Home / BENGKULU UTARA / Suara Sama, Pendidikan Cakades Jadi Penentu

Suara Sama, Pendidikan Cakades Jadi Penentu

HEARING: Suasana hearing antara Pemkab dan DPRD BU membahas Raperda Pilkades, Senin (12/3).

ARGA MAKMUR – DPRD dan Pemkab Bengkulu Utara (BU) menggelar hearing membahas Raperda Pilkades yang diajukan Pemkab BU. Ada perubahan dalam raperda dibanding perda sebelumnya, diantaranya cara menentukan pemenang jika ada dua calon kades (cakades) yang memiliki perolehan suara sama.

Jika dalam perda sebelumnya pemenang cakades yang memiliki suara sama ditentukan dengan perolahan suara terbanyak di dusun yang paling banyak menyalurkan hak pilihnya, namun di dalam raperda yang dibahas tersebut ada perubahan. Jika ada suara yang sama, cakades yang paling berpengalaman yang dinilai sebagai pemenang. “Jika ada suara sama, mereka yang berpengalaman yang kita anggap sebagai pemenangnya,” kata Kabag Pemerintahan Desa, Sudarman.

Tetapi, lanjutnya, jika kedua cakades suara sama juga sama-sama berpengalaman, maka yang berpendidikan tertinggi yang akan dianggap sebagai pemenang. Jika masih juga sama, umur yang tertua dianggap sebagai pemenangnya. “Jika umurnya sama persis, maka nanti akan ada tes yang dilakukan oleh bupati,” jelas Sudarman.

Perubahan perda pilkades ini hanya menyempurnakan perda yang lama sehingga tidak ada multi tafsir dalam beberapa pasal. Hal ini menghindari adanya gugatan atau permasalahan lantaran tidak jelasnya perda.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD BU Bambang Irawan, MH yang memimpin hearing menerangkan pembahasan itu sangat penting untuk melihat pendapat dewan dalam raperda yang diajukan oleh Pemkab BU. Apalagi, selain raperda pilkades, Pemkab BU juga mengajukan raperda tentang kawasan industri dan raperda maghrib mengaji.

“Makanya kita lakukan pembahasan, jangan sampai perda yang diterbitkan nanti bertentangan dengan aturan hukum yang lebih tinggi. Besok (hari ini, red) kita akan lakukan hearing hari terakhir,” terang Bambang.

Namun pada dasarnya dewan mendukung ketiga raperda yang diajukan. Apalagi terkait raperda kawasan industri dan raperda maghrib mengaji. Raperda kawasan Industri dinilai bisa meningkatkan PAD dan menyerap tenaga kerja di BU dan menekan angka kemiskinan. “Namun kita harus bahas bersama dengan Pemkab jangan sampai perda ini nanti menyalahi, termasuk harapan kita bisa dijalankan maksimal sehingga tidak hanya membuang-buang anggaran,” harapnya.(qia)

Baca Juga ...

Roges Mawansyah, Ketua KPU BU

ARGA MAKMUR –  Seperti prediksi sebelumnya, Roges Mawansyah, SE, ME dipilih menjadi Ketua KPU masa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.