Jalur Jalan Soeprapto

  1. Pintu masuk dari Masjid Jamik
  2. Jika dari Unihaz tetap lurus masuk ke Masjid Jamik
  3. Keluar ke Simpang Lima Ratu Samban
  4. Beberapa jalan lainnya seperti Jl. Kebun Geran dan Jalan KZ Abidin tidak boleh langsung masuk ke Jalan Soeprapto

Baca Juga ...

36 Ribu Warga Belum Perekaman

CURUP – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rejang Lebong (RL) hari ini dijadwalkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.