Rabu , 26 September 2018
Home / KEPAHIANG / Plt. Dirut RSUD Diperiksa Polres

Plt. Dirut RSUD Diperiksa Polres

OTOPSI: Belum lama ini Tim Forensik Mabes Polri dan Bid Dokkes Polda Bengkulu melakukan otopsi terhadap jenazah bayi.

KEPAHIANG – Plt Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang, dr. Febi Nursanda jalani pemeriksaan di ruang penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepahiang.

Pemeriksaan dr. Febi tindaklanjut proses penyelidikan terhadap laporan dugaan malpraktek proses persalinan bayi yang lehernya terputus beberapa waktu lalu.

Terpantau, pemeriksaan Febi berlangsung sekitar 2 jam mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB. Setidaknya ada 12 pertanyaan dilontarkan penyidik kepada Febi yang selain menjabat sebagai Dirut RSUD juga selaku anggota Komite Medik RSUD Kepahiang.

Dari informasi didapat RB, pemeriksaan tersebut masih berkaitan proses persalinan yang dilakukan tim medis. Apakah sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau belum.

Kepada penyidik, dari hasil investigasi yang dilakukan Komite Medik Febi, menjelaskan kalau proses persalinan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP. “Tadi dimintai keterangannya sebagai saksi,’’ ujar Kapolres Kepahiang AKBP. Pahala Simanjuntak, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. Khoiril Akbar, S.IK.

Namun Khoiril belum bersedia beberkan berkaitan materi pemeriksaan karena memang sejauh ini proses pengusutan terhadap dugaan perkara yang dilaporkan orang tua bayi itu masih berjalan.

‘’Kita menindaklanjuti laporan yang disampaikan pihak keluarga. Sekarang prosesnya masih terus berjalan,’’ jelas Kasat.

Sebelumnya, penyidik sudah mendatangkan Tim Forensik Mabes Polri dan Bid Dokkes Polda Bengkulu melakukan otopsi terhadap jenazah bayi malang buah hati pasangan Fitrah Donisya (27) dan Melides (22) ini. Namun hasil dari otopsi masih dalam proses.

Sekadar mengingatkan, pada proses persalinan di RSUD Kepahiang, orangtua bayi tidak terima hingga akhirnya melayangkan laporan ke Polres Kepahiang atas kelahiran bayinya yang dalam kondisi leher terpisah dari badan.

Pihak keluarga menduga, proses persalinan terindikasi menyalahi prosedur. Namun sebaliknya, pihak manajemen RSUD mengklarifikasi jika semua prosesnya sudah sesuai SOP.

Kondisi leher terpotong itu karena kondisi bayi yang terdapat kelainan dengan posisi kehamilan 5 bulan, atau lahir premature.(zie)

Baca Juga ...

Targetkan Partisipasi Pemilih 80 Persen

KEPAHIANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepahiang menargetkan pada Pemilu 2019 mendatang mampu meningkatkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.