Rabu , 26 September 2018
Home / METROPOLIS / Kuartal Pertama Harga Semen di Bengkulu Stabil

Kuartal Pertama Harga Semen di Bengkulu Stabil

BENGKULU – Harga Semen di Provinsi Bengkulu pada kuartal pertama 2018 memperlihatkan indeks harga yang lebih stabil atau tidak mengalami gejolak fluktuasi yang membahayakan perekonomian. Hal ini terlihat dari penjualan di beberapa toko bangunan di Kota Bengkulu.

Bahkan sepanjang tahun 2018, pergerakan harga semen di Provinsi Bengkulu berada salam rentang angka yang masih stabil, yakni Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu. Hal ini lebih baik dari tahun sebelumnya dimana rentang harga semen berada di angka Rp 50 ribu hingga Rp 54 ribu.

Untuk Provinsi Bengkulu ada 4 jenis komuditas semen yang kerap digunakan, yakni Semen Merah Putih (Rp 48 ribu per sak), Tiga Roda (Rp 49 ribu per sak), Holcim (Rp 49,5 ribu per sak), dan Semen Padang (Rp 50 ribu per sak).

Terkhusus Semen Padang, harga tersebut mengalami kenaikan Rp 2.000 terhitung 1 Maret 2018. Namun kenaikan tersebut diklaim pihak PT Semen Padang, tidak berpengaruh signifikan atas penjualan produk mereke di Provinsi Bengkulu. Bahkan PT Semen Padang mengklaim penjualannya masih dalam angka stabil hingga saat ini.

Diungkapkan Kepala Biro Humas PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati, klaim stabil yang disampaikan pihaknya cukup beralasan. Pasalnya pihaknya meyakini sejauh ini harga Semen Padang masih berdampak baik pada bisnis perumahan di Provinsi Bengkulu. Bahkan BPS Provinsi Bengkulu mencatat, inflasi bulanan di kelompok perumahan pada Februari 2018 hanya sebesar 0,02 persen (mtm).

“Semen Padang sebagai pemegang pangsa pasar terbesar di Bengkulu yakni sebesar 48 persen, terus mencoba berbagai terobosan agar harga semen di Bengkulu lebih terjangkau,” ungkapnya.

Beberapa aspek terpenting yang menjadi perhatian lanjut dia yakni, ketersediaan pasokan yang mencukupi jumlah permintaan, serta distribusi yang lebih efisien agar harga yang diterima konsumen lebih terjangkau. Jika suplai terus mencukupi jumlah permintaan, maka harga dapat dikendalikan dan tidak mendorong naiknya inflasi. Sementara distribusi yang lebih efisien, berdampak menekan ongkos produksi sehingga membuat harga komoditas ini sampai ke tangan konsumen lebih murah lagi.

“Oleh karena itu, kami membangun pengantongan di Provinsi Bengkulu, untuk memastikan jumlah suplai dan efisiensi distribusi, rencananya Maret 2018 ini sudah rampung,” terang Anita.

Beroperasinya pengantongan ini diyakini memberikan dampak positif bagi pemasaran dan pelanggan di Bengkulu, tentunya akan meningkatkan market share Semen Padang dengan ketersediaan produk yang lebih luas bagi pelanggan dengan biaya distribusi yang lebih rendah.

“Selain itu juga mengatasi keterbatasan transportasi dari pabrik di Padang ke Bengkulu, mengatasi penyimpangan daerah tujuan semen serta mengurangi kerusakan semen saat distribusi,” pungkasnya. (sly)

Baca Juga ...

Kembangkan Kasus Curat

CURUP – Satreskrim Polres Rejang Lebong (RL) terus berupaya mengungkap aksi 3C (curat, curas dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.