Rabu , 26 September 2018
Home / BERITA UTAMA / KRI Kurau 856 Patroli di Laut Bengkulu

KRI Kurau 856 Patroli di Laut Bengkulu

COFFEE MORNING: Kegiatan coffee morning yang diikuti Danrem 041 Gamas, Danlanal Bengkulu, Wakapolres, Komandan KRI Kurau 856, Penjabat Walikota Bengkulu dan Sekda Provinsi Bengkulu, kemarin (12/3).

SELUMA – Konflik di perairan Bengkulu antar nelayan trawl dengan nelayan tradisional jadi perhatian khusus pihak TNI Angkatan Laut (AL). Masalah konflik di laut inilah yang menjadi salah satu faktor hadirnya kapal KRI Kurau 856 di pelabuhan Bengkulu. Belum diketahui berapa lama kapal perang itu akan melakukan patroli di parairan Bengkulu.

“Pokoknya sampai aman, sampai selesai. Untuk bahan bakar didukung atau dibantu oleh Lanal Bengkulu. Ada 30 personel yang partoli di laut sejauh 24 mil sampai ke Enggano,” ujar Komandan KRI Kurau 856, Mayor Laut (P) Avissema Herlambang, saat coffee morning, kemarin (12/3).

Sementara itu, Danlanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Agus Izudin, S.T bersama Danrem 041 Gamas, Wakapolres, Sekda Provinsi Bengkulu dan Penjabat Walikota Bengkulu, Direktur Polair, Rektor Unib menghadiri acara coffee morning di atas kapal KRI Kurau 856 membahas masalah konflik di laut Bengkulu. Agus dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa kedatangan kapal KRI Kurau 856 ke perairan Bengkulu setelah dirinya melaporkan kondisi dan situasi laut Bengkulu ke komando atas.

“Sekecil apapun konflik di laut kami laporkan. Setelah pimpinan membaca situasi di perairan Bengkulu ternyata pengamanannya memang perlu diperkuat. Sehingga dikerahkanlah kapal perang ini untuk beroperasi di wilayah khusus perairan Bengkulu untuk mengamankan konflik yang ada di perairan Bengkulu,” jelas Agus.

Konflik di laut ini, kata Agus, bukan hanya tugas TNI dan Polri saja, namun juga tugas bersama masyarakat, terutama media. “Ini bukan masalah TNI dan Polri saja, tapi masalah kita bersama, jadi perlu kita pikirkan dan atasi bersama. Media, kita harap membantu dalam memberikan informasi berita yang menyejukkan dan adem, bukan informasi yang membuat situasi semakin memanas,” kata Agus.

Sekda Provinsi Bengkulu, Novian Andusti yang juga hadir di atas kapal mengatakan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah memprogramkan untuk memberikan bantuan alat tangkap baru yang ramah lingkungan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sekarang perwakilan nelayan kita (trawl) sudah ke Jakarta untuk meninjau langsung dan memilih alat tangkap apa yang akan mereka butuhkan yang semua biayanya dibantu oleh KKP. Ini suatu apresiasi yang sangat tinggi yang diberikan oleh pemerintah. Ke depan kita berharap akan selalu damai dan aman, baik di laut maupun di darat. Nelayan itu adalah saudara kita semua, kita harap mereka mempunyai ruang gerak yang sama untuk mencari nafkah di laut tapi tidak dengan cara melanggar hukum,” ujar Novian.

Usai acara coffee morning, rombongan Danrem, Wakapolres, Sekda Provinsi Bengkulu, Penjabat Walikota dan semua yang hadir di atas kapal mengikuti partoli di laut sekitar 1 jam lamanya. Juga dilakukan simulasi penindakan terhadap konflik di laut. (tew)

Baca Juga ...

Mewaspadai Politisasi Hoax Isu PKI Jelang Pilpres

Oleh : Rizki Lasarati Pemilihan presiden dan wakil presiden baru Indonesia memang masih akan digelar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.